Anak hobi nonton? Jangan selalu dilarang!

Cara belajar visual adalah hal yang efektif untuk memelajari sesuatu. Maka, jika anak Anda hobi nonton, temani dan ajak ia menyaksikan film-film bagus.

1,695 views   |   3 shares
  • Kerap menemukan anak terpaku pada layar televisi, begitu asyik hingga seolah tak menyadari kesibukan dunia di sekitarnya? Sesekali temani, dan usai menonton sebuah film, ajak ia berdiskusi. Jika ia paham benar setiap detail dari film tersebut, dan mampu menceritakannya dengan benar, mungkin anak Anda memiliki tipe belajar visual.

  • Pada umumnya, cara belajar seseorang dikategorikan dalam tiga cara:

    1. Cara belajar visual
  • Menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

    1. Cara belajar auditori
  • Mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat. Pendengaran dijadikan alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu.

    1. Cara belajar kinestetik
  • Mengharuskan individu menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.

  • Jika sudah jelas anak kita masuk ke dalam cara belajar visual, pada umumnya ia memang akan betah diam di satu tempat dan menyaksikan sesuatu. Ini adalah keunikannya, maka jangan dilarang. Akan lebih baik jika diarahkan dan ditemani. Anak yang amat visual akan menikmati saat-saat menonton sesuatu, dan ia akan mengerti lebih baik.

  • Sediakanlah film-film bagus untuk ditonton bersama. Ada begitu banyak film yang menceritakan soal dunia dan pelajaran penting lainnya. Jika ia menggemari sains, ajaklah ia menonton saluran televisi yang banyak menyajikan tayangan terkait ilmu sains. Ada tayangan dokumenter, ada juga film-film fiksi ilmiah yang menarik dan sarat dengan pengetahuan.

  • Jika ia tertarik dengan ilmu social, ajaklah ia menonton film yang banyak menceritakan soal psikologi manusia, kehidupan bermasyarakat, kejadian sosial dan politik di dunia.

  • Sesibuk apa pun Anda, jadwalkanlah acara menonton bersama dengannya. Misalnya satu pekan tiga kali. Sediakan film-film bagus di rumah, dan perbaharui stoknya setiap minggu. Siapkan saluran-saluran yang ia gemari dan sarat pelajaran penting.

  • Televisi memang berbahaya jika disajikan bebas tanpa aturan. Ada acara-acara yang tidak berguna, ada iklan-iklan yang menggoda, serta ada berita-berita buruk yang kurang baik bagi anak-anak. Namun, televisi juga akan menjadi berguna saat dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik seperti menonton film edukatif bersama, lalu berdiskusi tentang konten film tersebut. Hal ini akan membuat anak lebih senang belajar dan semakin dekat dengan Anda.

  • Advertisement
  • Tetapi, setiap orang tetap membutuhkan aktivitas di luar ruangan dan interaksi dengan mahluk lain. Maka, tetap terapkan aturan waktu untuk menonton, dan siapkan juga waktu Anda untuk menemaninya bermain di luar. Di luar kotak elektronik, anak dengan gaya belajar visual juga bisa belajar banyak, seperti menyaksikan dengan mata kepala sendiri hal-hal yang dilihatnya di televisi.

  • Selain itu, Anda juga bisa mengajaknya menyaksikan kegiatan seni seperti teater, acara musik, mengunjungi planetarium, dan menonton di bioskop. Kegiatan ini akan membantunya berinteraksi dengan dunia, namun tetap melakukan kegemarannya dan gaya belajar visualnya.

  • Jadi, tidak perlu terlalu keras melarang televisi. Arahkan dan temani, tentu akan lebih baik.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak hobi nonton? Jangan selalu dilarang!

Cara belajar visual adalah hal yang efektif untuk memelajari sesuatu. Maka, jika anak Anda hobi nonton, temani dan ajak ia menyaksikan film-film bagus.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr