Pentingnya dukungan ayah bagi pemberian ASI

ASI adalah makanan pertama bayi, dan hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Namun keberlangsungan pemberian ASI, ternyata amat memerlukan dukungan dari ayah. Bahkan 50 persen keberhasilan ASI disumbang oleh dukungan Ayah.

931 views   |   3 shares
  • Tanggal 1-7 Agustus adalah pekan ASI Sedunia. Saatnya kembali mengajak setiap orang untuk mengingat, betapa utamanya ASI bagi setiap anak di setiap belahan dunia manapun.

  • Tidak hanya untuk ibu, saatnya juga untuk mengingatkan para ayah. Loh? Kan yang menyusui hanya perempuan. Ya, memang, tapi kenyataannya 50 persen keberhasilan ASI disumbangkan oleh dukungan ayah. Sebab meski ASI adalah proses yang amat natural dan dimiliki oleh setiap ibu, namun kenyataannya memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Lalu dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun, tidak semudah yang dibayangkan.

  • Karena ada beberapa kasus, beberapa orang, yang bermasalah dan, ternyata, permasalahan yang timbul biasanya sederhana. Hanya karena pengaruh dari kondisi psikologis ibu. Merasa tidak nyaman, sedih, marah, lelah, juga terkejut saat berhadapan dengan kenyataan bahwa mengurus bayi tidak mudah. Semua ini jelas memengaruhi hormon oksitosin yang berperan besar pada produksi ASI.

  • Artinya, semakin bahagia seorang ibu, produksi ASInya akan semakin melimpah. Lalu, siapa yang paling mampu membahagiakan dirinya? Betul! Ayah. Seperti yang dikatakan oleh dr Sears, ayah memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan menyusui. Hanya ada satu kata kunci terpenting bagi ayah untuk membantu kelancaran ASI, yakni: terlibat.

  • Ya, terlibat sejak awal proses kehamilan, bahkan jangan hanya ibu yang rajin membaca artikel atau buku mengenai anak, ASI dan kehamilan. Namun juga ayah. Apalagi di zaman sekarang yang sudah begitu mudah mengakses informasi. Bahkan sudah ada komunitas untuk ayah asi, sebagai wadah bagi para ayah agar bisa saling berbagi dan mendukung ASI.

  • Jadi sekarang, harusnya tidak ada lagi alasan bahwa ayah tidak mengerti hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan, menyusui dan anak. Luangkanlah waktu senggang yang biasanya digunakan untuk bermain game atau 'nongkrong' di bengkel itu. Siapkan waktu-waktu tersebut untuk membaca dan mencari tahu lebih dalam mengenai tugas ayah, dan kebutuhan ibu agar anak dapat tumbuh kembang optimal.

  • Percayalah, setiap wanita akan merasa bahagia saat melihat suaminya berinisiatif memijat punggungnya yang pegal setelah menyusui seharian. Mau menggendong-gendong anaknya, agar si ibu bisa tidur sebentar. Hal sederhana yang tidak membutuhkan banyak tenaga atau biaya ini akan membuat hormon oksitosin bekerja, dan ASI mengalir deras.

  • Terlibat, juga bisa diartikan dengan menjadi 'satpam' untuk mengingatkan istri saat hamil, agar makan makanan yang bergizi. Peduli dan banyak memperhatikan kebutuhan istri yang sedang berbadan dua. Bantulah pekerjaan rumah tangga, agar istri tidak kelelahan. Temani ke dokter kandungan saat harus melakukan pemantauan perkembangan janin.

  • Advertisement
  • Bahkan hingga melibatkan diri dalam memilih rumah bersalin, dokter atau bidan terbaik. Artinya, tenaga kesehatan yang pro kelahiran normal, memfasilitasi inisiasi menyusui dini, fasilitas rawat gabung, hingga dokter anak yang RUM (Rational use of medicine). Jadilah ayah yang siap sedia 24 jam untuk menemani setiap proses kelahiran, kenali kontraksi-kontraksi yang akan terjadi.

  • Segala keterlibatan ini, mungkin terasa sederhana di mata perempuan. Namun menjadi amat berat bagi lelaki yang tidak terbiasa. Tetapi percayalah, ayah yang aktif terlibat dalam mengurus anak dan mendukung kelancaran ASI, akan mendapatkan hasil yang setimpal dengan perjuangannya. ASI, akan menjaga kesehatan dan mengoptimalkan pertumbuhan anak. Kedekatan dengan anak, akan membahagiakan seluruh anggota keluarga.

  • Suatu hari nanti saat anak sudah tumbuh dewasa, ia akan tetap mengenang ayahnya sebagai sosok yang selalu ada. Ia akan meniru tingkah laku ayahnya yang selalu siap membantu ibunya. Ia akan menjadi calon ayah yang sama baiknya. Dan begitu seterusnya. Ya, ayah, Anda bisa mengubah dunia.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pentingnya dukungan ayah bagi pemberian ASI

ASI adalah makanan pertama bayi, dan hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Namun keberlangsungan pemberian ASI, ternyata amat memerlukan dukungan dari ayah. Bahkan 50 persen keberhasilan ASI disumbang oleh dukungan Ayah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr