Kapan pria siap menikah?

Pria akan lebih berpikir dua kali untuk berkomitmen dalam menjalin suatu hubungan apalagi menyangkut berkomitmen untuk segera menikah. Pria cenderung belum siap untuk terikat lebih cepat dalam sebuah pernikahan dibandingkan wanita.

8,945 views   |   14 shares
  • Semua orang dewasa tentu mempunyai patokan atau tolak ukur untuk kapan saat yang tepat melepaskan masa lajangnya. Bukan hanya wanita yang terlalu serius dan ribet memikirkan hal penting itu. Di balik sifat cuek dan masa bodohnya, ternyata diam-diam para pria juga memikirkan dan mempunyai perencanaan yang matang akan hal tersebut. Hanya saja sebagian besar pria lebih tertutup dan terkesan tidak ingin terlalu membahas masalah mengenai "kapan saya siap untuk menikah?". Pria akan lebih berpikir dua kali untuk berkomitmen dalam menjalin suatu hubungan apalagi menyangkut berkomitmen untuk segera menikah. Pria cenderung belum siap untuk terikat lebih cepat dalam sebuah pernikahan dibandingkan wanita. Menurut konsultan perkawinan dari www.konsultasipernikahan.com , Indra Noveldy menjelaskan "Tidak ada cara yang bisa sepenuhnya mengukur kesiapan mental seseorang untuk menikah, terlepas dari faktor kemapanan finansial atau karier". Pada umumnya, seorang pria akan berpikir bahwa kemapanan adalah bekal penting untuk menjalani hidup berumah tangga. Jika ia siap untuk menikah, maka ia juga harus siap menjadi tulang punggung keluarga, yang menjamin semua kebutuhan istri dan anak-anaknya dengan kata lain kesiapan finansial harus benar-benar mapan. Tetapi, beberapa pria juga beranggapan bahwa kesiapan untuk menikah bukan hanya ditentukan oleh kemapanan karier dan finansial, namun harus didasari dengan kesiapan akan perubahan keadaan yang nanti akan terjadi setelah menikah. Mereka berpikir siap atau tidak siap, itu adalah sebuah pilihan hidup. Nah, bagaimana menurut Anda. Kapankah Anda siap untuk menikah?

  • "Kebetulan saya memutuskan untuk menikah di usia muda yang menurut pandangan seorang pria seperti saya usia itu terlalu dini. Waktu itu usia saya hampir 25 tahun, alasan utama saya menikah karena memang hubungan berpacaran saya dengan istri saya bisa dibilang sudah cukup lama. Kami berpacaran kurang lebih 5 tahun. Alhamdullilah, di usia saya waktu itu, saya sudah berpredikat sebagai sarjana Sastra Inggris dan bisa langsung diterima bekerja pada salah satu perusahaan asing di Jakarta. Nah, di saat semua pencapaian itulah saya berani memutuskan untuk segera melamar istri saya. Buat saya, apalagi yang harus saya tunggu, hidup bahagia bersama orang yang saya cintai, membuat saya semakin yakin untuk segera menikah!" (Reno, 33 tahun, Pegawai Swasta)

  • "Kalau ditanya, kapan saya siap untuk menikah? Jawabannya hanya satu. Kalau saya sudah mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan, bisa menjadi pria yang sukses dan mapan dalam karier. Intinya, memiliki karier yang cemerlang. Mau dikasih makan apa keluarga saya nantinya kalau saya sendiri tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan? Saya takut tidak bisa membahagiakan istri dan anak-anak saya. Saya harus jadi pria yang berhasil dan sukses dulu, baru siap untuk memutuskan menikah. Target saya sebelum usia 30 tahunlah saya harus jadi pria yang sukses. Amin (Obby, Mahasiswa Kedokteran, 24tahun)

  • Advertisement
  • "Hmmmm... Menikah? Sepertinya, belum saatnya deh. Aku belum siap untuk menikah. Bahkan belum terlintas di pikiranku. Masih panjang perjalanan hidupku untuk memikirkan hal itu. Aku masih enjoy menikmati masa lajangku. Aku belum rela melepaskannya. Masih banyak planning yang belum aku selesaikan. Aku juga belum menemukan pasangan yang cocok dan tepat untuk aku nikahi. Aku harus jadi laki-laki yang matang, dewasa dan lebih serius terlebih dahulu baru aku siap untuk menikah. Itu jadi prioritas utamaku" (Gali, 25tahun, Akuntan)

  • Dapat disimpulkan dari ketiga hasil wawancara di atas, bahwa pria akan siap menikah ketika mereka telah memiliki kemandirian dan kemapanan finansial. Mereka berpikir pernikahan tidak bisa diukur dengan usia, kerelaan untuk melepaskan masa lajang juga menjadi hal penting untuk para pria siap menerima yang namanya pernikahan. Siap atau tidak siap, hanya Andalah yang bisa memutuskannya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Kapan pria siap menikah?

Pria akan lebih berpikir dua kali untuk berkomitmen dalam menjalin suatu hubungan apalagi menyangkut berkomitmen untuk segera menikah. Pria cenderung belum siap untuk terikat lebih cepat dalam sebuah pernikahan dibandingkan wanita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr