Mudik dengan anak? Tidak perlu memaksakan

Pulang ke kampung halaman, adalah saat-saat yang dinanti saat hari raya tiba. Namun, kondisi saat semua orang mudik, biasanya cukup kacau. Sudah siapkah anak Anda dengan hal itu? Jika belum, tidak perlu memaksa mudik. Persiapkan dulu segalanya.

543 views   |   3 shares
  • Hari raya terbesar di Indonesia ini, adalah momen luar biasa bagi setiap orang yang merayakan, untuk pulang ke kampung halaman. Saatnya bisa bertemu lagi dengan keluarga dan handai taulan. Berbagi kebahagiaan dan menghilangkan rasa rindu karena lama tidak bersua.

  • Namun bagaimana dengan Anda yang masih memiliki bayi dan balita? Perlukah mereka turut serta dalam kebahagiaan mudik? Bagaimana dengan perjalanan panjang yang melelahkan?

  • Ada banyak hal yang perlu diperhatikan jika memang harus mudik dengan anak-anak. Apalagi, jika menggunakan mobil pribadi dengan jarak tempuh yang lebih dari empat jam. Wuih, waktu yang amat panjang dan bisa membuat anak-anak merasa amat bosan duduk tertib di dalam kendaraan.

  • Biasanya, di kala semua orang ingin pulang ke kampung halaman, jalanan amat macet. Apalagi jika sudah semakin mendekati harinya. Perjalanan bisa dua bahkan tiga kali lebih lama. orangtua akan dihadapkan pada posisi yang amat sulit. Sebab, memang lebih nyaman jika menempuh perjalanan di waktu malam saat anak-anak sudah tidur.

  • Sayangnya, perjalanan malam punya risiko yang cukup tinggi jika belum terbiasa begadang. Namun perjalanan di pagi hari, saat anak-anak masih segar akan sangat melelahkan buat mereka, dan menimbulkan ketegangan sendiri untuk orangtua.

  • Maka, pilihan lain seperti kereta api dan pesawat terbang terdengar lebih masuk akal, untuk mudik bersama anak. Untuk itu, jangan pernah lupa membeli tiket sejak jauh-jauh hari. Karena biasanya harga tiket melambung tinggi saat waktunya sudah dekat denga hari-H. Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah keamanan serta kenyamanan anak-anak.

  • Kereta api akan begitu penuh dan begitu juga situasi di stasiun serta bandara. Maka, pastikan Anda tetap mengawasi keberadaan anak-anak juga barang-barang. Sebab, saat itu risiko terjadinya kejahatan menjadi tinggi. Kondisi kesehatan mereka pun wajib dicek terlebih dahulu, pastikan mereka sudah makan makanan yang sehat sesuai kebutuhan, serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Sebab resiko penularan penyakit pun menjadi tinggi.

  • Kepergian ke luar kota saat mudik, memang momen sakral yang bisa jadi menyenangkan. Apalagi saat sampai di kampung halaman, yang hangat dan sarat dengan kebahagiaan berkumpul bersama. Hal ini akan menjadi kenangan yang indah di ingatan anak-anak. Namun, orangtualah yang paling mengenal anaknya. Sebaiknya Anda tidak memaksakan hasrat pulang kampung jika kondisi anak-anak tidak optimal.

  • Apalagi jika anak Anda masih bayi atau balita. Usia ini masih belum stabil, dan mudah terserang virus atau bakteri. Ingatlah bahwa masih akan ada kesempatan di lain waktu untuk berkumpul bersama. Prioritaskan dulu anak-anak Anda. Pastikan mereka siap dengan segala keriuhan mudik. Ajak mereka bicara sejak jauh-jauh hari, perlihatkan akan seperti apa nanti kondisinya, agar mereka tidak kaget.

  • Advertisement
  • Ajak mereka juga memersiapkan kesehatan dan staminanya. Maka, jika penilaian Anda menyatakan mereka belum siap untuk dibawa bepergian jauh, di kala situasi yang hiruk pikuk saat mudik itu, ikuti kata hati Anda. Berikan penjelasan pada sanak saudara di kampung halaman. Jelaskan bahwa anak Anda belum siap untuk menghadapi keruwetan mudik.

  • Siapkan waktu lain, saat kondisi jalanan dan stasiun atau bandara dalam kondisi yang stabil, untuk pulang ke kampung halaman. Biarkan anak-anak terbiasa dulu dengan perjalanan jauh, namun dalam kondisi normal. Ceritakan lagi perlahan pada mereka, bahwa saat waktunya mudik lebaran, tidak senyaman ini dan suatu hari nanti mereka harus mencobanya, karena seru, banyak teman yang bisa diajak berkenalan di jalan.

  • Banyak kisah yang bisa diceritakan nantinya, dan banyak pengalaman baru yang bisa diingat. Biarkan anak-anak melakukan adaptasinya sendiri, dan biasakan dulu mereka agar tidak kaget, lalu lelah kemudian jatuh sakit. Hal ini menjadi penting, karena risiko seperti tertular penyakit, atau hal-hal buruk lainnya justru akan merusak kesyahduan hari raya Anda.

  • Apa enaknya, sampai di kampung halaman lalu harus berkutat dengan anak-anak yang sakit? Tidak ada nikmatnya, jika Anda pun terlampau lelah hingga tidak punya lagi energi lebih untuk bertandang ke sana ke mari. Memaksakan mudik pada keluarga yang belum siap, tidak sesuai dengan makna idul fitri itu sendiri. Lebaran, ya tetap lebaran. Meski Anda tidak pulang ke kampung halaman. Anda tetap bisa mengajarkan indahnya hari raya, walau hanya makan ketupat dan opor bersama keluarga kecil anda.

  • Selamat hari raya idul fitri. Mohon maaf lahir dan batin.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mudik dengan anak? Tidak perlu memaksakan

Pulang ke kampung halaman, adalah saat-saat yang dinanti saat hari raya tiba. Namun, kondisi saat semua orang mudik, biasanya cukup kacau. Sudah siapkah anak Anda dengan hal itu? Jika belum, tidak perlu memaksa mudik. Persiapkan dulu segalanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr