Mati listrik? Jangan mati gaya!

Mati listrik masih kerap terjadi. Dan saat harus mengalami kegelapan serta kepanasan juga kebosanan, berhentilah mengeluh. Mari lakukan hal-hal lain yang lebih menyenangkan. Kegiatan bersama keluarga yang bisa dikerjakan tanpa butuh daya listrik.

516 views   |   shares
  • Listrik adalah penemuan penting, bahkan kini terasa amat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Ya, bagaimana tidak. Setiap alat rumah tangga umumnya menggunakan listrik. Dari depan hingga ke belakang rumah. Lampu, kulkas, televisi, AC, kipas angin, pembersih debu, komputer, handphone, semua benda yang kita jumpai setiap hari memiliki ketergantungan terhadap keberadaan arus listrik. Dan ketergantungan kita terhadap alat-alat tersebut pun amat tinggi.

  • Namun kenyataannya, mati listrik masih sering terjadi. Dan ini adalah salah satu bentuk siksaan bagi kita, masyarakat urban yang hidup di perkotaan (oh bahkan kini di pedesaan pun demikian). Karena kita akan mengalami hari yang gelap, panas dan membosankan tanpa listrik. Benarkah? Ah tidak juga.

  • Cobalah saat mati listrik, kembalikan suasana alami dalam kehidupan kita yang sangat modern ini. Ketika byar-pet terjadi, berkumpullah disatu ruangan bersama anggota keluarga, dan lakukanlah hal-hal menyenangkan yang bahkan tidak terbayangkan jika listrik sedang menyala. Adakah? Oh banyak sekali sebetulnya.

  • Kebanyakan kompor rumah tangga masih menggunakan gas, maka saat mati listrik, kita masih bisa memasak air panas dan membuat teh, kopi atau coklat sesuai kegemaran masing-masing angggota keluarga. Atau jika kompor pun menggunakan tenaga listrik, kita bisa membuat madu dingin dari air dispenser yang biasanya masih dingin, jika sebelumnya dinyalakan.

  • Lalu, tengoklah lagi gitar akustik yang sudah lama menganggur dan berdebu tidak tersentuh. Buatlah posisi duduk melingkar layaknya sedang berada di sebuah pesta api unggun dalam kegiatan berkemah. Ya tentunya untuk itu semua kita membutuhkan lilin atau senter atau lampu darurat. Mainkanlah gitar, mulailah bernyanyi bersama-sama. Mainkanlah permainan tebak lagu, atau bacakan puisi dengan diiringi gitar.

  • Suasana akan tambah semarak jika ditambah alat-alat musik lain yang tidak membutuhkan tenaga listrik. Seruling, harmonika, atau pianika bisa menjadi opsi. Kembalikanlah memori layaknya kita di masa lalu yang seru.

  • Dengan lilin yang agak besar, kita juga bisa berkegiatan layaknya kamping. Dengan membakar marshmallow, atau sosis. Makan bersama, mungkin sudah jarang lagi dilakukan karena kesibukan masing-masing anggota keluarga. Maka, membakar camilan lalu memakannnya bersama-sama sambil mengobrol akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

  • Bermain bayangan pun kini sudah langka terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Padahal, bermain tebak bayangan bisa menjadi alternatif menghabiskan malam gelap dan panas, dalam balutan tawa canda.

  • Advertisement
  • Mati listrik yang terjadi masih di saat senja belum terlalu larut bahkan tidak hanya mampu merekatkan lagi ikatan antar anggota keluarga, namun juga mampu mempererat silaturahmi dengan tetangga. Ajaklah para tetangga keluar dan mari lakukan lagi hal-hal yang sudah jarang dilakukan tadi. Mengobrol, bernyanyi, bermain bayangan, menikmati minuman panas atau dingin, membakar marshmallow atau sosis. Bayangkan betapa menyenangkannya hal ini, bukan?

  • Berbagai hal yang bisa dilakukan saat mati lampu ini akan sangat berkesan di hati setiap anggota keluarga, dan membantu memperbaiki hubungan yang belakangan terasa renggang karena frekuensi pertemuan yang semakin jarang. Selain itu, mencari kegiatan semacam ini pun akan memaksa kita untuk terus berpikir kreatif agar tidak mati gaya saat mati listrik. Bahkan juga akan membuat kita semakin pintar bersyukur. Loh, bagaimana tidak? Biasanya kan jika listrik mati, setiap kita akan mengeluh dan mengutuk. Namun saat kita berusaha menikmatinya dengan menghadirkan suasana "kampung zaman dulu", keluhan serta gerutuan akan menghilang dengan sendirinya.

  • Namun ingat, sebelum melakukan hal ini, persiapan pun harus matang. Persiapkan stok lilin dan korek, lalu letakkan di suatu tempat yang mudah diraih saat gelap menantang. Ingat juga agar tidak memindahkan lokasinya, jadi tidak menyusahkan karena harus sibuk mencari-cari alat penerangan, saat dibutuhkan. Lengkapi senter dengan baterai, dan periksa selalu dayanya. Charge juga lampu darurat, agar menyala saat dibutuhkan.

  • Seperti kata pepatah "lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan". Selamat menikmati kebersamaan saat listrik harus mati.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mati listrik? Jangan mati gaya!

Mati listrik masih kerap terjadi. Dan saat harus mengalami kegelapan serta kepanasan juga kebosanan, berhentilah mengeluh. Mari lakukan hal-hal lain yang lebih menyenangkan. Kegiatan bersama keluarga yang bisa dikerjakan tanpa butuh daya listrik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr