Suara hati para istri

Kita juga punya hak untuk menyuarakan apa yang kita rasakan. Terlepas dari semua kewajiban yang telah kita lakukan sebagai istri. Ada kalanya istri ingin dihargai, dimengerti, dipahami, didengarkan dan dianggap ada.

26,715 views   |   234 shares
  • Tentu sudah membaca artikel saya yang berjudul "Suara hati para suami" sebelumnya, yang mana isinya mengingatkan kembali kita para istri akan peran suami yang begitu besar terhadap keluarga.

  • Mulai dari mereka yang mencari nafkah untuk kepentingan keluarga, hingga harapan mereka agar istri tidak banyak mengeluh dan memahami saat mereka bekerja, ada rasa kekhawatiran meninggalkan kita istri dan anak-anaknya di rumah.

  • Tapi itu semua dari sudut pandang seorang suami. Sebagai istri kita tentu mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti suami. Benarkan?

  • Kita juga punya hak untuk menyuarakan apa yang kita rasakan. Terlepas dari semua kewajiban yang telah kita lakukan sebagai istri. Ada kalanya istri ingin dihargai, dimengerti, dipahami, didengarkan dan dianggap ada.

  • Yah, suami dan istri adalah manusia yang mempunya kebutuhan eksistensi yang sama. Yaitu sama-sama ingin dianggap ada.

  • Kenapa saya mengatakan seperti ini? Karena banyak sekali wanita di luar sana yang merasa suaminya terlalu cuek, yang merasa suaminya sangat sulit diajak berkomunikasi, bahkan sangat sulit untuk bisa memahami apa yang dibutuhkan istri.

  • Materi bukan segala-galanya yang dibutuhkan, meski ini sangat penting dalam sebuah rumah tangga. Tapi fondasi pertama rezeki itu menjadi nikmat, adalah ketika dua orang di dalamnya dapat saling memiliki satu sama lain.

  • Memiliki di sini adalah sama-sama merasa butuh dan bisa menghargai peran masing-masing. Tidak menjatuhkan dan menganggap diri lebih berperan dalam urusan rumah tangga. Tetapi saling membutuhkan untuk menutupi kekurangan masing-masing, sehingga menjadi lengkap.

  • Contoh kasus seperti ini,

  • Banyak para istri berkonsultasi kepada saya, tentang masalah rumah tangga yang dihadapi mereka. Hampir semuanya mengatakan suami sangat sulit untuk diajak berkomunikasi, padahal yang dibutuhkan istrinya hanya didengarkan.

  • Ketika mereka berusaha mengajak suaminya berkomunikasi dua arah, secara baik-baik tentang kondisi kehidupan berumah tangga mereka. Yang terjadi suami justru cuek, selalu menyalahkan istri dengan semua yang terjadi selama ini, atau asyik melakukan aktivitas lain. Sehingga istri merasa diabaikan, tidak dianggap dan diacuhkan.

  • Jika sudah muncul perasaan seperti ini, maka beberapa dari mereka kemudian hanya memendam, diam, dan merasa sia-sia. Karena bicara dan tidak bicara, tetap saja hal tersebut sama di mata suami.

  • Advertisement
  • Apakah ini yang diinginkan dalam sebuah rumah tangga?

  • Apakah dengan membiarkan perasaan itu terpendam, maka semua masalah akan selesai?

  • Sabar seorang istri memang tak terbatas, tetapi toleransi dari istri yang terbatas. Jadi, jika rasa itu terpendam terlalu lama, hal ini akan berdampak buruk pada keutuhan rumah tangga mereka.

  • Surga di dalam rumah tangga adalah ketika melihat istri bisa tersenyum bahagia, bisa ikhlas dalam melayani suami, bisa dengan setia mendampingi Anda para suami untuk menjadi laki-laki yang hebat. Bukan saja hebat di matanya sebagai seorang laki-laki yang telah dipilihnya untuk menjadi pemimpin baginya. Tetapi juga menjadikan Anda, seorang ayah yang hebat untuk kehidupan anak-anak Anda kelak.

  • Jika semua istri berkata seperti ini :

  • Senyumku surga dunia untukmu

  • Diamku selalu terlantun doa untukmu

  • Tangisku, apakah itu bukan urusanmu?

  • Maka, bahagiakanlah mereka, jagalah hatinya dengan sikap dan tutur kata yang lembut dan tidak membuatnya terluka.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Suara hati para istri

Kita juga punya hak untuk menyuarakan apa yang kita rasakan. Terlepas dari semua kewajiban yang telah kita lakukan sebagai istri. Ada kalanya istri ingin dihargai, dimengerti, dipahami, didengarkan dan dianggap ada.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr