Ajarkan anak moral dengan menghargai karya asli

Barang bajakan dalam bentuk apa pun memang amat mudah didapatkan di negeri kita tercinta ini. Membelinya mudah, harganya murah, kualitas banyak yang sama baik. Tapi bagaimana dengan moral, dan penghargaan akan kerja keras seseorang?

702 views   |   3 shares
  • Anda suka barang diskon? Iya, semua orang pasti suka. Tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, ya, pasti menyenangkan. Apalagi kalau gratis!

  • Lalu bagaimana jika barang diskon itu adalah barang bajakan yang kualitasnya rendah. Sebuah keping CD yang tidak menampilkan gambar dengan kualitas terbaik, sebuah tas dengan bentuk yang amat mirip dengan merek asli namun dengan kualitas yang sama miring dengan harganya. Sesuatu yang palsu padahal benda aslinya merupakan hasil kerja keras, penuh kelelahan dari seorang seniman yang ingin menunjukkan karyanya?

  • Sebuah survei di buku The Fake Factor karya Sarah McCartney ternyata pernah menanyakan, "Apa alasan Anda membeli barang asli dari yang palsu?" Hasilnya, kualitas, harga, dan bahan berada di baris urutan pertama. Jadi, jika ada benda bajakan yang berkualitas bagus, harga masuk akal, dengan bahan yang cukup mumpuni, ya tetap akan dibeli. Sedangkan moral, yang seharusnya ada di urutan pertama, ternyata justru di urutan ke-tujuh.

  • Moral inilah nilai pertama yang harus kita ajarkan pada anak-anak. Ceritakan pada mereka proses selembar kulit sapi diubah menjadi tas cantik. Beri tahukan bahwa ada orang-orang yang memikirkan cara mengolah kulit, menggambar desain, melakukan prakteknya hingga berkali-kali sampai akhirnya berhasil. Di balik sebuah tas, ada kerja keras yang harus kita hargai.

  • Ajak mereka untuk mencoba sesuatu yang sulit sebagai sebuah tantangan. Misalnya, menciptakan lima buah lagu. Pikirkan bagaimana nadanya mengalun indah mengiringi lirik yang bagus. Biarkan ia berimajinasi, dan temani ia saat menggubah lagu-lagu tersebut. Rekam semuanya dalam sekeping CD, lalu ajak ia menjualnya.

  • Bayangkan betapa sulitnya proses tersebut. Kemudian pikirkan bagaimana rasanya ketika sebuah karya yang dibuat dengan kerja keras itu dicuri orang, dibajak, dan dijual dengan harga yang amat murah. Lakukan itu pada semua hal agar anak Anda bisa menyadari bahwa membeli bajakan adalah sesuatu yang bertentangan dengan moral.

  • Membeli bajakan hampir sama seperti membuang sampah sembarangan. Kebanyakan orang melakukannya, bahkan tidak ada hukuman tegas bagi pelakunya. Tapi kita semua tahu bahwa hal itu bertentangan dengan moral.

  • Haruskah kita mengikuti orang lain; membeli barang palsu, lalu membuat para seniman itu tidak bisa mendapatkan hasil dari kerja keras mereka? Kita punya penghasilan dan moral, jangan pelit. Berikanlah hak orang yang seharusnya mereka dapatkan. Ingatlah bahwa di balik barang bajakan tersebut ada seorang seniman yang menderita karena hasil jerih payahnya tak laku dijual. Ada orang-orang yang akhirnya berhenti berkarya, dan kesulitan ekonomi. Inikah yang kita ajarkan pada generasi penerus?

  • Advertisement
  • Jika para pengrajin, seniman dan penghasil benda-benda seni itu mendapatkan hasil yang sesuai dengan jerih payahnya, kehidupan mereka akan terjamin. Karena itu, ajarkan anak-anak kita bahwa untuk membeli barang asli, memang harus lebih dalam merogoh kocek. Jadi, jika sungguh-sungguh menginginkannya, mereka harus bekerja lebih keras lalu menabung lebih rajin. Percayalah, langkah kecil itu akan turut menguatkan seluruh negeri.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ajarkan anak moral dengan menghargai karya asli

Barang bajakan dalam bentuk apa pun memang amat mudah didapatkan di negeri kita tercinta ini. Membelinya mudah, harganya murah, kualitas banyak yang sama baik. Tapi bagaimana dengan moral, dan penghargaan akan kerja keras seseorang?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr