Kebahagiaan itu bernama keluarga

Tak ada lagi alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan mereka keluarga kita. Orang-orang yang selalu hadir dalam hidup kita, setia menemani kita, bahkan rela menghabiskan sisa waktunya untuk mendampingi kita.

2,064 views   |   12 shares
  • Apa sumber kebahagiaan kita saat ini? Apa yang dapat kita syukuri saat ini?

  • Dua pertanyaan di atas, saya ajukan kepada beberapa kerabat khususnya kepada mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

  • Tanpa membedakan jenis kelamin baik itu laki-laki atau perempuan, hampir semuanya menjawab. Sumber kebahagiaan mereka saat ini adalah keluarga. Apa saja yang menjadi kebahagiaan mereka, terkait dengan keluarga.

    1. Saat pulang kerja, ada istri dan anak yang menyambut di rumah.

    2. Ketika harus berjauhan karena pekerjaan berbeda kota, maka ketika jadwal off dan bisa berkumpul bersama keluarga setiap dua minggu sekali, adalah masa-masa paling dinanti dan membahagiakan.

    3. Hadirnya seorang anak, membuat semua masalah hidup terlupakan dan merasa menjadi lebih baik.

    4. Masih bisa meluangkan waktu bermain dengan anak, mengantarjemputnya ke sekolah, terkadang menjadi sumber kebahagiaan tersendiri.

    5. Bahkan ketika anak-anak tertidur dalam pangkuan dan pelukan, mencium bau nafas, mendengar ocehan anak juga menjadikan perasaan menjadi lebih bahagia.

    6. Kekurangan pasangan pun tetap menjadi sumber kebahagiaan bagi seseorang. Seperti suara dengkur suami atau istri, cerewetnya istri, serta hal-hal kecil lainnya yang justru saling merasa kurang kalau tidak mengalami itu semua.

    7. Ada pula yang merasa bahagia karena istri sedang mengandung bayi lagi, itu berarti seorang suami merasa mempunyai tanggung jawab lebih lagi untuk keluarganya. Dengan bekerja semakin giat, dan melihat keluarganya tercukupi lahir dan batin, maka hatinya menjadi bahagia.

  • Mereka semua sepakat, bahwa keluargalah yang menjadi tujuan hidup mereka saat ini. Baik itu seorang suami atau istri, atau seorang ayah atau ibu. Mereka menyadari bahwa yang membuat mereka bahagia saat ini adalah orang-orang yang setia bersama mereka. Menemani di kala susah atau senang, serta menjadi bahagia ketika orang-orang tersebut merindukan kehadiran diri kita di kala jauh. Bukan hanya karena mereka butuh, tapi juga karena mereka tahu, hanya kita jugalah yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

  • Lalu apa-apa saja yang mereka syukuri? Ternyata semuanya pun menjawab sama, bersyukur masih diberi sehat dan usia. Yang mana, tujuan hidup mereka dengan sisa usia yang ada, adalah untuk berkumpul bersama keluarga dan membahagiakan mereka. Suami, istri, anak-anak, orangtua, serta keluarga lainnya.

  • Jika sudah begini, tak ada lagi alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan mereka keluarga kita. Orang-orang yang selalu hadir dalam hidup kita, setia menemani kita, bahkan rela menghabiskan sisa waktunya untuk mendampingi kita. Maka jangan sia-siakan sisa usia, berikan yang terbaik yang bisa diberikan untuk mereka yang kita cintai dan mencintai kita, yaitu keluarga kita.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Kebahagiaan itu bernama keluarga

Tak ada lagi alasan bagi kita untuk menyia-nyiakan mereka keluarga kita. Orang-orang yang selalu hadir dalam hidup kita, setia menemani kita, bahkan rela menghabiskan sisa waktunya untuk mendampingi kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr