Dukung ibu bekerja penuhi ASI buah hatinya

Manyusui dan bekerja, mari kita sukseskan! Begitulah tema Pekan Asi Sedunia 2015. Mengingat begitu banyaknya perempuan pekerja di dunia belakangan ini, tidak mudah menjalani dua peran sekaligus, maka semua pihak wajib memberikan dukungan.

444 views   |   1 shares
  • Tema pekan ASI Sedunia 2015 adalah "Menyusui dan bekerja: Mari kita sukseskan!". Ya tentunya karena angka ibu bekerja selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data dari badan pusat statistik menunjukkan pada 2014, terdapat 118,2 jumlah total pekerja di Indonesia, dan sebesar 43 juta adalah perempuan. Data hasil survey angkatan kerja nasional (Sakernas) pun menunjukkan bahwa jumlah wanita bekerja tiap tahun bertambah 1,18 persen.

  • "Menyusui adalah sesuatu yang alami, kodrati. Namun di tengah dunia yang semakin modern dan kompetitif ini, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi oleh ibu menyusui. Terlebih bagi ibu yang juga harus bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Kesuksesan ibu menyusui bayinya ditentukan oleh banyak faktor, antara lain dukungan lingkungan sekitarnya. Untuk itu pada perayaan Pekan ASI Sedunia 2015 ini, kami mengajak semua pihak untuk mensukseskan kegiatan menyusui. Ibu menyusui dan bekerja, mengapa tidak? Mari kita sukseskan!" ungkap Mia Sutanto – Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat pada konferensi pers di Jakarta, 30 Juli 2015.

  • Ibu menyusui yang tetap harus bekerja karena desakan kebutuhan ekonomi keluarga ini, memerlukan support system. Memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak agar mampu melaksanakan kedua perannya sekaligus dengan seimbang: sebagai seorang ibu dan juga pencari nafkah keluarga. Hal ini tidak mudah.

  • Data RISKESDAS 2013 menunjukkan angka yang cukup baik bahwa pemberian ASI Eksklusif pada usia bayi 0-1 bulan mencapai angka 52,7%. Namun seiring dengan bertambahnya usia bayi, angka ASI eksklusif pun menjadi menurun hingga pada usia 6 bulan, angka ASI eksklusif menjadi 30,2% saja. "Dapat disimpulkan bahwa seiring bertambahnya umur bayi, semakin bertambah juga gangguan dari berbagai faktor yang mengakibatkan ibu tidak lagi menyusui secara eksklusif. Bagi wanita bekerja, gangguan tersebut dapat saja disebabkan dari kewajiban si ibu untuk kembali bekerja. Sehingga bagi wanita bekerja, tantangan untuk sukses memberikan ASI Eksklusif dan juga menyusui hingga usia anak 2 tahun menjadi berlipat-lipat," jelas Farahdibha Tenrilemba, Sekjen AIMI Pusat.

  • Padahal, pada Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 49 ayat (2) menyebutkan bahwa wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita. Dalam penjelasan pasal tersebut disebutkan bahwa yang disebut dengan "perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi" adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan haid, hamil, melahirkan dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak, jelas Farahdibha.

  • Advertisement
  • Ya, jadi tidak hanya si ibu yang harus belajar lebih banyak mengenai manajemen ASI Perah, mengefektifkan waktu bersama anak, dan memberikan edukasi bagi seluruh anggota keluarga lainnya. Lingkungan kerja pun harus memberikan dukungan penuh agar setiap ibu menyusui dapat terus memberikan ASI hingga buah hatinya berusia dua tahun. Setiap anak berhak mendapatkan ASI agar menjadi generasi yang lebih baik.

  • Hal ini yang harus diperjuangkan bersama-sama. Bahkan kalau bisa, perusahaan memberikan cuti melahirkan selama enam bulan, agar ibu bisa tetap memberikan asi eksklusif, tanpa harus bersaing dengan tugas-tugasnya di kantor. Namun jika hal tersebut masih terasa sulit untuk diwujudkan, setidaknya setiap kantor menerapkan kebijakan yang ramah bagi ibu menyusui.

  • Menyiapkan ruangan untuk memompa ASI, kulkas, dan juga memberikan waktu bagi ibu menyusui untuk memerah ASI nya. Mungkin, mendirikan tempat penitipan anak khusus karyawan, dengan fasilitas yang memadai dan bahkan pemberian edukasi yang matang, juga bisa menjadi langkah yang baik sebagai wujud dukungan pada pemberian ASI bagi seluruh anak.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Dukung ibu bekerja penuhi ASI buah hatinya

Manyusui dan bekerja, mari kita sukseskan! Begitulah tema Pekan Asi Sedunia 2015. Mengingat begitu banyaknya perempuan pekerja di dunia belakangan ini, tidak mudah menjalani dua peran sekaligus, maka semua pihak wajib memberikan dukungan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr