Bahaya dari Sikap Tidak Mau Memaafkan

Ketika kita disakiti oleh orang lain, apakah kesalahan itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, seringkali sangat sulit untuk memaafkan orang yang menyebabkan kita sakit.

27,425 views   |   135 shares
  • Ketika kita disakiti oleh orang lain, apakah kesalahan itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, sering sekali sangat sulit untuk memaafkan orang yang menyebabkan kita sakit. Sering kali, kesulitan untuk memaafkan adalah sebanding dengan rasa sakit yang telah terjadi. Seseorang yang telah sangat disakiti, atau orang yang dikasihinya telah disakiti, entah itu rasa sakit secara fisik, emosi, atau gabungan dari keduanya, merasa bahwa seakan-akan tidak mungkin lagi untuk melupakan perasaan marah dan sakit hati.

  • Walaupun demikian, ada pahala yang sangat indah bila dapat melupakan rasa sakit hati atau kegetiran. Pahala ini sepadan dengan usaha yang diambil untuk melupakan kemarahan dan membiarkan diri sendiri untuk disembuhkan, dan memaafkan.

  • Pertama, ketidakmampuan untuk memaafkan membuat seseorang tetap berada di masa lalu; berfokus pada hal-hal yang tidak dapat diubah. Mengingat-ingat terus sesuatu di masa lalu tidak hanya sia-sia tetapi juga tidak sehat. Tetap berkutat pada peristiwa-peristiwa di masa lalu, entah itu sebuah kesalahan yang nyata atau hanya anggapan saja, menghalangi seseorang untuk menghilangkan kegetiran beracun dan merusak yang justru lebih menyakiti orang yang merasa terluka daripada orang yang kepadanya amarah ditujukan.

  • Selain itu, menahan perasaan tidak mau memaafkan secara terus-menerus menghalangi seseorang dari kemajuan untuk menjadikannya seseorang yang lebih baik. Ketika seseorang mempertahankan perasaan yang tidak mau memaafkan secara berkelanjutan dan tidak ingin menghilangkannya, ini membuat situasi tidak berubah. Seseorang yang tidak mau memaafkan tidak memiliki ruang di hatinya untuk menerima pertumbuhan pribadi dan kesadaran akan diri sendiri. Sementara sering kali sulit untuk melupakan masa lalu untuk memperoleh kembali kemampuan bagi pertumbuhan pribadi, dan maju mengatasi kemarahan di masa lalu, namun usaha tersebut selalu sepadan.

  • Menjadi seseorang yang tidak dapat memaafkan juga membuat kita tidak dapat membangun, menguatkan, atau memperbaiki hubungan yang berharga. Kadang-kadang, jika seseorang yang berbuat kesalahan benar-benar menyesal dan berusaha untuk berdamai dan meminta maaf, maka seseorang yang tidak ingin memaafkan menolak kesempatan untuk memiliki hubungan yang sehat dengan orang yang belum dimaafkannya. Dalam situasi ini, memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut dapat menjadi mustahil. Tetapi, tanpa memandang situasi peribadi orang yang menyinggung, melupakan perasaan pahit akan menguntungkan orang yang terluka dan menolongnya maju mengatasi rasa sakit di masa lampau.

  • Advertisement
  • Ketika seseorang mampu untuk melupakan rasa sakit di masa lampau, menghilangkan kegetiran dan memaafkan orang lain, dia lebih mudah menemukan kedamaian bagi dirinya sendiri. Dia akan dapat menjadi lebih bahagia. Dia akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk diberikan kepada teman-teman, pasangan, anak-anak, dan siapa pun yang membutuhkannya.

  • Kemampuan memaafkan menganugerahkan banyak keuntungan kepada sang pemaaf yang tidak didapatkannya jika dia tidak membiarkan dirinya sendiri untuk melupakan kemarahannya. Dia akan mencegah agar kegetiran tidak sampai merusak dirinya secara emosi, dia akan mampu untuk maju dan menemukan waktu bagi pertumbuhan pribadi, dan dia akan mampu mencapai kedamaian bagi dirinya sendiri. Sekarang, dia akan dapat memberikan dirinya sendiri bagi orang-orang di sekelilingnya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “No budge on a grudge: The dangers of being unforgiving” karya Loralee Evans.

Bantu kami menyebarkan

Loralee Evans is a graduate of Southern Utah University. She is the author of three books, The Birthright, The King's Heir (both published by Cedar Fort Inc.) and her latest release, The Shores of Bountiful. Visit her website at loraleeevans.com.

Bahaya dari Sikap Tidak Mau Memaafkan

Ketika kita disakiti oleh orang lain, apakah kesalahan itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, seringkali sangat sulit untuk memaafkan orang yang menyebabkan kita sakit.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr