Mendidik anak dengan hukuman fisik - efektifkah?

Dalam perjalanan pertumbuhan pada anak-anak pastilah mereka akan sering berbuat salah. Bila hal itu terjadi berikan 'hukuman' yang tepat yang dapat menghasilkan rasa penyesalan.

2,130 views   |   11 shares
  • Merupakan kodrat anak-anak yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru dan bereksperimen. Dalam perjalanan pertumbuhan ini, pastilah mereka akan sering berbuat salah bahkan tanpa disadarinya bisa berdampak agak serius. Bila hal ini terjadi, orangtua ataupun guru sering tidak kuasa untuk tidak memberikan hukuman fisik pada si anak. Adakah cara lain yang lebih baik alih-alih memberikan hukuman fisik?

  • Hindari menggunakan hukuman fisik

  • Sebagian besar kesalahan yang dibuat anak-anak adalah karena ketidaktahuannya. Memberi hukuman apalagi jika disertai dengan hukuman fisik dapat membuat anak malahan menjadi semakin 'liar'. Sayangnya, hampir 90 persen orangtua mengaku pernah memberikan hukuman fisik di saat anaknya membuat kesalahan. Para psikolog memperingatkan agar para orangtua menghindari menghukum anak secara fisik, karena bila berulang kali dilakukan dapat berlanjut ke kekerasan fisik dan menyebabkan keseimbangan emosi anak terganggu.

  • Hukuman yang disarankan

  • Sebuah penelitian dari University of New Orleans, Amerika Serikat, menyimpulkan tiga hukuman untuk anak berikut ini adalah yang paling efektif dibandingkan memukul. Dr. Frick dan tim peneliti mengamati dampak dari hukuman fisik pada 98 anak. Dampaknya ternyata lebih banyak negatifnya. Pelajaran yang didapat anak justru, jika sedang marah pada seseorang, dia diperbolehkan untuk memukul. Beliau mengatakan bahwa "Kuncinya adalah memiliki beragam bentuk hukuman yang tergantung pada usia anak". Di bawah ini adalah 3 cara yang cukup efektif dan tanpa menyakiti anak-anak seperti yang disarankan Dr. Frick lewat hasil penelitiannya dalam 'Journal of Applied Development Psychology'.

  • 1.Mendiamkan untuk usia 5 tahun ke bawah

  • Berikanlah waktu sendiri bagi anak untuk merenungi kesalahannya. Setelah itu, baru ajak dia mengobrol dan menanyakan apa alasan anak sehingga berulah seperti itu.

  • 2.Memberikan tugas rumah tambahan untuk usia 5 tahun ke atas

  • Anda dapat pula memberikan anak tugas rumah tambahan misalnya membersihkan kamar mandi.

  • 3.Tidak diizinkan melakukan kegemarannya

  • Anak-anak biasanya memiliki kesenangan melakukan sesuatu di masa senggangya. Berikan masa 'time out"selama beberapa hari untuk apa yang dia sukai dan isi waktu tersebut untuk melakukan hal lain yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri atau orang lain, misalnya merawat taman atau mencuci barang-barang miliknya sendiri.

  • Hukuman perlu sebagai langkah terakhir

  • Advertisement
  • Biasanya hukuman harus dipandang perlu sebagai langkah terakhir orangtua. Hal ini bisa dilakukan hanya bila Anda telah memberikan penjelasan berkali kali mengapa suatu perbuatan tidak boleh dilakukan. Anak-anak perlu belajar bahwa setiap perbuatan akan mempunyai akibat. Sebaliknya, bila anak-anak berbuat sesuatu yang baik, segeralah memberikan pujian dan ucapan terima kasih.

  • Lakukan dengan konsisten

  • Hukuman kepada anak Anda memang bukanlah solusi terbaik. Karena meski Anda hanya sesekali memukul anak, tetap saja dapat membuat anak cenderung mudah stres dan tidak percaya diri. Sangat mungkin memberikan hukuman fisik bagi anak Anda dapat menghentikan kenakalannya. Namun cara ini justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Bila kesalahan dibuat oleh si anak, segeralah melakukan tindakan sesuai anjuran dr. Frick di atas, dan lakukan hal tersebut secara konsisten.

  • Tindakan orangtua pada anak

  • 'Hukuman' yang tepat akan menimbulkan perasaan menyesal dari si anak. Ini akan mendorongnya untuk tidak mengulangi perbuatannya. Setelah menerima hukuman, pada umumnya anak akan berusaha menarik perhatian orangtuanya untuk memperlihatkan penyesalan mereka atas perbuatan buruknya. Setelah situasi emosional berakhir, sering kali anak ingin berada dalam pelukan orangtuanya. Anda sebagai orangtua harus menyambutnya dengan pelukan kasih sayang. Lakukanlah pembicaraan dari hati ke hati antara Anda dan anak karena hal ini memang perlu. Inilah hukuman yang berdampak positif karena meningkatkan perasaan cinta kasih antara anak dan orangtua.

  • Seorang ahli jiwa anak berkata, "Anak-anak yang melakukan segala hal dengan caranya sendiri sering merasa bahwa orangtua mereka tidak lagi mencintai mereka sejak mereka tidak peduli lagi terhadap apa yang mereka lakukan"

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Mendidik anak dengan hukuman fisik - efektifkah?

Dalam perjalanan pertumbuhan pada anak-anak pastilah mereka akan sering berbuat salah. Bila hal itu terjadi berikan 'hukuman' yang tepat yang dapat menghasilkan rasa penyesalan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr