Ibu, sudah tenangkah hati Anda?

Anak yang kerap sulit diatur, tidak melulu karena dirinya sendiri. Ternyata, hal-hal yang dirasakan ibu banyak memengaruhi sikap anak sehari-hari. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apa yang belakangan terjadi?

867 views   |   3 shares
  • Pernahkah Anda merasa anak jadi super rewel, mudah ngambek, dan seribu kali lebih melelahkan dari biasanya? Biasanya fokus seorang ibu di saat-saat seperti ini adalah anaknya. Apakah anak saya kurang sehat? Apa yang ia inginkan? Apa yang ia khawatirkan? Jarang sekali yang kemudian menanyakan pada diri sendiri, apakah anak saya rewel karena saya? Anak selalu punya reaksi terhadap apa pun yang dirasakan ibunya. Hal ini diulas oleh Dr. Oz di buku Raising Your Child. Dia bilang, "Memang terdengar janggal, tapi salah satu hal yang paling berpengaruh dalam lingkungan anak anda adalah kondisi pikiran Anda sendiri."

  • Buku ini juga menjelaskan antara 10-20 persen ibu dari bayi yang baru lahir terpengaruh oleh depresi pasca melahirkan dan mungkin sindrombaby blues. Sepertiga ibu dengan anak usia pra-sekolah juga bisa menderita depresi.

  • Ketika seorang ibu depresi, ia mungkin hadir secara fisik, tapi tidak secara psikologis. Otomatis, bayi yang ibunya depresi ikut terseret depresi, bahkan hingga sulit menjalin hubungan dengan orang lain di sekitarnya. Yang terparah adalah bayi bahkan bisa berada di bawah kurva pertumbuhan alias bayinya kecil.

  • Dr. Oz menambahkan, "Bila ibunya mengalami depresi kronis, sang anak mungkin mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan akrab seumur hidupnya. Selain itu, anak mungkin mudah bosan, pasif, memiliki tabiat yang sulit dikendalikan, mudah tersinggung, dan penakut." Mengapa? Kebanyakan ibu yang depresi jarang mengajak bayinya mengobrol serta tidak peka dengan isyarat yang ditunjukkan si bayi.

  • Depresi adalah suatu kondisi masalah kejiwaan yang cukup berat. Namun, pelajaran penting dari Dr. Oz adalah saking kuatnya hubungan batin ibu dan anak, maka apa pun yang dirasakan ibunya, akan dirasakan pula oleh anaknya. Coba kembali tanyakan pada diri sendiri saat anak mulai bertingkah rewel dan menyebalkan. Ada hal apa yang sedang "nyangkut" di kepala kita? Adakah kesedihan atau kemarahan yang kita simpan sendiri?

  • Setiap hari, kita membagi energi kepada dunia. Energi yang tenang dan asertif adalah jenis energi yang akan sukses menenangkan orang lain, termasuk anak. Penting untuk diingat bahwa menjadi orangtua harus profesional. Bayangkan jika kita sedang tidak tenang, lalu marah-marah tanpa alasan jelas di kantor? Apa yang akan terjadi? Pekerjaan tidak usai, dan kemungkinan dimarahi atasan. Lalu mengapa kita bisa berbuat demikian pada anak sendiri, yang seharusnya mendapatkan perlakuan terbaik di atas semua orang? Anak tidak bisa memecat kita, tidak bisa menjauhi kita, namun ia bisa meniru rasa yang kita bawa.

  • Advertisement
  • Yang akan terjadi selanjutnya adalah lingkaran kemarahan yang tak kunjung usai. Takkan ada perubahan, dan tidak akan pernah menjadikan kita bahagia. Padahal tujuan kehidupan utamanya adalah merasa tenang dan bahagia, bukan?

  • Mari kita mulai bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang kita rasakan? Lalu cari solusinya. Selesaikan sebaik mungkin agar hati bisa tenang mengurus si buah hati. Anak perlu diperlakukan dengan professional dan berhak mendapatkan perlakuan baik dari ibu yang tenang.

  • Menurut penulis Asma Nadia, orangtua profesional bukan mereka yang tidak pernah marah. Namun mengerti kapan harus bertindak tegas dan marah dengan proporsi yang tepat karena memang diperlukan sebagai pembelajaran.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ibu, sudah tenangkah hati Anda?

Anak yang kerap sulit diatur, tidak melulu karena dirinya sendiri. Ternyata, hal-hal yang dirasakan ibu banyak memengaruhi sikap anak sehari-hari. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apa yang belakangan terjadi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr