Refleksi Hari Anak Indonesia

Sedih, ingin menangis, dan marah tentulah ini yang dirasakan semua orang ketika peristiwa tersebut terjadi di depan mata kita. Inikah potret kehidupan anak-anak kita kelak. Tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka bermain.

402 views   |   1 shares
  • Tanggal 23 Juli adalah hari yang diperingati sebagai Hari Anak Indonesia. Semua anak di Indonesia harusnya merasa bahagia dengan peringatan ini. Hak-hak mereka sebagai anak yang selalu bermain dan melakukan hal-hal menyenangkan untuk anak seusian mereka, seharusnya difasilitasi. Tetapi apa yang terjadi saat ini?

  • Perdagangan anak untuk kepentingan pihak tertentu, semakin merajalela. Banyaknya korban kekerasan sehingga menyebabkan anak mengalami gangguan emosi dan traumatik berkepanjangan juga semakin banyak ditemui. Nasib anak-anak yang berada di tengah kisruh dan isu politik di beberapa kota. Banyaknya kasus kekerasan fisik dan seksual hingga berujung kematian, yang justru dilakukan oleh orang-orang terdekat. Kasus pedofilia di dunia maya juga semakin merebak. Korban penculikan anak yang terjadi di beberapa pusat perbelanjaan, maupun yang memang direncanakan. Banyaknya anak-anak yang dilahirkan justru dari hubungan pranikah pasangan muda-mudi. Banyaknya anak-anak yang digugurkan oleh ibu mereka sendiri. Banyaknya anak yang kekurangan gizi, dan akhirnya meninggal dunia karena tidak mendapatkan sumber makanan.

  • Sedih, ingin menangis, dan marah tentulah ini yang dirasakan semua orang ketika peristiwa tersebut terjadi di depan mata kita. Inikah potret kehidupan anak-anak kita kelak. Tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka bermain, bersenda gurau, berlari ke sana-ke mari.

  • Apakah kita hanya bisa diam, meratapi nasib mereka dan mengatakan, "ini bukan urusan saya" ? Atau justru kita tergerak untuk bergandengan tangan bersama membantu apa yang bisa kita lakukan untuk mereka, tanpa harus merasa ada batas antara kita dan mereka karena mereka adalah anak-anak Indonesia, anak-anak pewaris kebudayaan leluhur, anak-anak yang kelak membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Tetapi apa yang terjadi, mereka justru menjadi korban kepentingan orang dewasa.

  • Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga anak-anak ini?

  • Mulailah dari diri kita sendiri

  • Menjaga anak-anak kita sendiri. Berikan yang terbaik yang bisa kita berikan, mulai dari makanan bergizi, pendidikan yang layak, bentuklah mereka dengan karakter yang kuat, berikan perlindungan dari kejahatan seksual, tingkatkan kedekatan emosional, dan ajarkan mereka arti berbagi dan bersyukur. Bahwa di luar sana, banyak anak-anak seusia mereka yang tidak mendapatkan apa yang seperti anak-anak kita dapatkan. Maka bersyukurlah dan gerakkan hati anak-anak kita untuk berperan bagi hidup orang lain yang membutuhkan. Ajarkan mereka untuk membantu kehidupan anak lain di luar sana yang kurang beruntung, dengan memberikan pakaian, buku bacaan, perlengkapan sekolah dan mainan yang masih layak pakai.

  • Advertisement
  • Ikut serta dalam aktivitas kemanusiaan

  • Terlibatlah dalam organisasi-organisasi yang fokus pada kepentingan anak. Entah LSM, yayasan yang fokus pada anak ataupun hanya komunitas pemerhati anak. Dengan terjun langsung kita telah memberi kontribusi serta sumbangsih pikiran dan tenaga, untuk kelancaran program-program kerja yang bertujuan untuk kebaikan anak-anak di Indonesia

  • Orasi positif

  • Ini yang paling mudah untuk menyuarakan kepedulian kita terhadap permasalahan anak-anak di seluruh dunia. Berkampanye dengan cara yang positif, memasang poster, sticker atau banner sebagai bentuk kepedulian kita. Atau berkampanye melalui sosial media di akun pribadi milik kita, tentang keprihatinan kita serta memberikan wawasan pada orang lain.

  • Sebagai media berjalan

  • Banyak orangtua di luar sana yang mungkin saat ini belum paham benar tentang kondisi anak-anak di Indonesia yang saat ini kondisinya sangat kritis. Ikut memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada sesama orangtua, bisa tergabung dalam grup komunitas di sekolah anak, ibu-ibu pengajian atau arisan, atau saat posyandu. Caranya bagaimana? Kita bisa me-printout semua informasi yang ada internet dan kemudian memperbanyak jumlahnya, dan membagikannya pada orangtua lain yang tidak bisa menggunakan internet.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Refleksi Hari Anak Indonesia

Sedih, ingin menangis, dan marah tentulah ini yang dirasakan semua orang ketika peristiwa tersebut terjadi di depan mata kita. Inikah potret kehidupan anak-anak kita kelak. Tidak ada lagi tempat yang aman untuk mereka bermain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr