5 langkah penting membimbing anak yang kompetitif

Memiliki anak yang kompetitif sering membuat orangtua kawatir. Sebenarnya mengasuh mereka jauh lebih mudah daripada mengasuh anak-anak dengan sifat lain. Di samping itu anak-anak yang kompetitif mudah diterima oleh dunia kita yang makin kompetiti

1,931 views   |   3 shares
  • Apakah segalanya menjadi kompetisi di rumah Anda, dan anak Anda menjadi agresif atau marah jika tidak menang? Mengasuh seorang anak yang kompetitif dapat menjadi tantangan, sekaligus berkat.

  • Anak-anak yang kompetitif seringkali berprestasi bagus di sekolah dan atletik sebab mereka bekerja keras dan sebisa mungkin keluar sebagai juara. Kelemahan watak seperti itu adalah bahwa mereka selalu ingin menjadi nomor satu dan ini membuatnya stres, serta menghalanginya dari keberhasilan dalam pergaulan sosial. Sebagai orangtua anak tersebut, membantu dia mengambil pendekatan berkompetisi yang lebih sehat dan seimbang adalah tanggung jawab Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengikuti lima langkah penting berikut:

  • Temukan penyaluran positif untuk sifat kompetitif anak Anda

  • Anak yang kompetitif butuh kompetisi yang sehat dalam hidup mereka, dan tidak ada tempat yang lebih baik daripada belajar bagaimana mengasuh dan mengendalikan sifat ini dalam regu olah raga. Regu olah raga, khususnya, adalah saluran keluar positif sebab anak-anak belajar bagaimana bekerja dengan orang lain, bagaimana menjadi pemenang yang mulia dan kalah tanpa kehilangan harga diri. Dalam suasana regu tersebut, anak-anak belajar bergantung pada orang lain dan menghargai kekuatan orang lain, yang dapat mengurangi sifat menang sendiri dan berusaha sendirian. Namun demikian, mengenali filsafat kompetisi pelatih adalah penting bagi orangtua. Jika dia memiliki filosofi menang dengan segala cara, maka tarik saja anak Anda dari lingkungan seperti itu. Sikap seperti itu hanya akan membuat anak Anda yang kompetitif itu makin agresif dan memiliki pandangan yang salah tentang harga dirinya.

  • Libatkan anak Anda yang kompetitif itu dalam kegiatan yang mendorong pertumbuhan pribadi

  • Program-program tersebut termasuk, walaupun tak terbatas pada, silat, musik, seni dan kompetisi yang bersifat akademis seperti pertandingan mengeja. Meskipun program-program tersebut masing-masing memiliki aspek berkompetisi, kebanyakan waktu mereka berfokus pada membantu individu belajar keterampilan baru, mengembangkan disiplin diri dan menetapkan tujuan pribadi. Program-program seperti itu mendorong anak-anak menerapkan sifat berkompetisi dan energi mereka untuk mencapai peningkatan dan perbaikan diri setiap hari.

  • Ingatkan anak-anak Anda yang kompetitif bahwa mereka hanya berkompetisi dengan diri mereka sendiri bukan dengan orang lain. Seringkali, anak-anak ini dapat mengalami kesulitan dalam pergaulan sebab mereka terdorong untuk selalu ingin menjadi nomor satu, dan itu dapat menyusahkan saudara-saudara dan hubungan sosialnya. Anak-anak ini butuh diajar bahwa selalu membandingkan diri mereka dengan orang lain atau selalu mengecam atau menilai orang lain adalah tidak sehat. Orangtua, Anda harus cepat-cepat menghentikan sifat ini ketika Anda melihatnya – tidak hanya akan menyelamatkan anak yang sedang dikecam, tetapi juga membantu anak Anda yang kompetitif mengenal bahwa berpikir dan berbicara semacam itu kepada orang lain tidaklah sehat. Ingatlah, apa yang dikatakan oleh anak yang kompetitif kepada orang lain hampir tidak pernah sekasar seperti yang dikatakan kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu, orangtua perlu membantu anak yang kompetitif menilai dirinya dengan lebih positif dan sehat.

  • Advertisement
  • Pastikan anak yang kompetitif menyadari bahwa dia cukup baik

  • Kadang-kadang, anak-anak menjadi komptitif karena mereka takut mereka tidak cukup baik. Mereka merasakan penilaian atas mereka di rumah, sekolah atau lapangan sepak bola berkenaan dengan apa yang dapat mereka lakukan dan bukan siapa mereka itu. Berhati-hatilah bila berbicara kepada anak-anak ini. Kurangi penekanan atas prestasinya dan lebih banyak memuji dia untuk siapa dia sebenarnya dan bagaimana dia memperlakukan orang lain. Ini akan memberi kesan kepada anak tersebut bahwa dia cukup baik, bahwa perasaan orang lain itu penting, dan bahwa Anda mengasihi dia untuk siapa adanya dia dan bukan untuk apa yang dikerjakannya.

  • Bercerminlah

  • Seringkali anak-anak yang kompetitif ini dibesarkan oleh orangtua yang sama sifatnya. Berhati-hatilah dengan contoh yang Anda berikan kepada anak Anda. Anak Anda sedang mengawasi setiap gerak Anda. Dalam keluarga kami, ada lelucon yang mengatakan bahwa Anda perlu memiliki refleksi cepat ketika bermain Monopoly dengan ibu karena, sangat memalukan sebenarnya, bahwa saya sering dikenal suka membanting dadu ketika kalah dalam permainan. Ini sudah pasti bukan contoh yang perlu dilihat anak yang kompetitif. Namun demikian, sama seperti Anda, saya pun adalah manusia biasa dan saya membuat kesalahan. Sebagai orangtua, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf untuk itu. Kita dapat mengajar anak-anak kita pendekatan sehat berkompetisi, dan ketika kita melakukan kesalahan, kita dapat memperlihatkan kepada mereka bagaimana memperbaiki perilaku yang tidak patut tersebut.

  • Jangan kawatir mengasuh anak yang kompetitif. Kebanyakan sifat berkompetisi adalah sifat yang lebih mudah diurus daripada sifat-sifat lainnya sebab dunia kita yang kompetitif dengan senang menerima anak-anak demikian. Mereka biasanya sukses di sekolah, di bidang olah raga dan auditorium. Dengan sedikit pengarahan dari Anda, anak Anda dapat tumbuh menjadi individu yang berhasil, berkarakter baik, dan berbakat yang dihormati dan dikasihi orang lain.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “5 Critical steps to parenting a competitive child” oleh Krista Skov-Nielsen.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Krista Skov-Nielsen is graduate of the University of New Brunswick with two degrees: a Bachelor of Arts and a Bachelor of Education. She is a wife and a mother of three, who homeschools her two sons. Contact her at krista_skov@hotmail.com

5 langkah penting membimbing anak yang kompetitif

Memiliki anak yang kompetitif sering membuat orangtua kawatir. Sebenarnya mengasuh mereka jauh lebih mudah daripada mengasuh anak-anak dengan sifat lain. Di samping itu anak-anak yang kompetitif mudah diterima oleh dunia kita yang makin kompetiti
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr