Sudahkah anak-anak Anda tahu bagaimana mengelola keuangan?

Melaluli ketekunan Anda mengajarkan tata kelola keuangan sejak dini, Anda sedang mempersiapkan anak-anak masa depan yang mapan dan tidak terjerumus dalam perilaku ‘besar pasak daripada tiang’.

2,626 views   |   8 shares
  • Ada pepatah mengatakan, 'Uang bukanlah segalanya tetapi segalanya perlu uang'. Sedemikian vitalnya peran uang dalam kehidupan pribadi dan keluarga, maka pemahaman bagaimana mendapatkan dan menggunakan uang adalah sebuah keharusan. Sebagai orangtua Anda berkewajiban menolong anak-anak memahami hal ini sejak dini sebelum mereka terlambat. Inilah beberapa gagasan yang dapat Anda gunakan.

  • 1.Setiap anak belajar dengan caranya sendiri

  • Walaupun mereka berasal dari rahim seorang ibu yang sama, setiap anak mempunyai ciri keunikannya masing-masing. Demikian pula bagaimana mereka belajar asas-asas penting kehidupan termasuk mengelola keuangan. Sebagai orangtua Anda perlu tahu cara yang efektif bagi masing-masing anak agar pengajaran Anda dapat masuk di 'hatinya' dan membuahkan hasil. Jika Anda belum memulai, cobalah cara ini. Setelah mereka melakukan pekerjakan dan masing-masing mendapatkan 'upah', di akhir hari tanyakan satu persatu bagaimana uang tersebut digunakan. Dari percobaan ini, Anda akan tahu pola mereka membelanjakan uang dan kemudian Anda menyusun strategi bagaimana setiap anak bisa diajar dengan efektif.

  • 2.Pentingnya memahami pendidikan

  • Iklan lowongan pekerjaan di akhir minggu selalu mensyaratkan pendidikan minimal, apakah itu setingkat SMA, Diploma atau Sarjana. Pendidikan formal biasanya menentukan jenis pekerjaan dan penghasilan yang ditawarkan. Semakin tinggi persyaratannya, semakin tinggi pula jabatan dan gaji yang ditawarkan. Kita sadari bahwa ada pengecualian di mana sebagian orang bisa berhasil tanpa adanya pendidikan formal. Namun, pastilah kelompok ini tetap menempuh pembelajaran di luar sekolah melalui mengamati dan 'learning by doing'. Mungkin saja seorang anak menemui kesulitan di sekolah dan hampir menyerah. Seorang teman bercerita pengalaman tersebut. Keduanya menghadap sang Guru untuk meminta nasihat. Sang Guru bertanya, "kapan Anda mendapati seseorang akan lari sekencang-kencangnya?" Tanpa menunggu jawaban, sang guru menjawab sendiri, "sewaktu orang itu dikejar anjing. Nah, anak Anda baru akan belajar keras kalau ada pendorongnya, biarkan pelajaran saya menjadi anjingnya".

  • 3.Bekerja untuk mendapatkan uang

  • Perlu pemahaman sejak dini bahwa uang tidak didapat dengan mudah. Bekerja untuk mendapatkan uang seperti dua sisi mata uang logam, yang satu tidak bisa dipisahkan dari yang lain. Sejak anak-anak mampu menerima tugas, mulailah memberikan tugas yang langsung berhubungan dengan kepentingannya, seperti membereskan mainan, mengatur kursi, dan lain-lain. Sewaktu anak-anak mulai mengenal uang, maka segala sesuatu yang dimintanya yang perlu dibeli harus dihubungkan dengan upah dari pekerjaan yang dilakukannya.

  • Advertisement
  • 4.Belajar mengelola keuangan dengan cara yang menyenangkan

  • Permainan 'Monopoli' dikenal luas di masyarakat. Permainan ini melibatkan para pemain dalam jual-beli, sewa menyewa, membayar pajak, hipotik, biaya listrik, dan sebagainya. Ketika Anda mengajak anak-anak bermain monopoli, mereka dengan senda gurau belajar tata kelola keuangan dan investasi. Para pemain belajar bagaimana menggunakan uang untuk hasil yang maksimal dan efektif. Kadangkala terjadi kebangkrutan karena salah mengelola keuangan. Anda dapat mencari permainan-permainan lain yang dapat menolong menjelaskan pada anak-anak betapa pentingnya mengatur keuangan dengan cara yang tepat.

  • 5.Berikan teladan

  • Rumah adalah tempat pertama anak-anak belajar tentang uang. Tanpa Anda sadari mereka memperhatikan bagaimana orangtuanya mendapatkan uang dan mempergunakannya. Tidaklah mungkin Anda mengajarkan prinsip-prinsip keuangan yang baik lalu melakukan sebaliknya. Sebuah pepatah kuno mengajarkan, 'use it up, wear it out, make it do or do without' yang kira-kira artinya 'gunakan sampai habis, pakailah sampai usang, gunakan apa yang ada, kalau tidak punya jangan mengada-ada'.

  • Melaluli ketekunan Anda mengajarkan tata kelola keuangan sejak dini, Anda sedang mempersiapkan anak-anak masa depan yang mapan dan tidak terjerumus dalam perilaku 'besar pasak daripada tiang'.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Sudahkah anak-anak Anda tahu bagaimana mengelola keuangan?

Melaluli ketekunan Anda mengajarkan tata kelola keuangan sejak dini, Anda sedang mempersiapkan anak-anak masa depan yang mapan dan tidak terjerumus dalam perilaku ‘besar pasak daripada tiang’.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr