Ekspos foto dan kegiatan anak di internet. Baik atau buruk?

Kegemaran orangtua mengekspos foto serta berbagai kegiatan anak di internet memang menyenangkan. Apalagi mendapat senyuman atau komentar dari teman-teman lain. Namun, ternyata hal ini dapat menjadi bumerang bagi si anak dan orangtua.

1,276 views   |   4 shares
  • Anda aktif di berbagai media sosial? Anda punya anak? Apakah foto anak Anda selalu menghiasi lini masa Anda setiap hari? Atau bahkan wajahnya yang menggemaskan itu menjadi foto profil Anda?

  • Tidak salah, memang. Namun tidak perlu terlalu banyak.

  • Bukan, bukan sekadar memikirkan perasaan teman-teman online aAnda dan khawatir mereka merasa bosan melihat foto bayi bulat Anda yang menggemaskan. Namun justru mewaspadai keselamatan buah hati kesayangan itu. Masih ingat akun jual bayi, yang menghebohkan karena memasang berbagai foto anak?

  • Atau kasus-kasus penculikan anak, yang terjadi karena kita, orangtuanya gemar "melaporkan" foto terbaru, lengkap dengan lokasi keberadaan dan langsung di-posting saat itu juga. Betapa mengerikannya, semoga kita semua terselamatkan dari hal-hal semacam ini.

  • Menurut penelitian terbaru di Amerika Serikat, 63 persen ibu adalah pengguna Facebook. Dari jumlah ini, terdata; 97 persen rajin mengunggah foto anak-anaknya, 46 persen lainnya bahkan mengunggah video. Sementara sekitar 89 persen, menulis status terbaru mengenai buah hatinya.

  • Memang tidak ada salahnya, sebab sesekali kita ingin menunjukkan foto si kecil pada teman atau saudara yang tinggalnya berjauhan. Atau merasa bangga karena prestasi yang telah dilakukan anak-anak. Juga ingin menceritakan kelucuan-kelucuan yang terjadi sehari-hari bersama si anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Menurut Victoria Nash dari Oxford Internet Institute, ada dua hal penting yang harus diperhatikan yakni, jumlah informasi yang dibagikan ke laman media sosial tersebut. Sebisa mungkin, menurutnya, posting foto anak tanpa informasi apapun seperti tanggal lahir, nama lengkap, lokasi geografis saat itu dan apapun yang berisiko digunakan seseorang untuk menculik dan mengambil data dirinya.

  • Untuk itu, sebaiknya, tidak perlu berfoto di depan lokasi berada, dan langsung diunggah secepatnya. Foto Anda pun tidak perlu dilengkapi dengan status lokasi. Bahkan menurut Russel Hawort, Pimpinan eksekutif NOMINET yang kerap mengampanyekan gerakan know the net, pentingkan untuk aktivasi setelan privat, agar foto dan info yang diberikan tidak mudah diketahui pihak luar.

  • Nash kemudian melanjutkan lagi, hal kedua yang harus diperhatikan adalah fotonya sendiri. Jangan pernah mem-posting foto anak dalam keadaan telanjang, berpose tidak sopan, atau sedang melakukan kegiatan yang memalukan. Hal ini, akan berdampak panjang di masa depan anak itu sendiri.

  • Advertisement
  • Menurut Sonia Livingstone, profesor psikologi sosial di London School of Economics, jangan berikan kejutan yang tidak menyenangkan untuk masa depan anak Anda. Memasukkan foto anak yang sedang tantrum, hanya akan merugikan masa depannya. Sebab banyak perusahaan yang menggunakan jaringan sosial internet untuk mencari tenaga kerja bahkan hingga 59 persen akan terpengaruh pada tampilanonline seseorang.

  • "Jika Anda meletakkan informasi lengkap di medsos, Anda meletakkan si buah hati dalam risiko jangka pendek, bahkan jangka panjangnya" kata Livingstone.

  • Inilah pentingnya berpikir sebelum mengunggah. Sebab, mengunggah foto yang tidak sopan atau tanpa busana juga akan memancing kaum pedofil untuk menyalahgunanakan gambar tersebut. Bahkan terjadi lagi kemungkinan penculikan.

  • Mungkin ada baiknya, jika kita mulai berbagi foto dan cerita di chat yang privat saja. Dengan teman atau saudara yang tinggal jauh dari kita, atau bahkan nenek kakek si buah hati, yang selalu saja penasaran dengan "Sedang apa cucuku?". Anak, rasanya, tidak butuh diekspos terlalu banyak sejak usia dini.

  • Kita tidak akan pernah tahu, foto-foto yang ada selamanya di internet itu, akan melakukan "perjalanan" seperti apa, nantinya. Ke mana ia akan berakhir? Apakah terlupakan dan bersembunyi begitu saja, ataukah...

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ekspos foto dan kegiatan anak di internet. Baik atau buruk?

Kegemaran orangtua mengekspos foto serta berbagai kegiatan anak di internet memang menyenangkan. Apalagi mendapat senyuman atau komentar dari teman-teman lain. Namun, ternyata hal ini dapat menjadi bumerang bagi si anak dan orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr