Barang pre-loved. Jual atau berikan cuma-cuma?

Barang pre-loved atau barang second, adalah barang yang masih bisa terpakai, namun sudah tak digunakan lagi oleh pemilik. Biasanya dijual dengan harga miring. Namun, pernahkah terpikir untuk memberikan saja barang-barang tersebut kepada yang butuh?

689 views   |   0 shares
  • Belakangan ini, istilah "pre-loved" seperti menjadi tren di kalangan ibu-ibu muda, terutama yang gemar berburu barang di online shop atau pop up market. Barang pre-loved sebenarnya barang bekas yang dijual kembali dalam keadaan yang masih baik, bahkan kadang masih rapi di dalam kardus.

  • Membeli barang second memang bukan sesuatu yang memalukan. Bahkan, dengan mendapatkan barang pre-loved, kita sudah cukup berkontribusi untuk melakukan pengurangan sampah, dan memanfaatkan barang hingga "akhir hayatnya".

  • Namun, pernahkah terpikir untuk mendonasikannya saja barang-barang tersebut?

  • Ada yang mengatakan, "The more you give, the more you get." Berbagi adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan begitu saja. Amat manusiawi jika kita ingin berbisnis dalam rangka mencari penghidupan. Tetapi, ada kalanya, berbagi juga bisa memberikan kita sesuatu yang lebih besar ketimbang materi. Rasa bahagia, saat melihat senyum kebahagiaan dari orang yang menerima pemberian tersebut. Rasa tenang jika membayangkan bahwa barang yang kemarin menganggur di rumah kini digunakan dengan baik oleh orang lain, bahkan mungkin membantu hidup mereka.

  • Misal, Anda memiliki perlengkapan bayi teronggok berdebu didalam gudang dan memberikannya pada seorang tukang sampah yang baru saja memiliki anak kedua. Ia yang tadinya sedang kebingungan dan berencana menunggak biaya (lagi) sekolah anak pertamanya tentu akan merasa amat senang. Karena dengan barang pemberian Anda, putra pertamanya bisa melanjutkan sekolah.

  • Bayangkan bagaimana rasanya hati kita menatap kebahagiaan dari wajah seseorang yang membutuhkan bantuan. Memberikan kebahagiaan sebesar itu, rasanya tidak setimpal dengan kebahagiaan hasil menjual barang pre-loved, dan mendapatkan uang saat itu.

  • Maka, apa salahnya jika kita berhenti menjual barang second dari rumah dan mulai membagikannya kepada saudara-saudara yang belum beruntung. Atau, jika tujuan menjual barang pre-loved adalah untuk mengisi waktu dengan kegiatan bisnis, Anda bisa meniru konsep sebuah toko diskon di Australia.

  • Toko tersebut bekerjasama dengan beberapa lembaga sosial dan LSM untuk penderita kanker, orang tidak mampu, dan sebagainya, untuk melakukan penjualan barang bekas. Jadi, toko membayar LSM yang mengumpulkan donasi berupa barang-barang apa pun dari masyarakat, untuk kemudian menjualnya lagi dengan harga amat murah.

  • Ada bayaran bagi LSM untuk tetap melakukan tugasnya memberikan sumbangsih bagi yang membutuhkan. Kemudian, barang bekas itu juga bisa dibeli dengan harga yang sangat murah oleh masyarakat yang membutuhkan. Untuk barang-barang yang tidak laku dijual, kemudian akan diangkut dan dikirimkan sebagai bantuan bagi penduduk negara lain yang membutuhkan.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Barang pre-loved. Jual atau berikan cuma-cuma?

Barang pre-loved atau barang second, adalah barang yang masih bisa terpakai, namun sudah tak digunakan lagi oleh pemilik. Biasanya dijual dengan harga miring. Namun, pernahkah terpikir untuk memberikan saja barang-barang tersebut kepada yang butuh?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr