Hati-hati penawaran investasi, jangan-jangan “Bodong”?

Hasrat memperoleh keuntungan maksimal dalam waktu yang singkat perlu diwaspadai, karena bisa jadi “uang masa depan” tersebut bisa tidak ada wujudnya lagi karena ditelan invenstasi ‘bodong’

2,241 views   |   4 shares
  • Di saat kondisi ekonomi mulai membaik dan pengasilan meningkat, setiap keluarga mulai memikirkan bagaimana dapat mengembangkan uang sisa bulanan yang dapat memberikan keuntungan maksimal. Hasrat memperoleh keuntungan maksimal dalam waktu yang singkat perlu diwaspadai, karena bisa jadi "uang masa depan" tersebut bisa tidak ada wujudnya lagi karena ditelan invenstasi 'bodong'. Apa dan bagaimana sebenarnya investasi 'bodong' itu?. Untuk memahaminya, ikuti uraian di bawah ini.

  • 1.Investasi

  • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi diartikan penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dengan demikian dalam berinvestasi terdapat: Uang, Perusahaan atau Proyek dan Keuntungan. Kesemua komponen tersebut perlu mendapat perhatian dari segi legalitas dan kepatutannya.

  • 2.Perusahaan

  • Ketika Anda ditawari untuk menempatkan uang ke suatu perusahaan dan Anda tertarik untuk terjun ke dalamnya, sebelum Anda melakukan langkah apa pun, pertama-tama Anda harus melakukan pengecekkan keberadaan dan legalitas perusahaan tersebut. Cari tahu izin usahanya dan siapa yang menerbitkannya. Perusahaan investasi biasanya mendapatkan izin operasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • 3.Penawaran

  • Setiap perusahaan investasi selalu memberikan penawaran atas produk yang dijualnya. Perhatikan uraian penawarannya. Investasi yang 'nyata' biasanya perlu diuraikan dengan panjang lebar dan sedikit rumit. Sebaliknya, investasi 'bodong' biasanya singkat dan menggiurkan, serta menjanjikan imbal hasil yang sangat tinggi, misalnya: 15% per bulan, atau bahkan lebih.

  • 4.Keuntungan

  • Tujuan utama investasi adalah keuntungan. Sebagai perbandingan, investasi berupa tabungan saat ini memberikan imbalan bunga antara 4-6% setahun. Apabila ada investasi yang menjanjikan imbal hasil sampai 5 kali lipat atau lebih maka perlu waspada. Sudah tentu besarnya keuntungan bergantung dari jenis investasinya. Semakin besar risikonya biasanya besar pula imbal hasilnya.

  • 5. "Proyek"

  • Ada banyak jenis investasi yang beredar di masyarakat. Secara umum, jenis-jenis investasi yang biasanya ditawarkan ke masyarakat adalah: Investasi Uang, Investasi Valuta Asing, Investasi Emas, Investasi produk Pertanian, Investasi Produk Elektronik, Investasi Modal Usaha, Investasi Perkebunan, Investasi Kebun buah-buahan, Investasi Saham baik saham dalam negeri maupun luar negeri, Investasi Koperasi, Investasi Properti, Investasi Perhotelan, Investasi Peternakan, dan lain-lain.

  • Advertisement
  • 6. Pilihlah apa yang Anda pahami

  • Sebagai masyarakat awam, Anda tentu tidak memahami semua jenis investasi yang ditawarkan. Jika Anda tertarik untuk masuk dalam bisnis ini, maka sudah selayaknya Anda mulai belajar baik dari buku, on-line, atau dari orang-orang yang paham tentang hal itu. Hindari terjun ke salah satu 'proyek" yang ditawarkan hanya karena Anda tergiur atas imbal hasil yang besar.

  • 7.Contoh investasi 'bodong' - Koperasi Langit Biru (KLB) – Investasi Koperasi

  • PT KLB menawarkan dua paket investasi, yakni investasi paket kecil dan investasi paket besar. Investasi paket kecil bernilai Rp 385.000. Profit yang didapat pada investasi paket kecil yang ditawarkan KLB adalah Rp 10.000 per hari. Angka itu akan dibagi kepada perusahaan Rp 9.000, sementara investor Rp 1.000. Dengan demikian, dalam satu bulan, investor mendapat profit sebesar Rp 150.000. Adapun investasi paket besar dibagi dengan nilai investasi di atas 10 juta, yang bonusnya senilai Rp 1,7 juta per bulan (dari bulan ke-1 sampai ke-9). Memasuki bulan ke-10, investor akan langsung mendapat bonus Rp 12 juta. Pada bulan ke-24, investor juga dijanjikan akan mendapat keuntungan Rp 31,2 juta. Dengan tawaran yang menggiurkan itu, KLB akhirnya berhasil menghimpun 125.000 anggota dengan nilai total investasi mencapai Rp 6 triliun. Aktivitas penyerahan bonus akhirnya macet pada bulan Januari 2012 sehingga sejumlah investor mengadukan persoalan ini ke Polres Tangerang Kabupaten.

  • Sumber: Kompas online, 7 Juni 2012

Bantu kami menyebarkan

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Hati-hati penawaran investasi, jangan-jangan “Bodong”?

Hasrat memperoleh keuntungan maksimal dalam waktu yang singkat perlu diwaspadai, karena bisa jadi “uang masa depan” tersebut bisa tidak ada wujudnya lagi karena ditelan invenstasi ‘bodong’
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr