Bahaya petasan

Bulan Ramadah tiba, musim bermain petasan pun tiba. Berikut adalah beberapa kiat untuk mengurangi bahaya bermain petasan.

3,762 views   |   11 shares
  • Bulan Ramadhan tiba, biasanya musim petasan pun tiba. Kembali pada tahun 70-an, pada bulan Ramadhan seperti bulan ini, saya dan teman saya keluar masuk kampung mencari sumber penjual petasan rumahan. Pada mulanya kami hanya iseng dan senang bermain petasan. Makin besar petasannya, makin senang. Apalagi bila petasan tersebut dinyalakan di dalam gorong-gorong, maka bunyi gelegar petasan tersebut akan menggema di tengah malam seperti sebuah bom.

  • Setiap pagi kami membawa tas ransel kosong sambil naik sepeda keluar masuk kampung-kampung di pedesaan sekitar kota Malang. Siang hari di punggung kami masing-masing membawa penuh petasan yang baru keluar dari 'pabrik'. Sebenarnya itu berbahaya. Tanpa disadari, sebenarnya kami memanggul bahan peledak di punggung kami masing-masing. Kesalahan sedikit saja, kemungkinan kami bisa menjadi pelaku bom bunuh diri.

  • Para pembuat petasan rumahan tersebut sebenarnya mempertaruhkan nyawa dan rumah mereka untuk menyambung hidup mereka. Pekerjanya adalah anak-anak di rumah dan anak-anak tetangga. Anak-anak tersebut disuruh membuat gulungan kertas sehingga keras, kemudian anak-anak remaja mengumpulkan gulungan kertas tersebut dan memasukkan sumbu serta menaburinya dengan bahan peledak. Agar serbuk peledak tersebut masuk dengan cepat ke dalam gulungan kertas itu tadi, maka digunakan sikat ijuk. Orang dewasa mengumpulkan gulungan kertas yang sudah terisi bahan peledak tersebut, kemudian memadatkannya dengan menggunakan pahat kecil dari bahan kuningan dan palu kayu agar tidak terjadi percikan api. Namun demikian, setiap kali kami berkunjung ke kampung mereka, kami mendengar selalu saja ada kejadian mulai dari kebakaran kecil, hingga seluruh rumah sempit tempat tinggal mereka hangus terbakar.

  • Setelah makin dewasa, kami makin belajar banyak akan bahaya bermain petasan. Bahaya yang hendaknya disadari adalah sebagai berikut:

  • Apa pun namanya, serbuk yang digunakan untuk membuat petasan tersebut adalah bahan peledak. Bahaya luka terbakar dan kehilangan anggota tubuh, terutama jari dan mata selalu mengintai.

  • Kembang api yang seringkali kita biarkan anak-anak balita bermain dengannya juga berbahaya, karena panas yang ditimbulkan oleh kembang api tersebut sama seperti panas api yang disemburkan dari las atau dari gas LPG (blow torch). Tentu saja Anda tidak akan membiarkan anak Anda bermain-main dengan las, jadi mengapa membiarkan anak balita Anda bermain dengan kembang api?

  • Sumbu sepanjang beberapa cm tersebut hingga terjadi ledakan yang dahsyat hanya dibutuhkan sekitar 10 detik. Untuk menghindarinya, maka Anda hanya butuh 10 detik tersebut.

  • Advertisement
  • Petasan yang dikira tidak menyala lagi, jangan sekali-kali dipegang dengan jari, karena kemungkinan masih akan meledak. Salah seorang teman bermain saya kehilangan jari jempol dan telunjuknya serta sebagian jari tengahnya, ketika dia menjemput petasan yang dikira gagal menyala.

  • Lalu bagaimana cara bermain petasan yang "aman"?

  • Jangan sekali-kali melihat petasan dengan melongok dari atas, karena kemungkinan ledakannya akan membakar muka dan kepala Anda.

  • Jangan sekali-kali dilemparkan kepada orang atau binatang. Bahaya kebakaran selalu mengancam.

  • Jangan menyimpan petasan di kamar atau di kolong tempat tidur, bahaya kebakaran dan ledakan selalu mengancam. Bermain petasan sebaiknya dihabiskan, jangan ada sisa yang disimpan untuk tahun depan.

  • Jangan merokok sambil bermain petasan. Seorang perokok terbakar bibir dan mukanya ketika dia menyundut petasan dengan rokok, dan melemparkan rokoknya dan memasukkan petasan pada mulutnya. Ingat hanya dibutuhkan 10 detik agar petasan meledak. Ketika dia sadar, maka sudah terlambat.

  • Jadi mohon diingat, jangan membiarkan anak-anak balita bermain kembang api.

  • Anak-anak tidak boleh menyalakan petasan dalam bentuk apa pun. Orang dewasa yang memiliki pengetahuan dan pengalaman serta paling sedikit mengenakan kaca mata pelindung yang hendaknya menyalakan kembang api atau petasan.

  • Menyaksikan petasan dalam jarak cukup jauh, paling sedikit 5 meter.

  • Selalu menyediakan tabung pemadam kebakaran, paling sedikit selang air untuk berjaga-jaga.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Bahaya petasan

Bulan Ramadah tiba, musim bermain petasan pun tiba. Berikut adalah beberapa kiat untuk mengurangi bahaya bermain petasan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr