Stop “Mom’s War” sekarang juga!

Kita sibuk mengubah pikiran dan keputusan orang lain, sementara orang tersebut merasa dirinya tidak bermasalah. Kita sibuk mempromosikan kehidupan dan cara kitalah yang paling baik daripada kehidupan dan cara orang lain.

1,294 views   |   4 shares
  • Perdebatan yang terjadi, beberapa tahun terakhir ini, tidak pernah berganti topik. Mulai dari proses persalinan normal vs persalinan operasi caesar, pemberian ASI vs susu formula, ibu bekerja vs ibu rumah tangga, sampai keputusan mempunyai anak hanya 1 orang vs lebih dari 1 orang.

  • Semua punya hak untuk memilih. Jika pilihannya berbeda, apakah itu salah?

  • Kita tidak tahu apa yang terjadi dalam keluarga orang lain. Kalaupun tahu, untuk apa kita menghabiskan energi mengurusi kehidupan orang lain? Kita sibuk mencampuri keputusan orang lain, sementara orang tersebut merasa dirinya tidak bermasalah. Kita sibuk mempromosikan cara kitalah yang paling baik. Bukankah ini sombong?

  • Jadi, apa yang bisa kita lakukan dalam menanggapi perdebatan yang terjadi antara mama ini?

  • 1. Cuek saja

  • Tidak semua bisa cuek. Ada yang suka sekali memberikan komentar tidak penting tentang kehidupan orang lain. Padahal, buat apa buang-buang energi mengurusi urusan orang lain? Lebih baik cuek, mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan untuk kepentingan kita dan anak-anak kita.

  • 2. Berbeda, kenapa tidak?

  • Setiap orang punya pilihan, setiap orang punya hak menentukan yang terbaik untuk dirinya. Kalau pilihannya berbeda dengan kita, kenapa tidak? Toh pilihan hidup kita belum tentu baik untuk mereka. Jadi buat apa kita capek-capek membuat orang lain sepaham dengan kita, bahkan memaksa mereka bahwa cara kitalah yang paling benar.

  • 3. Tidak ada yang sempurna

  • Manusia tidak luput dari salah. Karena itu, hendaklah menghargai keputusan masing-masing, bukan memaksakan bahwa kitalah yang paling benar. Hendaknya kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita sendiri. Jadi apa yang kita lakukan juga bukan yang paling baik dan terbaik untuk semua orang.

  • 4. Berprasangka baik

  • Jika kita terus menilai sesuatu hal yang berbeda dengan diri kita adalah salah, kita memberikan penilaian sepihak kepada mereka. Cobalah berpikir positif dengan apa yang terjadi pada orang lain. Ingat, kita juga manusia biasa yang tidak luput dari salah. Jadi berhentilah menghakimi orang lain, cobalah untuk berprasangka baik dengan apa yang terjadi pada orang lain.

  • 5. Fokus dan berkaca pada diri sendiri

  • Daripada menghabiskan banyak waktu mengurusi kehidupan orang lain, lebih baik habiskan waktu memperbaiki diri dan mengevaluasi diri, bukan?

  • 6. Semua mempunyai hak memilih

  • Semua punya hak memilih yang terbaik untuk dirinya. Argumen kita, simpanlah untuk diri kita sendiri. Jika memang mau memberikan masukan, berikanlah dengan cara yang baik dan tidak memaksa, apalagi menghakimi. Hidup kita dan hidup mereka berbeda, sehingga pilihan hidup pun juga akan berbeda. Hargailah itu.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Stop “Mom’s War” sekarang juga!

Kita sibuk mengubah pikiran dan keputusan orang lain, sementara orang tersebut merasa dirinya tidak bermasalah. Kita sibuk mempromosikan kehidupan dan cara kitalah yang paling baik daripada kehidupan dan cara orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr