Saya akan Baik-baik Saja, tetapi Tidak Hari Ini

Kematian, perceraian dan peristiwa traumatis dapat menimbulkan stres dan kecemasan. Pelajari teknik untuk mengatasi, pemulihan, serta cara untuk menjadi lembut terhadap diri Anda.

1,608 views   |   shares
  • Bertahun-tahun yang lalu, setelah perceraian yang sulit saya berada dalam tangisan, berbicara dengan seorang teman yang menanyakan kepada saya pertanyaan-pertanyaan penting. Dia bertanya kepada saya kapan terakhir saya makan, saya tidak dapat mengingatnya. Dia bertanya kepada saya kapan terakhir saya tidur, saya tidak dapat mengingatnya. Dia bertanya kepada saya berapa berat badan saya yang sudah turun selama satu bulan terakhir. “Semuanya kecuali kulit dan tulang saya,” jawab saya. Dia menggelengkan kepala dan berkata bahwa kalau saya tidak mulai mengurus diri saya dengan cara yang lebih baik akhirnya saya akan masuk rumah sakit jiwa. Jadi saya memulai perjalanan saya untuk penyembuhan, dan menemukan arti dari keadaan baik-baik saja dan hidup untuk saat ini.

  • Kita semua telah merasakan trauma. Biarpun Anda tidak pernah mengalami perundungan atau kehilangan orang tersayang karena usia lanjut atau kematian yang tidak disangka-sangka. Jika Anda berpikir cukup panjang dan keras, Anda akan ingat saat-saat ketika Anda tersandung. Saat-saat ketika sebelumnya kehidupan terasa baik-baik saja dan Anda bernapas dengan lega tetapi setelah itu Anda dapat mendengar desiran darah di telinga Anda. Anda segera menyadari Anda tergeletak di tanah seakan-akan dada Anda baru saja terlindas mobil.

  • Saat terjadi trauma, agar dapat bertahan, banyak hal-hal fisik yang berlangsung dalam tubuh Anda. Adrenalin Anda terpacu dalam sistem tubuh Anda. Tubuh Anda merespon dengan cara melawan, berlari, atau diam terpaku.

  • Misalnya, Anda menghidupkan televisi dan menyaksikan peristiwa tragedi 11 September. Biarpun Anda tidak mengenal seorang pun di New York, Menara Kembar atau pesawat terbang, Anda mungkin telah terpengaruh secara mendalam oleh hal yang Anda saksikan. Apakah Anda melawan dan menginginkan seseorang untuk bertanggung jawab? Apakah Anda ingin lari menjauh atau mulai mengumpulkan barang-barang sebagai persediaan Anda? Mungkin Anda bereaksi dengan cara diam terpaku; duduk diam dan tidak bisa berhenti menonton. Setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda dan mungkin pada saat yang berbeda.

  • Hal yang Anda lakukan setelahnya agar sembuh dari trauma adalah penting. Mula-mula sesuatu yang dapat Anda lakukan adalah mencari cara untuk memproses kejadian tersebut. Pemrosesan akan membantu Anda mengurutkan pertanyaan serta pemikiran yang mungkin membuat Anda kewalahan.

  • Ada banyak cara untuk memproses kejadian traumatis. Anda dapat:

    • Menuliskannya.

    • Membicarakannya dengan seorang sahabat atau ahli profesional.

    • Bernyanyi atau melukisnya.

    • Memikirkannya.

  • Advertisement
  • Hal yang menarik adalah setelah peristiwa trauma besar, kita sering mendengarkan musik yang bagus karya musisi atau penulis lagu pada saat peristiwa itu. Saya yakin pikiran kita berusaha untuk menyatukan perasaan yang tidak menentu menjadi sesuatu yang bermakna dalam bentuk lukisan, puisi, dan cerita-cerita yang memberi penghiburan kepada kita.

  • Menurut United States National Mental Health Organization, setelah mengalami trauma, adalah penting untuk berada di sekitar para sahabat dan anggota keluarga yang mendukung yang akan mendengar dan membantu Anda memproses peristiwa itu. Keluarga dan sahabat yang mengasihi akan meningkatkan kemungkinan Anda untuk lebih cepat disembuhkan dan terhindar dari berbagai Gangguan Emosi Pasca Trauma.

  • Tahu bahwa Anda tidak harus selalu kuat, saat Anda menghadapi hari-hari yang buruk Anda dapat:

    • Meluangkan waktu untuk menangis.

    • Berjalan jauh atau mandi air hangat.

    • Tidur sedikit lebih lama.

    • Memasak makanan yang sehat. Hindari kafein dan zat-zat stimulan saat merasa cemas.

    • Berolah raga—-berlatih hingga berkeringat.

    • Berhenti sejenak, keluar dari rumah, dan tarik napas panjang.

    • Kurangi hal-hal lain penyebab stres. Misalnya, jika rumah Anda sedikit berantakan, biarkan saja kecuali membersihkannya akan membuat Anda terhibur.

  • Berhati-hatilah akan rasa bersalah

  • Kadang-kadang ketika kita berhasil melewati sebuah peristiwa dan orang lain tidak, kita mungkin memiliki rasa bersalah dengan rasa bahagia kita. Biarkan diri Anda merasa bahagia. Biarkan diri Anda menjalani hari-hari yang baik dan buruk tanpa menghakimi.

  • Berhati-hatilah dengan tanggal-tanggal saat terjadinya peristiwa traumatis

  • Kadang-kadang pada tanggal kematian atau trauma lainnya, Anda dapat teringatkan lagi saat mendekati atau pada tanggal tersebut.

  • Kenali hal-hal yang menjadi pemicu

  • Jika Anda merasa terpicu oleh musik, peristiwa, aroma, dan suara jauh setelah peristiwa tersebut Anda hendaknya mencari nasihat profesional. Misalnya, saya tidak akan melupakan hari pertama pesawat terbang di atas kepala setelah larangan terbang menyusul peristiwa 11 September. Saya sedang berada di toko saat pesawat terbang di atas atap yang tipis. Karena itu yang pertama, dan sudah lama kami tidak melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, orang-orang bersembunyi di kolong meja dan berlarian keluar. Beberapa orang hanya diam terpaku. Melawan, berlari, atau diam terpaku. Itu dapat dipahami karena terjadi sangat dekat dengan peristiwa tersebut. Jika mendengar suara pesawat memimbulkan rasa cemas jauh setelah bulan kejadian awalnya, mungkin saatnya untuk mencari nasihat ahli profesional. Lembutlah kepada diri Anda sendiri. Memahami trauma itu melelahkan secara fisik. Ingatlah untuk menarik napas dan pilihlah beberapa teknik untuk relaksasi. Cobalah Yoga atau Meditasi. Ingat bahwa menangis tidak apa-apa. Ketahuilah bahwa Anda tidak harus kuat setiap saat. Esok dan pada saatnya, tabib mujarab akan datang.

  • Advertisement
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “I'll be OK. Just not today” karya Shannon Symonds.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Shannon Symonds worked 14 years as an Advocate for families experiencing Domestic or Sexual abuse while raising 6 children in Seaside Oregon. She loves to laugh, write, run, paint and most of all play with her family and friends.

Saya akan Baik-baik Saja, tetapi Tidak Hari Ini

Kematian, perceraian dan peristiwa traumatis dapat menimbulkan stres dan kecemasan. Pelajari teknik untuk mengatasi, pemulihan, serta cara untuk menjadi lembut terhadap diri Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr