Apa saja hak wanita dalam menghadapi pelecehan seksual?

Wanita yang dianggap kaum lemah sering menghadapi pelecehan seksual di tempat kerja, di kampus, bahkan di tempat ibadah. Hal ini terjadi akibat perilaku kaum pria yang kurang menghargai lawan jenisnya.

4,021 views   |   shares
  • Wanita yang dipandang sebagai kaum lemah sering menerima pelecehan seksual di tempat kerja, kampus, bahkan tempat ibadah. Hal ini terjadi akibat kelakuan kaum pria yang kurang menghargai lawan jenisnya. Perbuatan seperti ini walaupun diancam hukuman tetap saja masih banyak terjadi. Karena itu, kaum wanita harus menyadari hak-haknya dan tidak membiarkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual.

  • Apa saja yang dapat dianggap pelecehan seksual?

  • Bila seorang pria bercanda atau berbicara yang menyerempet soal seks, meskipun pembicaraannya tidak langsung tertuju kepada masalah seks atau tidak langsung ditujukan kepada wanita di dekatnya. Anda para wanita dapat mengatakan, "Maaf pembicaraan Anda tidak pada tempatnya." Jangan tertawa ketika mendengar lelucon yang "miring" karena artinya Anda menikmati lelucon itu. Selain itu, perbuatan seperti menepuk bokong, mengelus tangan bahkan tatapan yang tidak senonoh dapat dianggap pelecehan seksual.

  • Seorang manajer di sebuah toko besar dipecat gara-gara tingkahnya yang tidak pantas terhadap bawahannya. Padahal dia sudah meniti karier begitu lama di tempat kerjanya. Di masa muda, dia terkenal galak, tetapi di usia senja, perilakunya mulai agak lunak. Entah karena pengaruh masa puber kedua, kelihatannya dia agak tertarik kepada seorang pegawai wanita yang memang cantik. Perilakunya mulai tidak dapat ditolerir oleh si pegawai. Akhirnya pegawai wanita itu melaporkan masalah ini kepada bagian personalia. Dengan bukti-bukti yang dapat dilihat di kamera toko, manajer ini kehilangan pekerjaan yang sudah dirintisnya dari lama.

  • Seorang ibu muda ingin meningkatkan kariernya dengan kembali ke kampus. Kebetulan istri salah satu dosennya adalah pimpinan organisasi wanita di tempat ibadahnya. Si istri dengan baik hati menawarkan diri menjaga bayinya bila si ibu muda pergi kuliah. Otomatis, si ibu muda sering bertemu dengan dosennya ketika menitipkan bayinya. Walau usia si dosen sudah paruh baya namun dia masih kelihatan tampan. Sikapnya yang ramah dan santun membuat banyak wanita tertarik kepadanya. Tidak terkecuali si ibu muda yang banyak berhutang budi kepadanya dan istrinya.

  • Kesempatan bertemu ini membuat mereka saling tergoda. Dimulai dengan bertukar surel dan pesan di ponsel yang makin seru, perbuatan mereka berlanjut ke arah yang lebih berbahaya. Karena bingung, si ibu muda menceritakan masalahnya kepada pembimbingnya. Dia mengira semua ini akan dianggap konfidensial. Tidak ampun si dosen dipecat dari pekerjaannya mengajar yang sudah bertahun-tahun di kampus itu. Tentu saja si ibu muda bertambah bingung dan menulis surat yang menyatakan bahwa semua ceritanya tidak benar. Nasi sudah menjadi bubur tidak ada yang dapat diperbuatnya untuk mengembalikan karier dosennya dan menyembuhkan luka hati istri si dosen. Adalah haknya untuk melaporkan keakraban hubungannya dengan si dosen, tetapi sikapnya sendiri yang semula menanggapi bahkan memberi kesempatan, tidaklah pada tempatnya.

  • Advertisement
  • Kaum wanita harus menyadari dan mempertahankan martabat mereka. Jangan memulai persoalan dengan menjadi penggoda. Kita harus menerapkan batas-batas yang semestinya untuk membuat diri kita dihargai. Sebaiknya sikap profesional harus dijaga di tempat kerja. Di tempat-tempat lain kita harus menjaga perilaku kita supaya kaum pria menjunjung tinggi martabat kita.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Apa saja hak wanita dalam menghadapi pelecehan seksual?

Wanita yang dianggap kaum lemah sering menghadapi pelecehan seksual di tempat kerja, di kampus, bahkan di tempat ibadah. Hal ini terjadi akibat perilaku kaum pria yang kurang menghargai lawan jenisnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr