Dua kata utama dalam membesarkan anak

Membaca dan mencari tahu banyak hal mengenai cara membesarkan anak, memang penting. Namun jangan pernah lupa, bahwa sebetulnya hanya ada dua kata kunci agar berhasil menerapkan seluruh pengajaran pada anak. Apakah itu?

5,746 views   |   10 shares
  • Ada begitu banyak tips parenting yang beredar di dunia maya, dikoar-koarkan para pakar dari seminar ke seminar, diceritakan dalam buku dan bahkan difilmkan. Padahal, hanya ada dua kata yang perlu diingat dalam mendidik anak, di manapun, kapanpun, apapun kepribadiannya.

  • Apakah itu?

  • Ya. Sabar dan konsisten.

  • Segala tips dan cara-cara efektif membesarkan anak, hanya bisa terlaksana jika orangtua selalu sabar dan selalu mampu konsisten dengan aturan yang telah diterapkannya. Tidak ada cara yang lebih baik dalam pengasuhan anak, jika kita, sebagai orangtua, belum mampu mendidik diri sendiri untuk jadi lebih baik dalam kedua hal tersebut.

  • Kesabaran dan konsistensi, adalah dua hal yang paling sulit dilakukan. Tidak hanya oleh anak-anak, bahkan juga bagi orang dewasa. Misalnya memberikan aturan tidak boleh makan permen. Berbagai alasan sudah jelas diungkapkan, dan semuanya demi kebaikan si anak. Namun yang terjadi berikutnya bisa jadi dua pilihan. Pertama, anak akan menangis meraung-raung dan memekakan telinga. Hal ini amat menguji kesabaran, yang lama kelamaan bisa membuat kita menyerah lalu memperbolehkan.

  • Begitu juga dengan kemungkinan kedua, yakni, merayu. Anak bisa saja tiba-tiba melakukan hal lucu seperti mengerjapkan mata, atau memeluk dan mencium kita dengan mesra sebagai langkah permohonan agar permintaannya dikabulkan. Tanpa konsistensi, tembok pertahanan kita menegakkan aturan akan luluh dan memberikannya begitu saja.

  • Padahal, sekali hal itu terjadi, anak akan mengetahui kelemahan orangtuanya. Lalu terus melakukain hal itu. Hal ini yang di kemudian hari, saat anak sudah lebih besar, menjadi pemicu pertengkaran antara orangtua dan anak. Kebiasaan yang kita terapkan pada anak sedari dini.

  • Dengan sabar dan konsisten, kita juga jadi lebih bisa berpikir lebih jernih dan punya ide-ide cemerlang. Untuk kasus permen di atas, misalnya, jika anak meraung-raung, maka kita bisa menunggu dengan sabar hingga tangisannya berhenti, lalu mengajak anak berdiskusi. Kita bisa mulai negosiasi. Misalnya, oke, ia boleh makan satu permen, jika ia mau melakukan sesuatu. Membereskan mainan, misalnya, atau berhitung dari 1-10, atau merapikan lemari bajunya.

  • Sambil terus ditekankan bahwa, permen bukanlah makanan sehat. Sesekali boleh dimakan, tapi tidak terus-terusan. Ingatkan lagi, bahwa ini kesempatan terakhirnya. Besok, tak ada lagi. Begitu juga saat ia merayu dengan manja. Tawar menawar yang dilakukan usai tindakan "menyebalkannya" usai, akan membuat anak memahami satu hal; orangtuanya tidak bisa dipaksa untuk hal-hal yang betul-betul tidak baik bagi dirinya.

  • Advertisement
  • Ia akan lebih cepat memahami bahwa, tidak ada cara lagi selain patuh. Ia juga akan tahu bahwa ia bisa menawar, namun kesempatan itu tidak akan datang terus menerus. Di hari lain, ia tidak akan selalu bisa mendapatkan yang ia inginkan. Anak akan tumbuh juga dengan kesabaran dan konsistensi yang sama.

  • Tidak ada gunanya memarahi anak, saat ia melakukan tindakan merengek. Lalu kemudian tetap diberikan hal yang diinginkannya. Berikan saja ia waktu untuk menangis, mengamuk, merayu atau apapun itu. Siapkan saja stok sabar Anda sebanyak-banyaknya. Sebanyak ikan di lautan yang tak bisa terhitung. Tebalkan kuping dan kuatkan hati. Lalu tegakkanlah aturan dengan tegas, dan konsisten.

  • Anak adalah peniru ulung. Ia akan meniru segala tindakan orangtuanya. Sabar dan konsisten adalah hal yang amat sulit dilakukan, dan begitu juga pilihan menjadi orangtua. Tidak ada hasil baik yang didapatkan dengan mudah, segalanya harus melalui proses panjang yang rumit. Mendidik anak hingga mampu memiliki kesabaran dan konsistensi, akan menjadikan ia pribadi yang menyenangkan.

  • Ia akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan bisa bertahan di segala situasi apapun dalam kehidupannya. Ia juga akan lebih mampu mengikuti aturan yang berlaku dan peduli pada lingkungan sekitar. Bayangkan jika seluruh orangtua di dunia bisa lebih sabar dan konsisten, generasi selanjutnya akan menjadi orang-orang yang mampu menciptakan ketentraman di dunia.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Dua kata utama dalam membesarkan anak

Membaca dan mencari tahu banyak hal mengenai cara membesarkan anak, memang penting. Namun jangan pernah lupa, bahwa sebetulnya hanya ada dua kata kunci agar berhasil menerapkan seluruh pengajaran pada anak. Apakah itu?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr