Biasakan anak dengan perbedaan

Mereka yang hidup di sekitar kita, adalah saudara-saudara kita. Demikian menurut Robert Kennedy. Ya, perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Tidak sepantasnya menjadi alasan untuk terjadinya kekerasan. Perkenalkan hal itu sejak dini dalam keluarga.

627 views   |   3 shares
  • Kita mungkin hidup di negara yang tidak terlalu heterogen, karena kebanyakan penduduk kita masih warga asli. Bahkan kita juga masih punya mayoritas agama, meski tidak menjadi dasar negara. Namun, hal ini seharusnya bukanlah alasan untuk membeda-bedakan manusia.

  • Pada dasarnya manusia memang lebih suka berkelompok, dan berkumpul dengan orang-orang yang memiliki banyak kesamaan. Hal ini tidak menjadi masalah, selama kita tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun pada mereka yang berbeda. Mereka yang tidak beragama sama dengan kita, mereka yang tidak memiliki warna kulit dan struktur wajah yang sama dengan kita, mereka yang berasal dari daerah yang berbeda dengan kita, bahkan mereka yang tidak memiliki kesempatan yang sama dengan kita.

  • Ya, misalnya orang-orang berkebutuhan khusus, yang memang berbeda dengan kita. Atau mereka yang menderita penyakit, dan cacat bawaan. Ingatlah, bahwa mereka berbeda, tapi bukan berarti lebih buruk, lebih bodoh, lebih jelek, atau lebih rendah dari kita. Hal ini, harus menjadi poin penting dalam mengajarkan anak-anak. Bahwa kita tidak hidup di dunia dengan isi penduduk yang serupa. Tuhan menciptakan beragam manusia, agar saling mengenal. Saling mengisi kekurangan dengan kelebihan yang lain. Bukan untuk saling mencela, bahkan menyiksa.

  • Biasakanlah anak-anak dengan mengenal orang dari berbagai suku, dari berbagai negara, dari berbagai lapisan ekonomi. Perkenalkan mereka pada anak-anak yang tidak memiliki tangan, namun ternyata bisa menulis dengan kaki. Ajak mereka bertemu dengan anak-anak autisme yang sulit melakukan interaksi sosial, namun sungguh pintar mengolah data. Habiskan akhir pekan dengan mengunjungi teman-teman yang sakit, dan sedang berjuang untuk bisa terus hidup.

  • Rayakanlah ulang tahunnya bersama anak-anak yang tidak memiliki ibu dan ayah. Semangati mereka untuk membereskan kamar, lalu membagi mainan atau baju-baju yang masih bagus dengan mereka yang bahkan tidak pernah melihat toko mainan. Biasakan si buah hati dengan berbagai perbedaan. Ceritakan pada mereka berbagai ras yang ada di dunia, bahwa tidak masalah jika ada orang yang bermata biru dan berhidung amat mancung. Lalu di lain kesempatan ada orang yang bermata sipit dan berkulit kuning.

  • Kita sama-sama manusia. Robert F. Kennedy pernah mengatakan "Mereka, yang hidup bersama kita, adalah saudara-saudara kita". Iya, mari kita sama-sama tanamkan hal itu di benak si kecil kesayangan kita. Tidak perlu menanamkan bibit kebencian, dengan menceritakan hal yang buruk mengenai orang-orang yang dianggap penjajah.

  • Advertisement
  • Ajarkan saja pada mereka, cara bertahan hidup. Terangkan dengan jelas bahwa kini adalah masa persaingan yang ketat, karena itu mereka harus bisa lebih unggul ketimbang siapapun pendatang yang ada di sekitar kita. Bukannya memusuhi, memerangi dan mengusir, tapi berjuang lebih keras untuk bisa bersaing dan mengungguli mereka. Jadilah penyemangat, bukan pembenci. Karena untuk itulah Tuhan ciptakan persaingan, agar kita bisa lebih kreatif dan lebih semangat dalam mencapai cita-cita. Bukannya berhenti dan menyalahkan orang lain.

  • Tekankan juga bahwa, ada saudara-saudara lain yang membutuhkan pertolongan. Atau bahkan bisa diajak bekerja sama. Kenali mereka, lalu gali potensi masing-masing. Yakinlah bahwa ada sesuatu yang mereka bisa lakukan, dan kita tidak bisa. Bertemanlah dengan seisi dunia. Jadilah orang yang selalu berpikiran positif.

  • Jangan lupa bahwa bentuk kekerasan ada banyak, dan salah satunya dengan melakukan pembedaan di institusi. Baik pekerjaan maupun pendidikan. Orang miskin, orang dari ras yang berbeda, orang dengan kebutuhan khusus, tidak bisa mendapatkan hak sama dengan yang lainnya. Ini, adalah pengrusakan pada seorang anak dengan membiarkannya kelaparan, tanpa pendidikan, dan tanpa rumah. Hal ini akan merusak semangat seorang pria dewasa yang tidak berkesempatan menjadi ayah dan lelaki yang mampu menjaga keluarganya. Hal ini akan berdampak amat panjang, bahkan juga kepada kita lewat tindakan kriminal.

  • Saat Anda mengajarkan anak untuk membenci dan takut pada saudaranya, membedakan orang karena warna kulit, agama atau keyakinannya, menanamkan nilai bahwa mereka yang berbeda akan mengancam kebebasan kita, pekerjaan dan keluarga kita, maka di situlah kita akan tumbuh menjadi generasi yang melihat perbedaan sebagai musuh. Kita belajar untuk menaklukan dengan kekerasan, bukannya bekerja sama.

  • Hal baik apa yang pernah dicapai dari kekerasan? Apa yang bisa dihasilkan oleh kekerasan selain rasa benci yang turun temurun, serta dendam yang tidak kunjung reda? Demikian menurut Robert Kennedy. Ia juga menambahkan, tidak ada keburukan yang pernah menjadi kebaikan jika diselesaikan dengan cara perang dan pembunuhan. "Suara keras dari massa yang tidak bisa terkontrol adalah suara kemarahan. Bukan suara dengan alasan." Katanya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Biasakan anak dengan perbedaan

Mereka yang hidup di sekitar kita, adalah saudara-saudara kita. Demikian menurut Robert Kennedy. Ya, perbedaan adalah sesuatu yang wajar. Tidak sepantasnya menjadi alasan untuk terjadinya kekerasan. Perkenalkan hal itu sejak dini dalam keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr