Langkah kecil dukung ASI

Air Susu Ibu adalah komponen terpenting dalam kebutuhan gizi seseorang sejak awal masa kehidupannya. Meski hal ini sangat alami, namun ternyata tidak semua kalangan paham. Tugas kita untuk mengembalikan kepercayaan orang pada hal yang fitrah itu.

463 views   |   1 shares
  • "Saya lagi ngumpulin uang, nih. Nabung biar punya uang cukup, jadi nanti anak saya bisa minum susu kaleng yang paling bagus. Biar sehat, biar pinter," ujar seorang Satpam dengan lugas dan nada senang.

  • Wah wah. Ini mengingatkan saya pada satu saat harus mewawancara dr. Utami Roesli, Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia. Menurutnya, ASI adalah jawaban bagi golongan menengah ke bawah. Karena, tentu saja, selain lebih sehat, ASI jauh lebih murah.

  • Belilah makanan bergizi, tidak perlu yang mahal, yang penting ada karbohidrat, sayur, dan protein yang cukup. Tidak perlu mahal, bisa tempe, tahu atau ikan, serta banyak air mineral. ASI nya akan berlimpah, dan anaknya jadi lebih sehat, cerdas, tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk susu formula. Apalagi, pemberian susu formula terlalu banyak akan membuat anak 16 kali lebih sering dirawat di rumah sakit, darimana lagi uangnya?"

  • Apalagi, menurut Utami, "Anak yang diberikan ASI sesuai dengan idealnya, akan lebih jarang diare, bahkan terhindar dari radang paru-paru. Tapi yang saya selalu angkat, 5 penelitian ilmiah menemukan bahwa anak-anak dengan susu formula akan lebih sering terkena kanker anak."

  • Selain itu pun, menurut dia, ASI jelas menghindari anak terkena gizi buruk dibandingkan anak yang terus mengonsumsi susu formula. Anak yang terkena gizi buruk 20 persen sel otaknya mati dan tidak dapat dihidupkan kembali. Kalau otaknya sudah bolong, bagaimana mau diberi hak pendidikan.

  • Terakhir, penelitian yang melibatkan 2.900 ibu hamil yang begitu lahir, anaknya diikuti sampai usia 14 tahun untuk di cek tingkah lakunya. Kesimpulannya, makin lama disusui, semakin jarang terjadi gangguan mental anak dan remaja. Ada beberapa withdrwal (menarik diri), anxiety, depresif, psikosomatis (penyakit psikis tapi menyerang fisik), gangguan cara berpikir, gangguan perhatian, termasuk autism di dalamnya, gangguan bersosialisasi terhadap lingkungan luar, agresif, dan kenakalan remaja, merupakan beberapa gangguan mental yang dialami oleh anak dengan konsumsi susu formula yang lebih banyak dari ASI.

  • Sayangnya, hal yang paling menghambat kemajuan sosialisasi pentingnya ASI adalah: promosi besar-besaran dari produsen susu formula. Masyarakat di kalangan menengah, sudah cukup banyak yang memperhatikan hal ini. Sudah banyak yang giat mempromosikan ASI dan mendukung gaya hidup sehat. Namun apa yang terjadi dengan orang lain di sekitar kita? Para satpam, tukang ojeg, kuli bangunan.

  • Advertisement
  • Faktanya, hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu pasar utama dalam pemasaran produk susu formula. Jadi, menurut David Clark, nutrition specialist dari UNICEF, dari angka penjualan sufor dunia yang meningkat sebesar 37 persen dari 2008 sampai sekarang itu, sedikit banyak, terpengaruh oleh angka penjualannya di Indonesia.

  • Malahan, Prof Dr M Aman Wirakartakusuma, salah seorang peneliti senior di SEAFAST Center IPB, pernah mengatakan bahwa sampai sekarang BELUM ADA PENGUJIAN atas klaim-klaim produsen susu atas produk susu formulanya.

  • Kita semua, yang lebih tahu, punya kewajiban untuk memberi pengetahuan bagi mereka yang belum mengerti. Lakukanlah mulai dari hal yang terkecil, ajak mereka untuk mengenal lebih dalam tentang ASI. Saat ada waktu luang di akhir pekan, jangan hanya menghabiskannya untuk beristirahat, atau malah berjalan-jalan di mal setiap saat.

  • Sempatkanlah untuk mengobrol dengan mereka yang belum memahami pentingnya ASI. Ceritakan bahwa ASI adalah cara termudah yang sudah diberikan Tuhan, satu paket dengan bayinya. Perkaya juga pengetahuan kita, agar bisa menjelaskan mengenai keutamaan ASI dari segala aspek. Bayangkan, jika satu persatu mulai memiliki pengetahuan itu.

  • Mereka bisa menghemat begitu banyak, dan ingatkan agar menabung. Tabunglah uang-uang yang dulu dikumpulkan untuk membeli susu, dan alokasikan untuk biaya pendidikan anak. Berhenti merokok, utamakan ASI. Penghematan luar biasa akan terjadi di keluarga-keluarga yang tidak mampu. Mereka bisa hidup lebih layak, lebih sehat, dan tentunya lebih nyaman. Hal ini juga akan berdampak baik bagi semua orang. Karena jika tingkat kemiskinan menurun, lalu anak-anak yang tumbuh pun sehat dan cerdas, maka tingkat kriminalitas juga akan menurun.

  • Bayangkan, betapa banyak hal yang akan menjadi baik, jika semua orang paham bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi hingga usianya dua tahun. Dan bayangkan, Anda melakukan hal kecil, namun dampaknya bisa sedemikian besar. Yuk!

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Langkah kecil dukung ASI

Air Susu Ibu adalah komponen terpenting dalam kebutuhan gizi seseorang sejak awal masa kehidupannya. Meski hal ini sangat alami, namun ternyata tidak semua kalangan paham. Tugas kita untuk mengembalikan kepercayaan orang pada hal yang fitrah itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr