Lima Pemahaman Dasar sebagai Landasan Sikap terhadap Perbedaan Antarindividu dalam Pernikahan

Unsur perbedaan dalam pernikahan serta upaya untuk menanganinya dapat menjadi petualangan yang paling menantang dalam hubungan antarmanusia.

2,282 views   |   shares
  • Saat ini hampir setiap hari tayangan televisi di negeri kita dihiasi oleh berita-berita perceraian kaum selebriti maupun orang-orang terkenal lainnya. Di antara beberapa pasangan yang bercerai tersebut, terdapat pasangan yang telah mencapai hingga tiga dekade bahkan setengah abad usia pernikahan. Secara umum pasangan-pasangan yang memutuskan untuk bercerai ini mengatakan bahwa alasan utama perceraian mereka adalah banyaknya perbedaan dan ketidakcocokan di antara mereka.

  • Kita tidak dapat menampik begitu saja bahwa kodrat alami pernikahan adalah menyatukan dua insan yang saling berbeda. Apapun pertimbangannya, namun secara kodrati pria dan wanita adalah dua makhluk yang berbeda. Unsur perbedaan dalam pernikahan serta upaya untuk menanganinya dapat menjadi petualangan yang paling menantang dalam hubungan antarmanusia. Pertanyaannya adalah: “Apakah dalam pernikahan, perbedaan tersebut lantas kita gunakan sebagai dasar pembenaran untuk mempertahankan ego masing-masing yang dapat berujung pada perceraian?”

  • Bila Anda cenderung untuk memberikan jawaban yang bersifat afirmatif terhadap pertanyaan ini, maka pertanyaan berikutnya: “Apa tujuan dari upaya Anda membangun kehidupan pernikahan yang ketika bergumul dengan masalah perbedaan, lalu Anda mencari jalan keluar melalui perceraian?”

  • Berikut ini adalah beberapa pemahaman dasar sebagai landasan sikap terhadap perbedaan antarindividu dalam pernikahan:

    • Pertama-tama perlu dipertegas dalam pemahaman kita bahwa harus ada pengakuan serta penerimaan terhadap adanya perbedaan di antara dua individu yang sepakat untuk hidup bersama dalam lembaga pernikahan. Dalam bukunya, Gordon B. Hinckley menulis: “Dalam sebuah pernikahan, kita masing-masing adalah individu. Kita masing-masing berbeda. Harus ada penghormatan bagi perbedaan, dan meskipun penting dan perlu agar baik suami maupun istri berupaya untuk memperbaiki suasana atas perbedaan-perbedaan tersebut, harus ada sedikit kesadaran bahwa perbedaan-perbedaan tersebut ada dan bahwa perbedaan-perbedaan itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak diinginkan. Sesungguhnya, perbedaan dapat membuat kerekanan menjadi lebih menarik” (Gordon B. Hinckley, hlm. 380, diterjemahkan secara bebas).

    • Perbedaan adalah warna dari pernikahan, itulah sebabnya Tuhan telah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menyesuaikan diri. Dalam pernikahan banyak penyesuaian yang harus dibuat, akan tetapi, penyesuaian-penyesuaian itu bukanlah hal yang pantas dibeberkan sebagai bahan curahan hati kepada teman-teman atau bahkan anggota keluarga Anda lainnya termasuk orang tua Anda.

    • Ada banyak situasi dalam pernikahan Anda yang mengharuskan bahwa yang ada hanyalah Anda dan pasangan Anda. Upaya penyesuaian diri dalam pernikahan akan berlangsung sepanjang hayat Anda, karena Anda dan pasangan Anda tidak pernah dapat menjadi sama, kodrat alami Anda telah mengaturnya demikian. Selanjutnya Anda membutuhkan bantuan ilahi untuk mengatasi masalah perbedaan dan memperkuat pernikahan Anda.

    • Pernikahan adalah tempat bagi Anda untuk saling memberi serta menerima kasih sayang dan kepedulian. Pernikahan seharusnya menjadi wahana bagi Anda untuk merasakan sukacita dan tempat untuk berbagi kebahagiaan bersama pasangan dan anak-anak Anda. Prinsip-prinsip persahabatan yang tulus serta rasa saling percaya hendaknya menjadi tali pengikat antara Anda dan pasangan Anda. Pernikahan yang didasarkan pada kasih sayang yang tulus mengedepankan pemaknaan kata “kita” ketimbang kata “saya” atau “aku.”

    • Pernikahan yang kuat sering digambarkan sebagai sebuah segitiga sama sisi dengan Anda dan pasangan Anda berada di masing-masing titik pada kedua ujung sisi datar dari kerangka segitiga tersebut. Sementara yang ada di bagian atas pada titik pertemuan kedua sisi segitiga lainnya adalah Tuhan. Perhatikan bahwa dalam kerangka segitiga pernikahan ini, sewaktu Anda dan pasangan Anda semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencari bantuan ilahi dalam pernikahan Anda, Anda dan pasangan Anda dengan sendirinya akan semakin mendekat pula.

  • Advertisement
  • Nikmatilah kehidupan pernikahan Anda. Sewaktu Anda saling berjuang untuk tidak menjadikan perbedaan antarindividu sebagai faktor pembeda antara Anda dan pasangan Anda, Anda berdua akan tumbuh dalam kebijaksanaan. Pernikahan Anda akan menjadi lebih hangat dan indah. Pernikahan Anda akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan sisa waktu kehidupan Anda dan menua bersama pasangan Anda.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Setiaman Zebua is a native of Nias, Sumatra Utara,now living in Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, and working for a family owned catering business. He is a father of two. Email me: zebuase@gmail.com

Lima Pemahaman Dasar sebagai Landasan Sikap terhadap Perbedaan Antarindividu dalam Pernikahan

Unsur perbedaan dalam pernikahan serta upaya untuk menanganinya dapat menjadi petualangan yang paling menantang dalam hubungan antarmanusia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr