Kejar cita-citamu, Nak.

Kenakalan remaja belakangan ini mulai terasa begitu mengkhawatirkan. Hal ini menjadi momok yang membuat orangtua khawatir akan masa depan anaknya. Karena itu, mari, kita tanamkan cita-cita pada anak, sejak dini. Sebab dengan itu mereka punya tujuan.

571 views   |   shares
  • "Manusia adalah hewan buas pencari tujuan. Hidupnya hanya berarti jika ia telah berhasiil menjangkau dan berjuang keras untuk mencapai cita-citanya." –Ariestoteles.

  • Bagaimana perasaan Anda saat membaca berita tentang tawuran yang memakan korban nyawa remaja? Kumpulan anak-anak muda pengguna narkoba yang kemudian meninggal overdosis? Pria tanggung usia muda yang menjadi begal dan berbondong-bondong diseret masuk bui?

  • Bagaimana mungkin, anak-anak muda yang semestinya jadi harapan bangsa, kebanggaan orangtua, punya banyak energi untuk mengukir jutaan prestasi, malah meninggal sia-sia karena tawuran dan narkoba. Atau kemudian menghabiskan masa mudanya di dalam bui. Bagaimana mengajarkan anak-anak kita agar jauh dari perilaku semacam itu?

  • Berikanlah mereka tujuan, sedari dini.

  • Iya, perkenalkan mereka pada cita-cita. Ajak mereka mengetahui berbagai profesi, tanamkan bahwa mereka harus punya keinginan menjadi sesuatu yang nantinya bermanfaat bagi orang banyak. Kenali karakter masing-masing anak, cari tahu secara mendalam apa yang paling mereka sukai dan sampai di mana kemampuan mereka dalam melakukannya.

  • Pertanyaan seperti "Mau jadi apa nanti kalau sudah besar?" adalah hal yang wajar dan biasa ditanyakan pada setiap anak. Lalu mereka akan menjawab dengan lantang "PILOT" atau "POLISI" hingga ke jawaban-jawaban yang lucu seperti "IRON MAN!!" apapun itu, tetaplah bersama mereka dan ajak mereka untuk mengejar apa yang dicita-citakannya.

  • Dukunglah mereka untuk terus berprestasi dan konsisten dengan cita-citanya. Hal ini menjadi mudah, apalagi dimulai sejak kecil. Sebab, menurut Profesor Mark Gabbott, dekan eksekutif dari Fakultas bisnis dan ekonomi, Universitas Macquarie, anak kecil punya ketertarikan alami dan rasa penasaran yang amat tinggi. Mereka sangat cepat dalam mempelajari sesuatu yang baru. Mereka bahkan mampu mengerti ide-ide yang rumit.

  • Oleh sebab itu, penting sekali bagi orangtua untuk mengembangkan bakat, kemampuan serta komitmen dari seorang anak agar mampu mengejar cita-citanya. "Termasuk di dalamnya membangun ketahanan mental dan kesadaran diri pada setiap anak, membuka kesempatan dan membantu mereka agar yakin bahwa mereka bisa menjadi apapun yang dicita-citakannya" kata Gabbott.

  • Termasuk menjadi iron man? Iya, itu juga. Jelaskan padanya bahwa iron man adalah seorang tony stark yang kaya raya, karena ia cerdas dan selalu rajin bekerja. Menciptakan sesuatu yang baru dan tidak pernah berhenti belajar. Ia juga kuat dan punya hati yang baik, karena ia bahkan merelakan dirinya, berjuang membantu umat manusia dengan penemuan yang canggih. So, apa salahnya menjadi iron man?

  • Advertisement
  • Maka ajaklah mereka untuk terus belajar. Letakkan tujuan itu di kepala, dan jangan pernah terlepas. Sebab tujuan itu yang akan membimbing mereka melewati masa-masa sulit saat remaja. Jika tiba saatnya mereka terbentur pada sesuatu dan hal-hal yang direncanakan itu ternyata tidak semulus yang dibayangkan, terus pacu semangatnya. Yakinkan mereka, agar segera bangkit dan coba lagi. "Tidak semua mimpi akan terjadi dengan mudah sesuai harapan, bukan tidak mungkin terjadi kegagalan dan kekecewaan. Namun, biarkanlah anak-anak Anda mengalami kegagalan itu. Hal ini menjadi penting sebagai proses pembelajaran, adaptasi, membangun ketahanan dan membuat mereka jadi lebih mandiri," ujar Profesor Gabbott. Memiliki mimpi besar, tambahnya, adalah hal yang amat menyenangkan. Selama anak-anak dan remaja itu memahami bahwa mimpi tersebut akan terjadi hanya dengan kerja keras, belajar, dedikasi dan doa kepada Sang Pemilik segalanya.

  • Cita-cita, bagaimanapun itu, adalah merupakan kunci penting dalam membesarkan seorang anak yang kuat dan mampu bersaing dengan siapapun. Atau setidaknya, ia tidak akan menghancurkan hidupnya begitu saja, sebab ia memiliki tujuan. Sesuatu yang harus dicapainya. Sesuatu yang akan membuatnya kembali lagi, saat sudah mulai tersesat.

  • "I'd imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn't be an extra part. I had to be here for some reason.

  • I always believed that the world is a machine. All of us were made for a purpose."

  • Hugo Cabret.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kejar cita-citamu, Nak.

Kenakalan remaja belakangan ini mulai terasa begitu mengkhawatirkan. Hal ini menjadi momok yang membuat orangtua khawatir akan masa depan anaknya. Karena itu, mari, kita tanamkan cita-cita pada anak, sejak dini. Sebab dengan itu mereka punya tujuan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr