Baby walker tidak membantu anak berjalan. Benarkah?

Banyak orang yang menggunakan baby walker untuk membantu bayinya dalam fase belajar jalan. Padahal kini sudah banyak negara yang melarang penggunaan alat tersebut. Kenapa?

1,644 views   |   5 shares
  • Setelah melewati tahap membalikkan tubuh, merayap, merangkak dan berdiri, seharusnya seorang bayi akan memasuki tahap belajar berjalan. Hal ini amat natural, namun sebagai orangtua kadang kita "geregetan" dan ingin membantu anak cepat berjalan. Banyak cara dilakukan, baik alami maupun dengan alat bantu. Tak jarang yang menggunakan alat bantu berupa baby walker karena dianggap dapat membantu anak lebih cepat berjalan.

  • Padahal, menggunakanbaby walker justru menghambat perkembangan motorik dan perkembangan mental anak. Bahkan, penggunaan baby walker juga berbahaya bagi keselamatan jiwa anak. Di beberapa negara seperti Australia, Amerika dan Jerman, penggunaan baby walker bahkan sudah dilarang oleh pemerintah karena banyak menyebabkan kecelakaan pada bayi.

  • American Academy of Pediatric (AAP) mengatakan bahwa penggunaan baby walker bisa mendatangkan kecelakaan pada bayi. Pada 1999 di Amerika, dilaporkan sekitar 8.800 bayi usia 15 bulan masuk rumah sakit karena menggunakan baby walker. Hal ini terjadi kebanyakan karena terbalik, terjatuh, roda baby walker terpeleset mainan, terjatuh dari tangga, bahkan tenggelam. Penggunaanbaby walker membuat anak bergerak di luar kemampuan alaminya, dan lebih cepat ketimbang reaksi orangtua atau pengasuh. Karena itulah, produksi baby walker di Amerika telah dihentikan.

  • Lalu mengapa alat bantu ini tetap diminati? Dr. Karel A.L. Staa. M.D., dari RS Pondok Indah, Jakarta mengatakan karena alat ini terkesan praktis, terutama untuk bayi 7-12 bulan yang lincah, dan ingin melatih kemampuannya berjalan. Baby walker banyak dianggap sebagai penyelamat tenaga orangtua. Penggunaannya yang paling utama biasanya terkait dengan upaya mengatasi keinginan anak yang bergerak terus kesana-kemari.

  • Dengan baby walker, bayi bisa menggerakkan kaki-kakinya, berjalan kesana-kemari tanpa harus terus berpegangan dan terjatuh. Hal ini membuat orangtua lepas sejenak dari anak dan mengerjakan tugas lain. Sayang sekali jika pola berpikir ini terus dilanjutkan karena tugas orangtua justru memastikan anaknya bergerak dengan normal sesuai rentang usia.

  • Dengan terbiasa diletakkan di baby walker, anak tidak melatih otot paha dan pinggul, yang sebetulnya harus dilakukan untuk bisa berjalan dengan benar dan lancar. Akibatnya, otot tungkai tidak terlatih untuk menyangga tubuh anak saat berjalan dan berpotensi mengganggu perkembangan motorik kaki. Kemampuan bergerak yang dibutuhkan ketika anak berjalan mengunakan baby walker tidak akan bermanfaat baginya untuk berjalan normal, tanpa alat bantu.

  • Advertisement
  • Studi menunjukkan anak yang duduk dan menggunakan baby walker akan berjalan lebih lambat daripada yang tidak menggunakan baby walker. Efek negatif lainnya adalah menghambat perkembangan mental. Pada dasarnya, anak memiliki keinginan natural untuk berpindah tempat atau mengambil sesuatu miliknya. Keberhasilan dalam proses ini akan menimbulkan rasa puas kemudian berlanjut ke proses belajar lainnya. Nah, penggunaan baby walker akan membuat anak kehilangan momen perkembangan ini.

  • Penggunaan baby walker menyebabkan anak sulit meningkatkan kemampuan menjaga keseimbangan tubuh karena selalu memiliki tumpuan. Padahal, untuk berjalan dengan normal, seseorang harus belajar melangkah tanpa bantuan pada benda apapun. Secara psikologis, baby walker membuat anak malas belajar berjalan sendiri, karena sudah keburu merasa enak bisa berjalan kemanapun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.

  • Jadi, hargailah proses tumbuh kembang alami setiap anak. Tidak perlu memfasilitasi dengan alat khusus, padahal belum tentu membantu. Bisa jadi malah mencelakakan.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Baby walker tidak membantu anak berjalan. Benarkah?

Banyak orang yang menggunakan baby walker untuk membantu bayinya dalam fase belajar jalan. Padahal kini sudah banyak negara yang melarang penggunaan alat tersebut. Kenapa?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr