Watak yang hendaknya dimiliki calon pasangan hidup

Ada satu watak penting yang hendaknya Anda cari dalam diri seorang pasangan hidup, namun sayangnya, seringkali terlupakan.

12,108 views   |   23 shares
  • Ada satu watak penting yang hendaknya Anda cari dalam diri seorang pasangan hidup, namun sayangnya, seringkali terlupakan.

  • Pesan editor: Pada mulanya artikel ini diterbitkan dalam blog Kevin A Thompson. Diterbitkan di sini dengan izinnya.

  • "Selama sakit maupun sehat"

  • Pada dua kesempatan saya telah mengucapkan kata-kata itu [sewaktu menikahkan mereka] dengan penuh keyakinan bahwa pasangan hidup yang mengucapkannya menyadari artinya.

  • Yang pertama saya masih dapat tersenyum. Dia bertahan, dan pernikahan adalah hadiah untuk penyakitnya. Mereka mengarungi hidup bersama penuh perjuangan menghadapi penyakit yang serius sebagai teman kencan. Sekarang mereka telah menjadi suami isteri. Mereka telah siap dengan kata, "selama sakit maupun sehat."

  • Yang kedua saya menitikkan air mata. Dia hanya hidup beberapa minggu. Akad nikah tersebut merupakan hadiah suami untuknya. Saya hampir tidak berani mengucapkannya karena takut itu terlalu menyakitkan. Tetapi dengan pengunjung yang hadir, saya anggap mereka sebagai saksi atas ucapan "dalam sakit maupun sehat." Sebagaimana bunyi kalimat itu, demikianlah artinya, dan mereka semua memahaminya.

  • Hanya sedikit orang yang memikirkan penderitaan ketika memilih pasangan hidup.

  • Mereka memikirkan bagaimana tampang pasangan hidup ketika bangun pagi atau kebiasaan buruk apa yang dimilikinya.

  • Mereka memikirkan keturunan yang bagaimana yang akan dilahirkan atau sanak keluarga apa yang dimiliki pasangan hidup.

  • Namun hanya sedikit yang memikirkan sebuah pertanyaan penting —- sanggupkah saya menderita bersama dia?

  • Terdengar seperti awal sebuah lelucon pernikahan, tetapi sebenarnya tidak demikian.

  • Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang serius dan seseorang yang sedang berkencan hendaknya memikirkannya dengan sungguh-sungguh.

  • Penderitaan adalah bagian hidup.

  • Makin tua seseorang, makin sadar kita bahwa penderitaan bukan peristiwa yang jarang terjadi, tetapi merupakan sebuah aspek umum kehidupan kita.

  • Bentuk duka tidak sama, yang sudah pasti adalah bahwa derita akan muncul.

  • Waspada: Tidak semua orang tetap tenang menghadapi penderitaan.

  • Beberapa orang hidup dalam penyangkalan —- tidak sanggup menghadapi dalamnya kenyataan hidup.

  • Beberapa orang hidup dalam keputusasaan —- tidak sanggup mengenali titik temu antara tawa dan air mata.

  • Hanya sedikit yang menghadapi penderitaan dengan anggun.

  • Mereka yang sanggup menghadapi penderitaan dengan tenang adalah merupakan sumber mata air kehidupan dan iman.

  • Advertisement
  • Dengan siapakah Anda akan bergandeng tangan ketika hasil pemeriksaan Anda tertulis, "kanker?"

  • Ke atas bahu siapakah Anda akan bersandar ketika dokter menyatakan, "Tidak ada lagi yang sanggup kami lakukan?"

  • Ingin bersama siapakah Anda ketika Anda tidak tahu di mana anak Anda berada atau kapan mereka akan pulang kembali?

  • Ketika hidup Anda berantakan, kepada siapakah Anda akan berpaling? Carilah seseorang yang sanggup menderita dengan tenang.

  • Saya sadar bahwa semua itu tidak penting ketika hidup masih sempurna.

  • Senyuman manis jauh lebih menarik daripada kebulatan tekad yang membisu.

  • Minat umum akan jauh lebih menarik daripada kekuatan batin.

  • Namun, bila hidup berantakan, Anda butuh seseorang untuk curahan hati, bukan seseorang yang Anda jauhi.

  • Seseorang yang percaya kepada Anda.

  • Seseorang yang membangun iman Anda, seseorang yang tidak membangkitkan keraguan.

  • Seseorang yang memberi harapan dalam keadaan apapun.

  • Bukankah dia cukup menderita?

  • Bukankah hidup itu sendiri sudah cukup menyusahkan?

  • Hidup itu sendiri sudah cukup menyusahkan, tidak perlu ditambah lagi.

  • Memilih pasangan hidup yang tidak sanggup menderita dengan tenang akan membuat hidup makin susah.

  • Itu hanya akan membuat penderitaan makin parah.

  • Itu hanya akan membuat duka makin menyakitkan

  • Itu hanya akan membuat luka makin dalam.

  • Namun demikian,

  • ketika pasangan hidup kita tahu bagaimana menghadapi penderitaan,

  • ketika mereka tidak hidup dalam penyangkalan, tetapi menantang penderitaan hidup,

  • ketika mereka tidak putus asa tetapi mengetahui bagaimana menyatukan tangis dan tawa,

  • ketika mereka menawarkan dukungan dan harapan dalam setiap tantangan,

  • ketika mereka sanggup melihat masa depan hidup,

  • maka,

  • setiap duka akan menyunting harapan

  • setiap kesedihan akan berbuahkan kasih

  • dan setiap kesakitan akan berpasangan dengan kesembuhan

  • Salah satu jaminan besar kehidupan adalah bahwa setiap orang, setiap pasangan hidup, akan mengalami penderitaan. Ketika memilih pasangan hidup, pilihlah seseorang yang sanggup menderita maka Anda tidak akan pernah merasa menyesal.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh: Effian Kadarusman dari judul asli: "The most overlooked of who you want to marry" oleh: Kevin A Thompson.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Kevin A. Thompson is Lead Pastor of Community Bible Church, a multi-site church in Fort Smith, AR. He currently writes a daily blog focusing on leadership, marriage, and parenting (specifically parenting a child with special needs). Along with his wife, Kevin is co-owner of JThompsonMMC, a full service media and marketing company based in Fort Smith. He is a graduate of Beeson Divinity School of Samford University and Oklahoma Baptist University.

Situs: http://www.kevinathompson.com

Watak yang hendaknya dimiliki calon pasangan hidup

Ada satu watak penting yang hendaknya Anda cari dalam diri seorang pasangan hidup, namun sayangnya, seringkali terlupakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr