Menyekolahkan balita. Melatih kemandirian, atau melepas tanggung jawab?

Balita Anda masih berusia di bawah tiga tahun, lalu Anda mulai galau, haruskan mulai menyekolahkannya. Benarkan sekolah lebih baik ketimbang belajar bersama orangtua? Atau orangtua terlalu sibuk untuk mengajari anak-anaknya?

2,681 views   |   7 shares
  • Sejak usia berapa, seorang balita boleh bersekolah? Benarkah, balita Anda butuh sekolah sejak usianya sedini mungkin?

  • Pernahkah pertanyaan-pertanyaan ini terlintas di kepala Anda? Atau tidak ada sama sekali dan berkeyakinan bahwa anak harus sekolah sedari dini untuk belajar bersosialisasi juga belajar mandiri dan melakukan berbagai hal. Agar di kemudian hari menjadi orang yang unggul di sekolahnya.

  • Pernahkah Anda berpikir bahwa anak, adalah sepenuh-penuhnya tanggung jawab Anda, orangtuanya? Begitupun dalam hal pendidikan. Anak, bukan tanggung jawab guru. Kecerdasan, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi anak, adalah urusan orangtuanya. Namun yang banyak terjadi sekarang adalah, orangtua terlalu sibuk untuk mengajarkan anak sedari dini. Karena itu, anak "dilempar" ke sekolah. Nanti, jika anaknya protes, tidak ada perkembanngan, dan menolak sekolah, maka salahkan saja gurunya.

  • Ohya? Jangan-jangan semua itu terjadi karena sebetulnya anak Anda belum siap bersekolah.

  • Ketua komisi perlindungan anak, Arist Merdeka Sirait pernah mengatakan bahwa stres pada anak juga disebabkan oleh orangtua. Banyak pasangan yang tidak siap menjadi orangtua. Hal ini bisa dilihat dari ketidakmampuan mereka dalam mendidik anak. "Orangtua sering beralasan capek, sibuk cari uang, makanya anaknya bandel. Itu kan tugas orangtua, kalau tidak sanggup mendidik ya jangan punya anak," ujarnya.

  • Jadi, pentingkah menyekolahkan anak sejak usia dini? Jawabannya tidak penting. Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi, pakar perkembangan dan pendidikan anak, masuk sekolah sebelum usia 4 tahun itu tidak wajib. Selama ada yang bisa menjaga anak dengan aman, dan mampu memberikan stimulasi dengan baik, balita tidak harus masuk sekolah. Menurutnya, dengan pola pengasuhan yang baik di rumah, balita justru bisa bermain dengan bebas dan tenang. Tentunya juga perlu tambahan pengalaman bermain di luar rumah dengan tetangga, atau saudara-saudara.

  • Faisal M.ED, selaku praktisi pendidikan dan kepala sekolah dari International Islamic School di Kuala Lumpur, Malaysia, mengatakan bahwa sebaiknya anak mulai sekolah saat usianya menginjak tiga tahun. Di bawah itu, sebaiknya 'sekolah' di rumah dulu saja, karena tingkat kedewasaan anak-anak untuk menerima segala aktivitas di sekolah belum ada.

  • "Tunggu saja sampai si anak meminta untuk sekolah. Saat ia sudah bosan bermain dengan mainannya, dan butuh orang lain untuk diajak bermain." Lanjutnya. David Elkind, psikolog perkembangan, juga mengatakan, jika orangtua mampu menyediakan pendidikan anak usia pra sekolah di rumah, cukup kompeten dan punya dedikasi, dalam pengertian, cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus, sebenarnya preschool tidaklah penting.

  • Advertisement
  • "Preschool adalah nama lain dari tempat penitipan anak, tapi masyarakat merasa bahwa mereka harus melakukan semua ini, atau anaknya akan melewatkan kesempatan untuk masuk ke Harvard," ucap orangtua murid di Alexandria, AS. Yang diamini oleh Lindsay Burke, The will skillman Fellow in education di The Heritage Foundation. "Memasukkan anak ke Preschool sejak dini, tidak menghasilkan anak yang lebih berkualitas secara akademik, ketimbang yang tidak masuk preschool," katanya. Anak-anak usia dini, menurut Burke, akan lebih baik jika belajar di rumah bersama orangtuanya.

  • Jadi bagaimana sebaiknya? Menurut Anna, orangtua jangan bergantung pada sekolah. Jangan memaksakan anak untuk sekolah terlalu dini. Menurut banyak penelitian, anak yang terlalu muda bersekolah, mungkin saja bisa mengikuti pelajaran tapi seringkali memiliki masalah dalam perkembangan emosi dan sosialnya kelak.

  • Namun, ia menambahkan, jika di rumah memang tidak ada yang mengasuh dan mestimulasi anak dengan tepat, boleh saja bersekolah. Misalnya, di rumah hanya diajak nonton televisi tanpa kegiatan. Atau tidak diperhatikan dengan benar sehingga sering dimarahi, juga orangtua terlalu sibuk hingga tidak punya waktu untuk memberi stimulasi.

  • Mungkin, pada akhirnya kembali lagi kepada rasa tanggung jawab. Anak adalah tanggung jawab siapa? Orangtua atau guru? Jadi benarkah, sekolah sejak usia dini penting untuk tumbuh kembang anak, atau orangtua sudah terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk memenuhi tanggung jawabnya menjadi pendidik pertama anak, hingga seluruhnya harus dilimpahkan kepada sekolah?

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menyekolahkan balita. Melatih kemandirian, atau melepas tanggung jawab?

Balita Anda masih berusia di bawah tiga tahun, lalu Anda mulai galau, haruskan mulai menyekolahkannya. Benarkan sekolah lebih baik ketimbang belajar bersama orangtua? Atau orangtua terlalu sibuk untuk mengajari anak-anaknya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr