Baby lotion dan minyak untuk si bayi, penting atau berbahaya?

Bayi-bayi zaman sekarang, sejak hari pertamanya lahir sudah diolesi berbagai produk kecantikan dari bedak, losion, minyak telon, baby oil, shampoo, sabun dan sebagainya. Apakah bayi yang masih wangi sudah memerlukan berbagai produk itu?

9,023 views   |   18 shares
  • Produk kecantikan bayi kini semakin banyak rupa dan jenisnya, seperti minyak telon, bedak, lotion, krim, minyak rambut, hingga cologne. Benarkah produk-produk berbahan dasar kimiawi tersebut dibutuhkan bayi?

  • Dokter Spesialis anak RS Pondok Indah, Karel Staa, menegaskan pemakaian bedak, minyak kayu putih, minyak telon dan pewangi sangat berbahaya untuk kesehatan bayi di masa depan. "Partikel-partikel yang terkandung di dalam bedak bayi dan minyak berbahaya jika dihirup bayi," katanya. Produk tersebut bahkan dapat membahayakan fungsi paru-paru.

  • Para dokter anak di Amerika sudah lama berhenti merekomendasikan penggunaan bedak talk, karena berbahaya bila terhirup oleh bayi dan balita. Bedak jenis ini mengandung magnesium silikat halus, zinc dan sebagainya yang amat halus sehingga dapat terhirup masuk dan menimbulkan keracunan.

  • Setiap tahun, New York poison control center melaporkan setidaknya 50 kasus akibat keracunan bedak talk. Jurnal pediatrik juga menyebutkan bahwa bedak bayi dihubungkan dengan peningkatan kadar phthalates dalam tubuh bayi. Sebuah studi mengungkap bahwa zat jenis ini ditemukan dalam jumlah besar di dalam urin bayi yang baru saja dikeramas, dibedaki atau diolesi cairan produk bayi.

  • Phthalates adalah bahan kimia yang memiliki efek toksik untuk sistem reproduksi dan perkembangan endokrin. Phthalates ini juga ditemukan dalam banyak produk keseharian seperti kosmetik, mainan, lapisan vinil pada lantai, dan peralatan medis karena zat ini digunakan untuk menstabilkan keharuman dan membuat plastik lebih fleksibel. Sebuah studi terhadap hewan bahkan menunjukkan bahwa phthalates dapat mengakibatkan cacat kelahiran.

  • Selain bedak, Karen menambahkan baluran minyak yang dipercaya dapat memberi kehangatan untuk bayi pun tidak terbukti. "Kulit bayi belum berfungsi. Jika ditutupi produk itu, bagaimana pori-porinya bernapas?" ujarnya. Kulit bayi, seharusnya dibiarkan apa adanya.

  • Zat kimia yang dianggap membahayakan ini membuat ibu-ibu akan mundur teratur lalu kebingungan karena kebiasaan mengolesi bayi dengan ini-itu memang sudah turun-menurun. Lagi pula, jika memang tidak perlu mengolesi si kecil dengan berbagai produk kecantikan, Anda juga bisa berhemat, bukan?

  • Untungnya, sekarang ini sudah banyak produsen lokal yang menjual produk alami yang dibuat sendiri. Mungkin sudah saatnya kembali kepada bahan alami yang digunakan oleh nenek moyang kita, yang khasiat dan keamanannya sudah terbukti sejak ribuan tahun lalu.

  • Advertisement
  • Memang meracik rempah akan memakan waktu lebih lama. Namun, kita juga tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan, jika terus menggunakan bahan kimia bahkan sejak baru lahir. Semua pilihan kembali pada kita. Alangkah baiknya kita menjadi konsumen yang lebih bijak dalam memilih produk kecantikan untuk si kecil.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Baby lotion dan minyak untuk si bayi, penting atau berbahaya?

Bayi-bayi zaman sekarang, sejak hari pertamanya lahir sudah diolesi berbagai produk kecantikan dari bedak, losion, minyak telon, baby oil, shampoo, sabun dan sebagainya. Apakah bayi yang masih wangi sudah memerlukan berbagai produk itu?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr