Wajar atau tidak wajar sikap pasangan saat bertengkar?

Rumah tangga, di dalamnya bukan hanya ada bahagia tetapi juga ada masalah. Tentu saja jika kita mampu melewati masalah tersebut. Tujuan akhirnya juga untuk bahagia, yaitu bersama-sama dengan pasangan kita untuk memperbaiki dan mencari solusi bersama

5,189 views   |   7 shares
  • Rumah tangga, di dalamnya bukan hanya ada bahagia tetapi juga ada masalah. Tentu saja jika kita mampu melewati masalah tersebut. Tujuan akhirnya juga untuk bahagia, yaitu bersama-sama dengan pasangan kita untuk memperbaiki dan mencari solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi.

  • Tidak jarang, ada saja perilaku suami atau istri yang membuat kita kesal. Hingga akhirnya kita pun merasa sudah sangat marah dan terpancing emosi. Sehingga terjadilah pertengkaran dengan pasangan.

  • Saat kita sedang meluapkan semua emosi, ternyata respon pasangan justru membuat kita semakin kesal. Eiittss... jangan cepat menyimpulkan terlebih dahulu apa yang suami/istri kita lakukan.

  • Justru sikap suami/istri ini yang harus mampu kita bedakan, apakah memang wajar atau tidak wajar dalam merespon emosi kita saat itu yang sedang meluap-luap.

  • Lalu apa saja sikap suami/istri yang termasuk wajar dan tidak wajar?

  • SIKAP WAJAR

  • 1. Tidur

  • Saat kesal, ada pepatah lebih baik diam daripada bicara menyakitkan. Salah satu perilaku yang wajar dilakukan saat marah dengan pasangan, adalah tidur. Karena tidur secara tidak langsung membuat kita kembali merasa rileks dan setelah bangun suasanya hati semakin lebih baik dan bisa diajak bicara untuk menyelesaikan masalah.

  • 2. Diam

  • Diam di sini fungsinya untuk menenangkan diri sendiri dan juga memberi waktu pada pasangan kita untuk menenangkan diri. Waktu yang baik untuk diam dan saling introspeksi diri adalah tidak lebih dari 3 hari.

  • 3. Main HP

  • Kelihatannya perilaku ini menyebalkan. Karena saat kita marah-marah, tetapi suami/istri kita asyik main HP. Ada perasaan tidak didengarkan. Tapi perilaku ini lebih baik daripada pasangan membalas semua amarah kita dengan amarahnya.

  • 4. Pergi keluar rumah sesaat

  • Lagi-lagi kita akan merasa tambah kesal, tiba-tiba saja pasangan keluar rumah saat bertengkar dengan kita. Ini juga masih hal yang wajar. Daripada ia berada di dekat kita dan dapat menjadi boomerang bagi kita. Dengan dia keluar rumah, itu artinya dia memberikan waktu untuk dirinya sendiri dan bagi kita agar sama-sama menenangkan diri.

  • SIKAP TIDAK WAJAR

  • 1. Memukul dan menyakiti fisik

  • Sikap memukul jika terjadi pada rumah tangga kita, yang perlu diperhatikan adalah seberapa sering pasangan melakukan hal tersebut. Masalah apa yang diributkan hingga akhirnya terjadi peristiwa tersebut. Serta solusi apa yang telah dilakukan untuk menyelesaikannya. Menyakiti fisik adalah hal yang patut diketahui bahwa rumah tangga kita berada dalam kategori sangat perlu mendapatkan bantuan secara profesional, jika tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi.

  • Advertisement
  • 2. Memaki dan menghina

  • Tidak ada yang suka jika dikatakan hal yang tidak sebenarnya. Apalagi hal ini dilakukan oleh pendamping hidup kita. Manis di bibir saat pertama kali bertemu, tetapi setelah menikah semuanya hanya hinaan dan makian. Tentu tidak ada yang mau jika dinikahi atau menikahi hanya untuk dimaki-maki. Jika memang ini dilakukan saat emosi dan di luar kendali, mungkin sebagai pasangan kita dapat memaklumi hal tersebut. Apalagi jika kita sudah tahu betul karakter pasangan kita seperti apa. Tetapi jika hal ini dilakukan hampir setiap hari, apapun yang kita lakukan sebagai suami/istri, selalu dihina berarti sudah saatnya kita harus bertindak untuk memperbaiki hubungan antara kita dan pasangan agar menjadi lebih baik.

  • 3. Berbicara keras

  • Siapapun yang sedang dalam kondisi marah, sangatlah sulit untuk mengatur emosi saat itu. Ini benar adanya. Tetapi ketika setiap marah selalu saja berbicara keras, membentak bahkan disertai dengan merusak perabot, maka sebagai pasangan ada baiknya kita menghindar sementara waktu. Tidak menjawab, tidak terpancing dan tidak memberikan respon apapun yang dapat membuat suami/istri kita semakin di luar kendali. Tunggu sampai emosi keduanya reda, kemudian komunikasikan apa yang menjadi permasalahan utama rumah tangga kita.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Wajar atau tidak wajar sikap pasangan saat bertengkar?

Rumah tangga, di dalamnya bukan hanya ada bahagia tetapi juga ada masalah. Tentu saja jika kita mampu melewati masalah tersebut. Tujuan akhirnya juga untuk bahagia, yaitu bersama-sama dengan pasangan kita untuk memperbaiki dan mencari solusi bersama
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr