Perasaan yang dapat mengurangi kebahagiaan rumah tangga

Berapapun usia pernikahan kita, tidak akan berpengaruh jika di dalamnya kita selalu merasa bahagia dan bersyukur dengan semua yang diberikan Tuhan selama ini.

10,538 views   |   47 shares
  • Berapa usia pernikahan kita? 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, atau 25 tahun bahkan lebih dari itu. Berapapun usia pernikahan kita, tidak akan berpengaruh jika di dalamnya kita selalu merasa bahagia dan bersyukur dengan semua yang diberikan Tuhan selama ini.

  • Tanpa kita sadari, terkadang usia pernikahan sedikit atau banyak. Pasti ada perjuangan dan pengorbanan menuju kebahagiaan saat ini. Bersyukurlah karena kita mampu melewatinya dengan bijaksana bersama-sama dengan suami atau istri kita.

  • Tetapi ketika kita tidak mampu melewati cobaan itu, perhatikanlah apakah kita mengurangi kadar kebahagiaan itu justru dengan perasaan-perasaan yang kita bentuk sendiri. Perasaan-perasaan yang kita ciptakan selama menjalani biduk rumah tangga hingga saat ini.

  • Perasaan apa saja yang dapat mengurangi kebahagiaan rumah tangga kita saat ini?

  • Merasa bosan dan jenuh dengan aktivitas seksual

  • Kepuasan seksual sangat penting bagi kita maupun pasangan. Ketika ada salah satu yang memiliki kendala dan tidak merasa puas segeralah untuk memberitahukan pasangan kita. Diskusikan dan cobalah berbagai gaya percintaan yang baru. Jika belum dapat diatasi, segera konsultasikan masalah tersebut pada seksolog, agar kita dan pasangan kembali merasakan kenikmatan satu sama lain dalam bercinta.

  • Merasa kekurangan dengan penghasilan suami

  • Saat menikah masalah keuangan adalah point utama yang harus dibicarakan dengan pasangan. Karena ini terkait dengan biaya hidup serta kewajiban suami dalam menafkahi istri. Tentu kita sudah mengetahui berapa jumlah penghasilan suami bukan? Sebagai istri, sangatlah penting untuk menerima dan tidak mengeluh dengan penghasilan suami yang masih pas-pasan (menurut kita). Jika kita merasa cukup, maka berapapun penghasilan suami yang diperoleh, akan tetap terasa nikmat dan bahagia.

  • Merasa acuh atau tidak peduli pada pasangan

  • Hal yang paling berbahaya di dalam rumah tangga adalah, ketika suami dan istri sudah tidak lagi peduli dengan pasangannya masing-masing. Ini urusanku, ini urusanmu. Itu artinya kita hanya tinggal serumah dengan orang asing, tanpa mau terlibat secara emosional dengan orang tersebut. Jika sudah begini, tak ada lagi benih-benih cinta yang dulu diagung-agungkan. Karena semuanya terasa hampa.

  • Merasa lelah karena tidak diperhatikan

  • Suami dan istri bekerja di luar rumah. Suami bekerja, istri bisnis di rumah. Suami bisnis dari rumah, istri bekerja di luar rumah. Inilah tipe pasangan suami-istri jika dilihat dari pekerjaannya. Ketika semua sama-sama sibuk dengan aktivitasnya, maka ada salah satu atau keduanya akan merasa diabaikan. Jika keduanya sama-sama bekerja, maka kebutuhan untuk mendapatkan perhatian pasangan menjadi terabaikan. Karena kesepian itu akan terobati dengan rutinitas pekerjaan. Fitrah manusia adalah ingin dihargai, diperhatikan dan disayangi. Jadi sesibuk apapun aktivitas kita, jangan abaikan tugas dan kewajiban sebagai seorang suami dan istri, salah satunya adalah tidak mengurangi dan selalu memberikan perhatian pada pasangan.

  • Advertisement
  • Merasa selalu benar ketika ribut dengan pasangan

  • Tidak ada rumah tangga yang tidak pernah mengalami konflik. Bahkan justru konflik inilah yang mampu meningkatkan rasa bahagia kita dalam berumah tangga. Tetapi jika saat berkonflik, kita merasa selalu benar, tidak mau mengalah, dan selalu berusaha untuk mempertahankan argumen tanpa mau mendengarkan pendapat dari pasangan, maka hal inilah yang dapat mengurangi rasa bahagia dalam berumah tangga.

  • Ingin rumah tangga kita dilimpahi rahmat, rasa syukur dan kebahagiaan, mari kita sama-sama belajar untuk menghilangkan perasaan ini. Karena seyogyanya semuanya untuk kebahagiaan rumah tangga kita kemudian hari.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Perasaan yang dapat mengurangi kebahagiaan rumah tangga

Berapapun usia pernikahan kita, tidak akan berpengaruh jika di dalamnya kita selalu merasa bahagia dan bersyukur dengan semua yang diberikan Tuhan selama ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr