Ibu, berhentilah mengeluh

Pernahkah Anda merasa begitu kosong dan bahkan kadang berpikir Anda kini menjadi bodoh sejak memiliki anak, dan memutuskan untuk diam di rumah dan mengurus anak? Anda bahkan kehabisan kata saat harus bercerita mengenai diri sendiri.

4,612 views   |   13 shares
  • Pernahkah Anda berada dalam posisi, duduk memegang bolpoin dan kertas. Kemudian mulai menulis..

  • Dear diary....

  • Kemudian terdiam dan terdiam hingga rasanya terlalu lama. Ya, terdiam karena Anda tidak tahu mau menulis apa. Sepertinya tidak ada satupun kisah yang bisa Anda ceritakan, bahkan kepada diary, tentang hari-hari Anda. Begitupun saat tidak sengaja bertemu kawan lama di supermarket, misalnya.

  • Betapa bahagianya Anda mendengar ia berceloteh mengenai dirinya, atau saat Anda dan ia membicarakan mengenai kabar teman-teman lainnya. Namun Anda kembali terdiam, saat ia bertanya "Kalau kamu sendiri, sekarang, sibuk apa?"

  • Menyedihkan rasanya. Saat seolah terjebak dalam kondisi stagnan, tidak ada yang berubah dari hari ke hari Anda. Anda hanya melakukan rutinitas harian sebagai seorang ibu, seorang istri dan seorang perempuan yang diam di rumah. Mengurus anak, menyiapkan makan, menata isi rumah. Baju-baju dilemari seolah meledek Anda.

  • Karena dulu, saat sempat bekerja, baju-baju tersebut rasanya tidak pernah cukup sebab harus dikenakan setiap hari. Sekarang? kaos dan celana pendek, atau daster saja. Selama ada kancing depannya untuk menyusui, maka baju itu bisa dipakai. Anda tidak keluar rumah di hari biasa, karena si buah hati masih kecil.

  • Dan betapa bahagianya Anda saat akhir pekan datang. Karena saat itulah Anda bisa berjalan-jalan, makan di luar, belanja mingguan, atau sekadar bertandang ke rumah orangtua, saudara dan teman. Sisanya? Ya Anda akan mengalami statisnya kehidupan. Berjalan lurus dari hari ke hari. Membosankan. Hingga bahkan tidak bisa Anda ceritakan, karena kalimat yang akan keluar hanyalah "Sibuk menyusun menu, memasak, mengurus rumah, menyusui bayi dan nonton dvd"

  • Saya pernah ada di posisi itu. Cukup lama hingga saya tersadar, bahwa saya seharusnya tidak mengeluh. Apalagi sejak membaca The Baby Book karangan Dr William Sears. Ia mengatakan "Bila Anda dianugerahi bayi yang sering menyusu, Anda mungkin akan berkata 'Saya tidak sempat melakukan apapun'. Tetapi Anda sesungguhnya telah melakukan sesuatu yang besar. Anda telah melakukan pekerjaan paling penting di dunia, yaitu mengurus manusia."

  • Iya, mengurus manusia. Mendidiknya, memastikan keamanannya, memastikan asupan gizi dan kesehatannya, memberikan kontribusi penting pada dunia dalam membina satu orang manusia, yang bukannya tidak mungkin menjadi salah satu agen perubahan. Bayangkan, betapa besarnya tugas dan tanggung jawab Anda. Betapa kerasnya pekerjaan Anda kini.

  • Advertisement
  • Mungkin Anda memang tidak ke mana-mana, dan banyak di rumah. Maka mulailah berkenalan lebih banyak dengan lingkungan sekitar. Jangan lupa untuk tetap selektif dengan orang-orang yang bisa Anda ajak berteman. Tidak perlu turut serta bergabung dengan "genk" gosip tetangga. Carilah mereka yang punya visi dan misi sama dengan Anda, kemudian kerjakan hal-hal bermanfaat bersama.

  • Jika tidak ada, mulailah dengan menonton film-film yang menginspirasi, mulailah berselancar dan temukan inspirasi dari berbagai belahan dunia. Kontaklah teman-teman Anda, ajak mereka berkreasi bersama. Jangan persempit dunia Anda, sebab kontak kini bisa melalui berbagai cara. Video call, chat, ajak mereka mengobrol dan mulailah kerjakan hal-hal menyenangkan dan berguna. Jangan lupa, ajak si kecil terlibat dalam kegiatan Anda. Perlihatkan kepadanya bahwa ibunya, adalah orang yang bertanggung jawab dan tidak menghabiskan waktu di depan tv dengan daster dan rol rambut.

  • Lupakanlah rasa stagnan yang Anda alami, Anda punya banyak tugas mulia menanti di depan mata, mendidik anak, memberikan contoh pada anak, mengajarinya untuk menjalani hidup sebagai manusia yang peduli dan bertanggung jawab, serta tidak mudah mengeluh karena Tuhan tidak tidur.

  • Bukan, solusinya bukan selalu tinggalkan si kecil dan bekerjalah keluar agar tetap dinamis. Jangan khawatir. Hidup Anda akan tetap dinamis, jika Anda mampu memanfaatkan segala sumber yang ada. Jadilah kreatif, ajaklah anak Anda untuk tumbuh dengan kreatif. Dan berbahagialah, karena tidak ada yang bisa menghentikan otak Anda untuk terus menghasilkan sesuatu.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ibu, berhentilah mengeluh

Pernahkah Anda merasa begitu kosong dan bahkan kadang berpikir Anda kini menjadi bodoh sejak memiliki anak, dan memutuskan untuk diam di rumah dan mengurus anak? Anda bahkan kehabisan kata saat harus bercerita mengenai diri sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr