Persiapkan si sulung untuk kehadiran adik

Memiliki anak kedua, adalah hadiah sekaligus tantangan. Bukan hanya bagi Anda yang harus mengurus dua anak, namun juga si sulung. Tugas Anda lah untuk memerkenalkan calon bayi sedari dini agar kakaknya siap menerima kehadiran adik.

956 views   |   4 shares
  • Sedang hamil anak kedua? Selamat. Pasti bahagia sekali rasanya. Namun, ada satu tokoh lagi yang perlu diberikan perhatian ekstra, selain si calon bayi. Ya, si calon kakak.

  • Si sulung pasti akan mengalami banyak pergolakan perasaan terkait kehadiran anggota baru di rumah. Karena itu, orangtua harus benar-benar peka dan mempersiapkan kehadiran adik. Ada hal-hal yang penting sekali untuk diingat.

  • Ajak si sulung ikut berperan dalam mempersiapkan kehadiran adik barunya, bahkan sejak awal kehamilan. Jelaskan dengan bahasa yang paling mudah, atau menggunakan contoh dari karakter favoritnya. Bahwa di perut ibu, sudah ada adik bayi yang akan menemani kakaknya bermain nanti. Maka, agar adik sehat dan bisa cepat besar, ibu harus menjaga kesehatannya.

  • Jadi, jika si sulung protes, mengapa ibunya banyak tidur, butuh banyak asupan, dan sulit diajak berlarian di tanah lapang seperti sebelumnya, berikan pemahaman bahwa adik bayi butuh banyak tenaga untuk tumbuh besar. Untuk itu, ibu harus banyak istirahat,dan makan sehat. Minta kepadanya untuk turut menjaga adik bayi juga. misalnya, diberikan tugas untuk mengingatkan ibunya agar makan buah, makan sayur atau istirahat.

  • Ajak juga si kakak saat memeriksakan kondisi janin ke dokter. Perlihatkan gambar di USG, dan biarkan ia memperhatikan juga perkembangan bayi dari bulan ke bulan. Hal ini akan menyenangkan, apalagi ditambah cerita mengenai jari-jari bayi, kaki dan tangan, yang baru tumbuh. Setelah kehamilan menyentuh usia enam bulan, mulailah jelaskan bahwa anak bayi, saat lahir nanti butuh banyak sekali perhatian.

  • Jennifer Shorf Pendley, PhD, dalam artikelnya di kidshealth.org menjelaskan bahwa sembari bercerita mengenai apa yang akan terjadi nanti saat adiknya lahir, orangtua tetap bisa mengajak anak pertamanya terlibat. Misalnya membantu mencarikan nama bayi, atau mempersiapkan tas bayi yang akan dibawa ke tempat bersalin.

  • Nanti, saat si bayi sudah lahir dan kembali ke rumah, jangan berhenti mengajak anak terlibat dalam mengurus adiknya. Ini akan membuatnya merasa berguna dan tidak ditinggalkan sendirian. Memang akan sedikit merepotkan, tapi tak apa. Agar tidak terlalu memperlambat pekerjaan mengurus bayi, kakak bisa membantu melakukan hal lain. Misalnya mengambilkan popok di lemari, bernyanyi saat adiknya menangis. Hal ini juga akan membantu proses perkenalan adik dan kakak tersebut.

  • Namun jangan lupa juga waktu bersama si kakak. Hal ini tetap harus diperhatikan. Misalnya saat bayi tidur, kita bisa bermain, membaca buku atau mengobrol bersama si sulung. Berbagi waktu bersama ayah, juga cukup baik untuk dilakukan. Jika ada saudara dan teman yang datang, jangan lupa juga mengingatkan mereka untuk tetap mengajak si kakak bermain seperti biasanya.

  • Advertisement
  • Perhatikan juga mengenai perasaan si kakak. Ajak ia bicara dan tanyakan padanya mengenai perasaannya, tentang adik bayi. Jika anak pertama mulai bertingkah, itu tandanya, dia kekurangan waktu bersama orangtuanya. Kembali cermat pada pengaturan waktu bersama kedua anak.

  • Selain hal-hal tersebut, perhatikan juga alat-alat penunjang. Misalnya gendongan yang nyaman, agar bisa tetap menemani kegiatan si kakak sambil menggendong adiknya. Atau tas bayi yang juga nyaman. Ingat juga untuk memandirikan si kakak, sejak awal. Toilet training, tidur sendiri, sebelum si bayi lahir, adalah cara yang cukup efektif, untuk mencegah kerepotan dobel.

  • Karena itu, akan lebih baik, jika jarak antara anak pertama dan anak kedua tidak terlalu dekat. Dua tahun atau lebih, adalah jarak usia yang ideal antara satu anak dengan lainnya. Bahkan, menurut Kasey Buckles, Asisten profesor ekonomi dari Universitas NotreDame, anak sulung yang lahir dua tahun lebih awal daripada adiknya, cenderung lebih cerdas ketimbang yang lahirnya berdekatan.

  • Sebab, menurutnya, jika jarak kelahiran kurang dari dua tahun, orangtua akan kerepotan mengurus dua balita kecil, dan biasanya anak sulung kurang perhatian. Bahkan, menurut penelitiannya, kakak dengan adik yang jarak usianya terlalu dekat, lebih sering menonton televisi di usia tiga tahun dan kurang suka membaca.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Persiapkan si sulung untuk kehadiran adik

Memiliki anak kedua, adalah hadiah sekaligus tantangan. Bukan hanya bagi Anda yang harus mengurus dua anak, namun juga si sulung. Tugas Anda lah untuk memerkenalkan calon bayi sedari dini agar kakaknya siap menerima kehadiran adik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr