Konflik rumah tangga tak kunjung selesai, ini yang harus dihindari!

Konflik dalam keluarga tidak bisa dihindari jika dari keduanya tidak saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing.

4,055 views   |   12 shares
  • Suami dan istri tentu memiliki karakter yang berbeda, mengingat keduanya berangkat dari dua keluarga yang berbeda. Konflik dalam keluarga tentu lumrah terjadi. Tapi, yang namanya konflik harus bisa diatasi dan hal ini akan sulit jika suami-istri tidak saling menghormati. Jika ego selalu ditonjolkan dan tidak mau bermusyawarah mencari solusi.

  • Tidak saja antara suami dan istri, konflik bisa juga datang dari anak. Sebenarnya, apa saja faktor yang dapat menyebabkan konflik dalam keluarga?

  • 1. Tidak jujur dalam berbicara

  • Pepatah Jawa mangatakan, "harga diri manusia tergantung dari ucapan, harga raga manusia tergantung dari busananya." Pepatah tersebut selayaknya menghiasi sendi-sendi kehidupan dalam berumah tangga. Pertengkaran dalam berumah tangga salah satu faktornya adalah tidak ada kejujuran. Jika Anda mendambakan kedamaian dan kenyamanan dalam mengarungi kehidupan, ciptakan kejujuran di rumah, mulai dari diri sendiri.

  • 2. Emosi tidak terkontrol

  • Reaksi emosi seseorang yang temperamental juga menjadi faktor yang dapat memicu terjadinya konflik. Contoh, jika antara suami-istri saling cemburu berlebihan, tentu keadaan rumah tidak nyaman. Dan jika diatasi dengan emosi, malah makin memperkeruh suasana. Begitu juga orangtua yang temperamental akan membuat anak takut, dan akhirnya menyebabkan anak kabur dari rumah. Itu sebabnya, orangtua harus mempunyai hati yang lembut dan penuh cinta kasih agar anggota keluaga yang lain merasa tentram dan terlindungi.

  • 3. Komunikasi kurang baik

  • Karena alasan kesibukan, seseorang meremehkan caranya berkomunikasi, padahal komunikasi yang kurang baik adalah salah satu faktor terjadinya konflik. Penggunaan bahasa dan cara bicara tentu harus disesuaikan dengan lawan bicara. Jangan sampai Anda yang menghadapi masalah, tetapi anggota keluarga yang lain terkena dampaknya.

  • 4. Tidak saling menghargai

  • Kurang menghormati yang lain dapat menyebabkan konflik. Jika seorang ayah yang sedang bincang-bincang serius dengan istrinya, sementara anak-anak membunyikan suara musik yang keras, atau seorang ayah dan ibu yang tengah mendidik anak-anaknya lalu kakek atau nenek ikut campur, misalnya. Yang paling penting adalah meminimalkan gangguan-gangguan seperti ini sehingga tidak menimbulkan konflik yang berat dalam keluarga.

  • 5. Ketidakpercayaan

  • Kesalahan berulang-ulang akan melunturkan rasa percaya. Orang yang sudah tidak percaya akan sulit menerima alasan apapun, meskipun orang yang tidak dipercaya tersebut tidak melakukan apa yang dituduhkan. Efek memendam rasa tidak percaya dapat berakibat negatif. Jika hal tersebut berlanjut terus dan tidak segera ada solusi perdamaian, sudah pasti pertengkaran akan terjadi.

  • Advertisement
  • 6. Faktor fisik

  • Faktor fisik ternyata juga dapat munculnya konflik dalam rumah tangga. Contoh, seorang ayah sangat lelah karena baru pulang kerja, lalu melihat lingkungan rumah tangga yang semerawut dan kotor atau anak-anak bermain dengan suara yang gaduh, tentu si ayah akan cepat marah. Karena yang dia butuhkan adalah istirahat dengan tenang. Intinya jika seseorang tersebut kalau tidak terpenuhi kebutuhan fisiknya, maka dia akan merasa tergganggu. Dampaknya dapat berakibat buruk pada dirinya sendiri dan akhirnya akan muncul konflik dengan orang lain.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Ari Supriadi lahir di Wonogiri dan adalah ayah dari 2 orang putra serta suami dari seorang istri yang sangat cantik. Hubungi saya di e'mail:

Konflik rumah tangga tak kunjung selesai, ini yang harus dihindari!

Konflik dalam keluarga tidak bisa dihindari jika dari keduanya tidak saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr