Meningkatkan minat baca anak itu mudah

Membaca adalah kegiatan yang menyenangkan dan mencerdaskan. Namun mengapa budaya baca di Indonesia seolah tenggelam begitu saja? Peringkat buncit perihal membaca negara kita di mata dunia jadi buktinya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

4,754 views   |   8 shares
  • Bagaimana perasaan Anda, mengetahui bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua terbawah survei minat baca yang dilakukan The Programme for International Student Assessment (PISA)? Hal ini bahkan diakui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

  • Menurut Anies, penyebab utama dari peringkat buncit ini adalah karena wilayah negara yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak. Keadaan terparah ada di daerah terpencil dan minim akses transportasi. Lebih menyedihkan lagi, fakta bahwa tidak hanya minat baca yang rendah, namun juga minat ke perpustakaan. Bahkan fasilitas perpustakaan memadai di beberapa sekolah pun tidak dimanfaatkan dengan baik.

  • Tidak heran, jika kemudian, lembaga survei internasional tersebut pun menyatakan bahwa kemampuan sains dan matematika pelajar Indonesia juga yang paling buncit dari 65 negara yang disurvei PISA. Padahal setiap orangtua pasti mengingkan anaknya cerdas dan gemar belajar. Namun jangan khawatir, kita masih bisa melakukan sesuatu untuk memerbaiki keadaan ini.

  • Minat baca anak di kemudian hari, dapat ditumbuhkan dengan cara mudah. Yakni membacakan buku sebelum tidur. Menurut Dr. Terri Apter dari Cambridge University, manfaaat dari rutinitas membacakan cerita sebelum tidur tidak hanya berpengaruh pada intelektualitasnya, namun juga memengaruhi secara emosional.

  • Terkait emosional, dijelaskan bahwa kegiatan membaca buku sebelum tidur merupakan salah satu cara untuk mempererat kedekatan emosional orangtua dan anak. Ketika membacakan buku cerita, biasanya terjadi kontak fisik antara anak dan orangtua. Baik memeluk, duduk bersebelahan, memangku atau membelai kepala. Hal ini akan menumbuhkan rasa penerimaan dan menjadi cikal bakal anak untuk menjadi orang yang percaya diri.

  • Selain itu, masih dalam konteks pengaruh secara emosional, membacakan cerita juga dapat mengurangi stres pada anak. Orangtua yang bercerita dengan santai dan nyaman, akan membuat anak tertarik mendengarkan. Apalagi jika ditambah intonasi atau humor-humor yang menyemarakkan suasana. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman, serta mengurangi tingkat stres.

  • Anak yang sehat, akan menjadikan ia lebih cerdas dan bahagia. Untuk itu, ia perlu makan sehat dan tidur cukup. Membacakan cerita sebelum tidur ternyata efektif dalam membangun pola tidur yang sehat. Ketika anak terbiasa mendengar cerita sebelum tidur, orangtua sudah membangun ritual yang akan menjadi alarm bahwa sudah saatnya tidur. Kondisi ini akan membantu anak memliki jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya.

  • Advertisement
  • Menurut data dari National Center for Education Statistics di AS, anak-anak yang orangtuanya rajin membacakan buku kepada mereka, cenderung untuk menjadi pembaca yang lebih baik dan pintar di sekolah. Sebab, pengulangan cerita akan diperhatikan pola dan urutannya oleh anak, mereka akan menyimpannya dalam memori otak. Hal tersebut menjadi stimulus otak anak bekerja lebih aktif, dan menyambungkan simpul saraf otaknya. Sehingga kecerdasan mereka akan berkembang dengan baik.

  • Karena itu juga, membacakan cerita sebelum tidur membantu perkembangan bicara dan bahasa anak. Dari cara kita bercerita, mereka akan belajar suara dasar, pola, intonasi, perbendaharaan kata juga arti dan penggunaan kata. Mereka akan mampu mengembangkan imajinasi karena berawal dari belajar menghubungkan gambar, peristiwa, tindakan, objek dengan kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikannya.

  • Yang terpenting kemudian adalah, menumbuhkan rasa cinta kepada buku. Jadi, membacakan buku sebelum tidur, jelas akan mendorong minat anak untuk senang membaca. Jika sudah cinta pada buku, anak akan melihat buku seperti teman yang menyenangkan seperti halnya mainan. Jika hal ini sudah terjadi, orangtua dan guru tak perlu lagi khawatir soal rendahnya minat baca seorang anak.

  • Jadi apalagi yang kita tunggu, mari mulai membacakan anak-anak buku cerita. Bahkan sejak ia baru lahir. Singkirkan dulu lelah sehabis bekerja seharian, atau menghadapi perjalanan yang melelahkan dari tempat bekerja. Sisihkan beberapa menit saja untuk memulai sesuatu yang amat baik, untuk anak dan masa depannya.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Meningkatkan minat baca anak itu mudah

Membaca adalah kegiatan yang menyenangkan dan mencerdaskan. Namun mengapa budaya baca di Indonesia seolah tenggelam begitu saja? Peringkat buncit perihal membaca negara kita di mata dunia jadi buktinya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr