Berhenti bekerja demi anak? Tidak masalah!

Berhenti bekerja, bukanlah keputusan mudah bagi seorang ibu. Tidak semua orang berani mengambil keputusan ini. Namun, saat Anda sudah yakin untuk berhenti, jangan khawatir. Ibu rumah tangga tidak selalu identik dengan daster dan gosip, kok.

13,218 views   |   77 shares
  • Banyak ibu-ibu yang merasakan dilema saat harus memilih antara bekerja kantoran yang rutin berangkat pagi dan pulang sore, setiap hari. Dengan menjadi ibu rumah tangga, yang fokus pada mengurus anak dan rumah. Plus minus, memang.

  • Ibu yang bekerja kantoran, harus pandai mengatur waktu agar anak-anak tidak kekurangan perhatian, sementara pekerjaan menumpuk pun harus diselesaikan tepat waktu. Sementara ibu rumah tangga, biasanya merasa bosan, karena menjalani sebagian besar harinya di rumah saja dan melakukan pekerjaan yang itu-itu saja.

  • Padahal sebetulnya, hal ini bukan masalah. Jika Anda sudah merasa kewalahan karena harus "membelah diri" di kantor dan di rumah, namun merasa khawatir akan kebosanan di rumah, ada beberapa solusinya. Pertama, mulailah mempersiapkan diri dengan "perbekalan" kegiatan sebelum benar-benar memutuskan untuk mengundurkan diri.

  • Baca lebih banyak buku, majalah ataupun laman di internet mengenai kegiatan bersama anak. Jika perlu, buatlah jadwal kegiatan bersama anak satu tahun penuh berdasarkan tema yang berbeda-beda setiap bulannya. Hal ini akan membuat anak dan Anda pun belajar lebih banyak, bermain sambil mempererat bonding, dan mengusir kebosanan.

  • Kemudian, mulailah mencari-cari juga, pekerjaan apa yang kira-kira sesuai dengan Anda dan bisa dilakukan dari rumah. Pekerjaan yang bisa dilakukan sambil menunggu anak tidur, sekolah, atau les. Pekerjaan, yang mungkin sesekali mengajak Anda keluar rumah namun tetap bisa membawa anak. Bisa menjadi penulis lepas tanpa tenggat, menggambar, kreasi seni atau berbisnis kecil-kecilan.

  • Pekerjaan ini, mungkin pada awalnya belum memberikan Anda penghasilan besar seperti saat Anda kerja kantoran, namun cukup efektif untuk menghilangkan rasa jenuh. Lagipula akan membuat Anda tetap melakukan kegiatan bermanfaat, ketimbang menghabiskan waktu menunggu sambil sekadar bergosip, dan menghabiskan uang dengan nongkrong di kafe setiap hari.

  • Jika karakter anak Anda senang berkegiatan dan melakukan sosialisasi, jangan lupakan juga mencari sekolah atau les yang bermanfaat namun tidak membebani anak-anak. Selain menyenangkan untuk Anda, kegiatan tersebut juga akan memberikan Anda waktu sedikit untuk "me time". Anda bisa menghabiskannya dengan melakukan pekerjaan yang Anda sukai, atau sekadar meluruskan kaki dan merasakan pijatan di salon.

  • Namun hal terpenting sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, adalah melakukan analisis SWOT (Strengths, weakneses, opportunities and threats) pada keputusan yang akan Anda buat. Tinjaulah analisis ini dari seluruh sisi. Misalnya, penghasilan. Seberapa besar penghasilan Anda kini di kantor, dan seberapa besar pengeluaran setiap bulannya jika tetap bekerja dan jika berhenti nanti.

  • Advertisement
  • Apakah selama ini penghasilan Anda sudah cukup mumpuni, meski saat bekerja Anda harus membayar babysitter/daycare, ongkos, makan dan lain-lain? Lebih menguntungkan mana, bekerja, atau tidak bekerja, yang otomatis tidak banyak menghasilkan uang namun juga tidak mengeluarkan banyak uang?

  • Begitu juga untuk aspek kegiatan, aspek perkembangan anak, kreativitas Anda, pencapaian Anda, cita-cita Anda dan lain sebagainya yang bisa terukur. Setelah itu barulah masuk ke aspek yang sulit terukur, misalnya kebahagiaan dan ketentraman jiwa. Seharusnya dengan melakukan analisis yang matang, Anda jadi punya keputusan yang juga matang.

  • Dan jika hasilnya adalah Anda akan memutuskan untuk berhenti bekerja, lakukanlah riset untuk mengisi hari-hari Anda yang biasanya dinamis di kantor. Jangan pernah merasa putus asa dengan status ibu rumah tangga, karena tidak ada masalah dengan itu. Anda tidak akan terlihat seperti orang yang bodoh dan tidak bisa melakukan apa-apa, selama Anda juga tetap memiliki kegiatan setiap harinya.

  • Tampillah rapi dan bersih setiap hari, lakukan hal-hal yang menyenangkan, dan jadilah ibu rumah tangga yang bahagia. Sebab ibu bahagia, adalah kunci utama dari keluarga bahagia. Dan keluarga bahagia adalah dasar dari suatu negara yang sukses. Bayangkan, betapa krusialnya Anda! Jangan sia-siakan hal itu dengan menyesali keputusan yang sudah dibuat. Be happy, mom.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Berhenti bekerja demi anak? Tidak masalah!

Berhenti bekerja, bukanlah keputusan mudah bagi seorang ibu. Tidak semua orang berani mengambil keputusan ini. Namun, saat Anda sudah yakin untuk berhenti, jangan khawatir. Ibu rumah tangga tidak selalu identik dengan daster dan gosip, kok.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr