Dekompresisasi setelah liburan

Liburan yang sedang dinikmati tersebut akan lebih menyenangkan dan merupakan kenangan yang manis bila transisi ke arah hidup ‘normal’ kembali tidak terlalu menyakitkan.

749 views   |   2 shares
  • Liburan sekolah dan liburan hari besar, seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru adalah sesuatu yang menyenangkan bagi semua orang terutama anak-anak sekolah. Tetapi, perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu ada akhirnya. Liburan yang sedang dinikmati tersebut akan lebih menyenangkan dan merupakan kenangan yang manis bila transisi ke arah hidup 'normal' kembali tidak terlalu menyakitkan.

  • Agar minggu-minggu awal sekolah tidak terlalu menyiksa, berikut adalah beberapa saran yang dapat menolong orangtua mulai menyiapkan anak-anak agar mereka tidak terlalu 'tersiksa' melangkahkan kaki ke pintu gerbang sekolah:

    • Sediakan satu minggu (atau paling sedikit tiga hari) sebelum masuk sekolah untuk melakukan dekompresisasi. Sama seperti penyelam yang menyelam di kedalaman air dengan tekanan yang lebih besar daripada atmosfir bumi, butuh dekompresisasi sebelum keluar ke permukaan air, karena kalau tidak, maka jumlah nitrogen dalam pembuluh darah terlalu jenuh dan dapat membahayakan kesehatan seseorang atau bahkan kematian. Walaupun liburan terlalu lama kemudian kembali masuk sekolah tidak menimbulkan bahaya seperti penyelam, tetapi untuk mengembalikan gaya hidup selama sebulan atau lebih kepada kehidupan sekolah, dibutuhkan persiapan-persiapan. Manusia tidak seperti tombol lampu yang dapat dinyalakan dan dimatikan dengan sekali tekan. Untuk dekompresisasi tersebut, silahkan baca langkah-langkah selanjutnya.

    • Selama periode dekompresisasi, pergi tidur lebih awal, bangun lebih pagi. Seminggu sebelum anak-anak masuk sekolah, sebaiknya jadwal tidur mereka sudah harus diubah. Kalau biasanya tidur hingga pukul 10.00 malam atau lebih, sekarang, mulai dibiasakan tidur lebih awal.

    • Kalau selama liburan sering tidur siang, karena tenaga dibutuhkan untuk dapat menonton TV atau film, atau bermain-main dengan teman-teman hingga sedikit larut, atau jalan-jalan dan makan malam bersama keluarga, maka sekarang tidur siang harus ditiadakan seminggu sebelum sekolah, sehingga malam dapat segera tidur.

    • Ajak anak-anak mulai membaca beberapa buku sehingga mereka mulai terbiasa dengan PR yang akan mereka hadapi selama sekolah. Untuk anak-anak yang lebih kecil usianya, mungkin orangtua yang membacakan buku-buku untuk mereka, dan melakukan berbagai kegiatan seperti sekolah sudah mulai , seperti mewarna, belajar menghitung atau menulis.

    • Sebelum tidur jangan menonton film atau TV. Kebiasaan menonton TV dan film juga harus dikurangi, karena cahaya yang dipancarkan oleh layar TV seringkali membuat seseorang lebih lama untuk segera dapat tidur. Biarkan mereka berada di kamar tidur bercengkerama dengan saudara mereka atau Anda sebagai orangtua mereka, membicarakan hal-hal yang menyenangkan dan menenangkan akan membantu mereka cepat pulas dan bangun dengan tubuh yang lebih segar.

    • Ganti kebiasaan menonton TV sebelum tidur dengan permainan seperti monopoli, puzzle, dan permainan lain yang menenangkan, yang membangun hubungan tali keluarga dan persaudaraan, sehingga mereka segera mengantuk dan siap untuk tidur.

    • Buatlah kegiatan bersama untuk merapikan kamar mereka, membantu melakukan tugas rumah tangga, menyingkirkan bahan-bahan, kertas-kertas yang tidak dibutuhkan dan mengosongkan tas sekolah mereka dan mengisi dengan bahan-bahan yang akan dibutuhkan.

    • Ajak mereka bersama untuk belanja bahan-bahan (Misalnya, pensil, buku tulis dan lain-lain) yang akan mereka butuhkan untuk sekolah mereka. Bila mereka membutuhkan seragam untuk sekolah, sebaiknya seragam tersebut sudah siap. Belanja kaus kaki atau sepatu mungkin dibutuhkan, karena mereka sedang tumbuh dan mungkin semuanya sudah tidak sesuai untuk mereka.

    • Makan malam lebih awal. Karena kebiasaan bangun pagi tidak dapat serta merta terjadi tanpa tidur lebih awal, maka makan malam harus juga lebih awal. Jangan biarkan mereka ngemil jajanan menjelang tidur. Paling bagus mulai makan malam sekitar pukul 6.00 sore sehingga sewaktu mereka masuk ke kamar tidur pukul 8.00 malam, mereka sudah tidak terlalu kenyang.

    • Kalau anak-anak diajak liburan ke luar kota, rencanakan pulang paling sedikit pada hari Sabtu dan jangan sekali-kali langsung sekolah setelah mendarat dari pesawat, misalnya.

    • Buatlah hal-hal tersebut di atas sebagai aturan dan sebagai orangtua, Anda pun wajib menjalankannya sehingga anak-anak memiliki teladan yang baik untuk dekompresisasi setelah liburan panjang.

  • Advertisement
Bantu kami menyebarkan

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Dekompresisasi setelah liburan

Liburan yang sedang dinikmati tersebut akan lebih menyenangkan dan merupakan kenangan yang manis bila transisi ke arah hidup ‘normal’ kembali tidak terlalu menyakitkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr