Suka mendengarkan musik dengan headphone? Hati-hati dengan akibatnya

Headphone tentu membuat musik lebih enak didengar. Tetapi volume yang terlalu keras bisa mengganggu pendengaran, lho.

3,231 views   |   10 shares
  • Headphone tentu membuat musik lebih enak didengar. Tetapi volume terlalu keras bisa mengganggu pendengaran. Telinga kita memiliki sistem yang peka, maka jagalah dengan baik agar jangan sampai rusak. Kepanikan yang kita rasakan ketika mengetahui headphone tertinggal di rumah, tidaklah sebesar ketika menyadari pendengaran kita berkurang.

  • Justina, seperti remaja lain, selalu memasang paling tidak satu alat pendengar di telinganya. Kata siswa dari Sacramento, California, ini, "Saya memiliki koleksi headphone dari yang paling murah sampai yang paling bagus." Dia selalu mendengarkan musik ketika mengerjakan tugas atau ketika di mobil untuk mengalahkan suara musik ibunya. Begitulah caranya bersantai dan mengucilkan diri dari dunia sekelilingnya.

  • Namun akhir-akhir ini Justina merasa aneh setelah melepaskan headphone-nya. Dia mendengar suara dengung seperti saat dia keluar dari konser musik. Justina tidak menyadari bahwa dia mengalami tinnitus, indikasi awal dari ketulian akibat suara yang keras (NIHL-Noise Induced Hearing Loss). Menurut laporan WHO (Badan Kesehatan Dunia dari PBB), pada awal tahun ini lebih dari satu miliar remaja dan anak muda menderita gangguan pendengaran akibat kebiasaan mereka memasang musik sekeras-kerasnya di mobil atau lewat headphone.

  • Lalu mengapa baru sekarang hal ini dipermasalahkan? Bukankah headphone bukan barang baru? Sejak dulu sudah digunakan untuk mendengarkan radio dan pita kaset. Pasalnya, saat ini ada aplikasi yang menyajikan musik terus-menerus. "Jika kita mendengarkan musik bersuara keras selama berjam-jam tanpa henti, ada bagian-bagian dari alat pendengar kita yang akan rusak dan tidak dapat diperbaiki," kata Dr. Craig Kasper, kepala badan pendengaran New York.

  • Bagian-bagian yang disebutkan oleh Dr. Kasper ialah sel-sel berupa bulu halus, penerima suara dalam telinga kita. Setiap telinga memiliki kurang-lebih 18.000 sel. Semua itu hanya berukuran satu ujung jarum, begitu kecil dan rapuh. Jika semua itu rusak, tidak ada yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. "Seperti tombol piano yang rusak," kata Dr. Kasper. "Suaranya tidak akan selantang dulu, walau kita menekannya sekeras mungkin. Lambat laun kita akan kehilangan kemampuan untuk mendengar suara dengan nada tertentu."

  • Taylor, seorang remaja dari Colorado yang menderita gangguan pendengaran NIHL, mengatakan "Rasanya seperti mendengar dengung gelas yang kita sentil, tetapi suara itu dekat sekali di telinga sehingga sangat mengganggu. Sulit untuk konsentrasi di kelas. Kadang-kadang saya tidak mendengar apa yang dikatakan teman saya bila nadanya agak tinggi."

  • Advertisement
  • Untungnya tidak sulit mencegah gangguan pendengaran ini. Mulailah dengan memilih headphone yang berkualitas bila Anda ingin sesekali menjauhi kebisingan dunia di sekitar Anda. Perhatikan volumenya, jangan mendengarkan musik dengan volume tinggi selama berjam-jam. Aturlah agar volume berada di garis tengah. Pada dasarnya Anda boleh mendengarkan musik pada volume ini selama 8 jam sehari. Tetapi bila Anda memasang musik pada volume tertinggi, Anda hanya boleh mendengarkannya selama 15 menit sehari.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Suka mendengarkan musik dengan headphone? Hati-hati dengan akibatnya

Headphone tentu membuat musik lebih enak didengar. Tetapi volume yang terlalu keras bisa mengganggu pendengaran, lho.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr