Terpisah jarak dengan anak, harus bagaimana?

Anda termasuk orangtua yang harus terpisah jarak dengan anak, karena pekerjaan atau pendidikan? Hal ini memang bisa menjadi amat berat, namun bukan tidak mungkin diatasi. Sebab, terpisah, bukan berarti Anda berhenti menjadi orangtua.

6,828 views   |   46 shares
  • "Rasanya, ya, saya tetap bisa hidup dan menjalani hari-hari dengan baik. Tapi tetap saja ada yang terasa kurang. Yang paling terasa sedih, kalau anak sedang sakit. Rasanya ingin ada di sampingnya, tapi tidak bisa." (Resna Raniadi (31)-manajer senior pengembangan bisnis sebuah perusahaan besar di Jakarta)

  • Tidak sedikit orangtua yang kini, mau tak mau, harus berada terpisah jauh dari pasangan dan anaknya. Biasanya karena pekerjaan, tugas kantor di luar kota, atau bahkan di luar negeri. Ya betul, rasanya pasti rindu dan sepi, apalagi jika saat akhir pekan bisa mengunjungi dan dikunjungi keluarga. Setelah akhir pekan berlalu, maka rasa kesendirian akan makin hebat melanda.

  • Menyedihkan memang, saat orang-orang lain bisa pulang kantor dan bermain sebentar dengan anaknya. Atau membacakan cerita. Atau sekadar menemani si anak mencuci kaki dan menggosok gigi. Anda tidak bisa melakukan hal itu.

  • Namun demikian, kondisi yang mendesak, kadang hanya bisa diterima dengan lapang dada. Jadi, jangan jadikan keterbatasan ini sebagai situasi yang terlalu menyedihkan, hingga Anda kemudian merasa bersalah dan saat bertemu anak, Anda akan memberikan segala hal yang diminta. Tetaplah bertindak sebagai orangtua, dan membesarkan anak dengan baik.

  • Berikan penjelasan yang baik, bahwa Anda harus bekerja di tempat yang berbeda. Namun, tetaplah mengupayakan untuk melakukan komunikasi setiap hari. Apalagi dengan bantuan teknologi yang kini sudah amat canggih. Anda bisa menelepon, melakukan panggilan video, atau saling mengirimkan foto.

  • Dalam komunikasi tersebut, jangan hanya menanyakan kabar. Justru, bertindaklah seolah-olah Anda hadir setiap hari. Misalnya dengan menanyakan bagaimana harinya, ada masalah atau tidak. Usahakan tetap terlibat dalam kehidupan anak, jangan jadikan jarak sebagai penghalang. Salah satu alasannya, adalah untuk mengurangi masalah psikis. Sebab, ada beberapa anak yang menderita separation anxiety disorder ketika salah satu atau kedua orangtua mereka terpisah jarak.

  • Anak-anak ini menjadi bermasalah dan punya kemungkinan tinggi untuk mencari perhatian dengan kenakalan, atau materialistis. Mereka juga bisa tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri dan menjadi korban bullying. Ada juga yang memilih untuk berpura-pura bahagia dan menyembunyikan perasaan aslinya. Hal ini dapat berkembang menjadi depresi. Karena itulah, jangan ragu untuk terus menunjukkan kepedulian Anda. Tentu dalam bentuk perhatian dan kasih sayang, bukan mendesak dan memarahi. Biasanya kerap terjadi karena orangtua terlalu khawatir.

  • Advertisement
  • Satu-satunya cara untuk mengatasi perasaan bersalah Anda, bukanlah dengan memberikan segala keinginannya. Namun dengan memberikan waktu. Ya, orangtua harus mampu memberikan waktu yang hilang bersama dengan anak. Entah dengan mengobrol, pergi berdua saat sedang ada kesempatan, mendengarkan semua ceritanya, juga bermain bersama, bahkan ketika Anda begitu lelah.

  • Saat punya waktu untuk bersama dengan anak, curahkanlah seratus persen perhatian Anda pada aktivitas bersamanya. Meski terkesan sepele, namun dengan cara itulah anak dapat benar-benar merasakan keberadaan orangtua bersama mereka, tak hanya di samping mereka.

  • Menurut Psikolog, lies Nurliyani, untuk menambah kepekaan mengenai pengasuhan yang tepat, kedua orangtua pun sebaiknya kompak mempelajari ilmu pengasuhan dan berusaha menerapkannya. Jangan biarkan anak terkepung dengan pengaruh negatif dari pertemanan maupun media, tanpa dibekali dengan pendidikan yang tepat untuk membentengi mereka.

  • Patut juga diingat untuk terus memberikan sentuhan fisik penuh kasih sayang. Upayakan memberikan pelukan, rangkulan, ciuman, meski di waktu yang terbatas. Para ayah yang jauh dari anaknya pun sebaiknya tetap menjadi figur teladan yang baik di tengah anggota keluarga. Jadi, tetaplah seperti keluarga seutuhnya, saat segala keputusan tetap berada di tangan kepala keluarga.

  • Kasih sayang, tetaplah kasih sayang. Anak pasti lambat laun memahami persoalan jarak, namun ia tidak akan kehilangan sosok ayah atau ibunya yang berada nun jauh dari tempatnya, selama perhatian dan cinta yang dibutuhkannya tetap didapatkan. Hal itulah yang terpenting bagi anak, bukan perhatian dalam bentuk barang-barang mewah, namun saat bertemu, tidak ada interaksi atau pelukan yang bisa menenangkannya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Terpisah jarak dengan anak, harus bagaimana?

Anda termasuk orangtua yang harus terpisah jarak dengan anak, karena pekerjaan atau pendidikan? Hal ini memang bisa menjadi amat berat, namun bukan tidak mungkin diatasi. Sebab, terpisah, bukan berarti Anda berhenti menjadi orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr