Menghindari ‘resesi ‘ ekonomi dalam pernikahan?

Kebanyakan keluarga akan mengetatkan ‘ikat pinggangnya’ akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, ketegangan dalam pernikahan pun bisa terjadi dan penyelesaiannya bisa menjadi runyam.

2,384 views   |   6 shares
  • Kebanyakan keluarga akan mengetatkan 'ikat pinggangnya' akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Harga bahan kebutuhan pokok yang terus meningkat, mencekik anggaran belanja hidup keluarga. Apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, ketegangan dalam pernikahan pun bisa terjadi dan penyelesaiannya bisa menjadi runyam. Bagaimana caranya menghindari resesi ekonomi dalam keluarga tanpa mempertaruhkan keutuhan dalam rumah tangga?

  • Cari waktu berdua berbicara tentang masalah yang ada

  • Fakta menunjukkan bahwa tidak ada batasan yang jelas terhadap jumlah banyak uang yang dibutuhkan baik untuk pribadi maupun keluarga. Berapa pun yang didapat, hal itu tampaknya tidak pernah cukup. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk duduk bersama membahas pemasukkan dan pengeluaran keluarga. Pada kondisi pemasukkan keuangan yang 'mepet', masing-masing pihak harus bersedia melakukan pengorbanan dan mencari alternatif agar neraca antara pemasukkan dan pengeluaran bisa seimbang. Membuat pengorbanan keuangan memang tidak mudah, tapi akan memberi dividen yang baik bagi keluarga Anda kelak setelah masa resesi berakhir.

  • Putuskan bersama pengeluaran dan atur prioritas

  • Kuncinya adalah berempati, berkomunikasi, dan tidak saling menyalahkan satu sama lain jika keadaan mulai tidak terkendali. Bagilah pengeluaran menjadi 3 bagian sesuai dengan tingkat prioritasnya, yaitu: Pengeluaran rutin, cicilan hutang dan pengeluaran extra. Termasuk di dalam pengeluaran rutin adalah biaya: Makan, rumah, transportasi, sekolah, dokter, zakat dan menabung. Cicilan hutang berada pada tingkat kedua yang harus dipenuhi karena ini menyangkut kredibilitas pribadi. Kegagalan memenuhi tanggung jawab membayar hutang dapat mengakibatkan tumpukan bunga yang pada akhirnya bisa membuat keuangan keluarga 'gulung tikar' serta kehilangan kepercayaan dari relasi. Yang ketiga baru masuk ke pengeluaran ekstra. Kelompok ini sebenarnya lebih mengakomodasi keinginan daripada kebutuhan.

  • Menabung untuk cadangan masa depan

  • Dari uraian di atas, menabung masuk dalam kelompok pengeluaran rutin, artinya sesuatu yang 'harus' dilakukan. Tradisi menabung dapat mendorong gaya hidup hemat, sederhana, tekun, serta memberi dampak positif dalam persiapan keuangan masa depan. Kita telah mengalami kondisi ekonomi sulit yang terjadi di tahun 1998 sewaktu nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar anjlok mencapai 600% yang mengakibatkan perekonomian global melambat yang berdampak pada banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Tidak bisa dibayangkan seandainya dalam sebuah keluarga yang tertimpa PHK tidak mempunyai tabungan se-sen pun.

  • Advertisement
  • Hindari keputusan yang menyulitkan salah satu pihak

  • Kisah nyata terjadi pada sebuah keluarga di mana sang suami berprofesi sebagai kontraktor bangunan, dan sang istri sebagai seorang ibu rumah tanggal 'fulltime'. Suatu hari beberapa orang pria mendatangi rumah untuk bertemu dengan sang suami yang tidak berada di rumah. Para pria ini menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menyita tanah dan rumah yang sekarang ditempati keluarga karena telah dijaminkan atas hutang suami. Betapa 'shock' sang istri mendengar berita ini karena dia tidak pernah tahu bahwa ada transaksi utang-piutang suaminya. Contoh lain terjadi pada seorang istri yang telah mentransfer sejumlah uang karena telah menerima pesan pendek (SMS) yang menyatakan bahwa nomor handphonenya telah terpilih mendapatkan hadiah mobil. Tunggu punya tunggu dari pagi hingga petang mobil yang dijanjikan melalui SMS tidak kunjung datang alias telah kena tipu tanpa terlebih dulu merundingkan keputusannya dengan suami.

  • Pertikaian mengenai uang adalah salah satu alasan terbesar banyaknya perceraian. Oleh karena itu, sebaiknya perencanaan keuangan keluarga menjadi salah satu topik bahasan sejak masa pacaran. Tidak ada kata terlambat bila Anda belum melakukannya. Mulailah sekarang agar Anda tidak diperbudak oleh uang.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Menghindari ‘resesi ‘ ekonomi dalam pernikahan?

Kebanyakan keluarga akan mengetatkan ‘ikat pinggangnya’ akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, ketegangan dalam pernikahan pun bisa terjadi dan penyelesaiannya bisa menjadi runyam.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr