Mengapa remaja gemar sekali berkelahi?

Keluarga merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan karakter seseorang. Kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, serta penerimaan yang tulus adalah beberapa hal baik yang bisa diberikan atau diajarkan oleh keluarga kepada anak.

1,894 views   |   5 shares
  • Maraknya kasus tawuran di kalangan remaja sering membuat orangtua merasa was-was, berbagai macam cara pun akhirnya dilakukan agar anak-anak tidak menjadi korban. Menurut dr. Ludwig J. Perry dari University of Sydney, sebetulnya kegemaran seorang anak untuk berkelahi adalah imbas dari ketidakpuasan diri terhadap situasi dalam keluarga, hal ini semakin diperkuat dengan lemahnya kontrol emosi yang dimiliki oleh masing-masing anak. Namun, selain apa yang disampaikan oleh dr. Perry, sebenarnya ada beberapa hal lain yang menjadi penyebab mengapa remaja gemar sekali berkelahi, berikut ini di antaranya:

  • 1. Pola asuh yang salah

  • Sudah banyak remaja menjadi korban akibat perkelahian yang mereka lakukan. Karenanya, sebagai orangtua wajib memberikan pola asuh yang benar kepada mereka agar mereka tidak tumbuh menjadi pribadi petarung. Didiklah anak-anak dengan baik, dan berikan pemahaman bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah.

  • 2. Keluarga yang tidak harmonis

  • Keluarga merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan karakter seseorang. Kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, serta penerimaan yang tulus adalah beberapa hal baik yang bisa diberikan atau diajarkan oleh keluarga kepada anak. Niscaya, ketika fungsi keluarga berjalan sebagaimana mestinya, maka perkelahian yang dilakukan oleh para remaja dapat dihentikan.

  • 3. Gender sebagai lak-laki

  • Hal ini adalah faktor alamiah, di mana seorang laki-laki memang diciptakan harus bersikap berani, kuat, dan tangguh demi mampu menghadapi tantangan dalam kehidupan. Namun, anak-anak perlu juga memahami bahwa kekuatan otot saat ini tidak terlalu dibutuhkan dalam setiap upaya mengatasi permasalahan. Tetapi, ajarkan kepada anak-anak untuk lebih mengutamakan hati serta pikiran dalam setiap upaya untuk mengatasi masalah.

  • 4. Pengaruh lingkungan dan media

  • Lingkungan di mana seorang anak tinggal berpengaruh besar terhadap perkembangan emosi, mental serta kepribadian mereka. Oleh sebab itu, ketika seorang anak dibesarkan dalam sebuah komunitas yang keras, maka mereka mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diri agar tidak dianggap lemah oleh komunitasnya. Demikian pula halnya dengan pengaruh media, saat ini perkembangan teknologi telah berkembang dengan pesat, anak-anak bisa saja menyaksikan berita tentang peperangan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya melalui media. Tidak hanya itu, berbagai macam permainan elektronik seperti video game yang mengajarkan kekerasan juga bisa menjadi penyebab mengapa seorang anak akhirnya gemar berkelahi.

  • Advertisement
  • 5. Pernah menjadi korban kekerasan

  • Setiap makhluk hidup memiliki insting untuk mempertahankan diri. Karena itu, ketika seorang anak sering mengalami tindak kekerasan baik yang dilakukan oleh orangtua atau pun teman-temannya, maka insting untuk mempertahankan diri mereka akan bekerja. Mereka akan melatih diri sedemikian rupa, kemudian membentuk jati diri serta komunitas sebagai tempat perlindungan untuk berjaga-jaga seandainya tindak kekerasan akan mereka alami lagi.

  • 6. Gangguan kepribadian

  • Ada beberapa anak sejak lahir memang memiliki ketidakmampuan dalam membedakan mana yang baik dan benar, hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam otak yang bertanggung jawab dalam mengendalikan emosi. Anak-anak dengan karakter demikian tidak mudah memendam perasaan, sekali disakiti, maka seketika itu juga meledaklah kemarahannya yang berujung dengan perkelahian.

  • 7. Proses pembentukan jati diri

  • Tidak selamanya anak-anak yang gemar berkelahi kelak masa depannya akan suram. Adakalanya, perkelahian yang mereka lakukan di waktu muda hanyalah proses untuk pembentukan jati diri, tetapi akan hilang dengan sendirinya digantikan dengan kebijaksanaan ketika mereka tumbuh makin dewasa.

  • 8. Pergaulan yang salah

  • Pengaruh pergaulan yang salah juga bisa menjadi penyebab mengapa seorang anak akhirnya gemar berkelahi, mereka berusaha meyakinkan diri bahwa hanya melalui tindakan kekerasan dan intimidasi sajalah mereka diperhitungkan. Kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh gang motor atau perampokan mini market yang dilakukan para remaja adalah beberapa contoh nyata yang pernah terjadi.

  • Jangan biarkan perkelahian yang dilakukan oleh para remaja terjadi terus-menerus. Karena itu, sebagai orangtua diharapkan mampu mengayomi dan memberikan perhatian secara penuh supaya anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang santun, berbudi pekerti luhur dan menjauhi kekerasan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Mengapa remaja gemar sekali berkelahi?

Keluarga merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan karakter seseorang. Kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, serta penerimaan yang tulus adalah beberapa hal baik yang bisa diberikan atau diajarkan oleh keluarga kepada anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr