Setelah 30 tahun terpisahkan ...

Ini adalah sebuah kisah nyata, yang menceritakan seorang wanita asal Ambon bernama Paula Yohana Dick. Setelah hidup bersama wanita yang dianggap sebagai ibunya selama puluhan tahun akhirnya dia tahu bahwa bidan Liline bukanlah Ibu kandungnya.

5,821 views   |   6 shares
  • Ini adalah sebuah kisah nyata, yang menceritakan seorang wanita bernama Paula Yohana Dick. Dia lahir, di Ambon dan dibesarkan oleh ibunya yang berprofesi sebagai bidan. Setelah hidup bersama wanita yang dianggap sebagai ibunya selama puluhan tahun, akhirnya dia tahu bahwa bidan Liline tersebut bukanlah Ibu kandungnya.

  • Sejak kecil, Paula dididik menjadi seorang Ambon yang sederhana, dia hanya bisa berbicara dalam bahasa Ambon, memakan sagu dan memakai baju yang sederhana. Meskipun sang ibu bisa berbicara dalam bahasa Belanda dan Inggris, sang ibu tidak ingin Paula mengetahuinya. Dia sungguh wanita yang sederhana. Wajah indo dan memiliki kulit yang sangat putih, tidak seperti orang Ambon pada umumnya, tidak membuat Paula berpikir aneh tentang dirinya. Hingga dia menikah dan memiliki anak, yang Paula tahu, ibu yang merawatnya selama ini adalah ibu kandungnya.

  • Pada tahun 1990an, di Belanda, Ayah kandung Paula sedang kritis karena penyakit yang dideritanya. Sebelum dia meninggal, dia menggumpulkan keenam anaknya dan meminta permintaan terakhir pada mereka. " Saya ingin mangga harum manis, carilah meski kalian harus ke Indonesia". Para anak yang mendengar permintaan itu cukup terkejut kemudian mereka menanyakan kembali pada sang ayah, apa maksud dari permintaannya tersebut. Kemudian sang ayah pun menceritakan kisah di masa lalunya.

  • "Ketika kalian masih kecil, ayah bertugas di Ambon, Indonesia. Saat itu, Ibu kalian sedang mengandung. Ternyata, prediksi bidan yang mengatakan ibu kalian akan melahirkan setelah tiba di Belanda itu salah. Ibu kalian harus melahirkan lebih awal dari yang kami duga. Dan akhirnya, Ibu kalian pun melahirkan di Ambon dan dibantu oleh seorang bidan setempat. Adik kalian terlahir dengan sehat dan memiliki kelamin perempuan. Namun beberapa saat setelah adik kalian lahir, Ibu mengalami pendarahan yang sangat banyak, sehingga dia tidak dapat di selamatkan lagi. Karena duka yang begitu besar saat itu, dan tanggung jawab yang sangat besar untuk membawa pulang kalian yang masih kecil-kecil kembali ke Belanda, ayah merasa tidak sanggup merawat adik kalian, akhirnya ayah memutuskan meninggalkannya kepada bidan itu, dan memberikannya nama Paula Yohana Dick seperti nama ibu kalian. Untuk itu, sebelum saya meninggal tolong cari saudara kalian yang hilang tersebut, dan tebuskan kesalahan saya padanya". Ucap sang ayah sambil menangis.

  • Segera mereka mulai mencari Paula dengan meminta bantuan Palang Merah Internasional untuk melacak keberadaan Paula saat ini. Namun sebelum menemukan di mana Paula berada, sang ayah meninggal. Meskipun demikian, para saudara Paula tidak berhenti mencari tahu di mana keberadaan adik mereka.

  • Advertisement
  • Akhirnya, Palang Merah Internasional, mendapatkan informasi tentang keberadaan Paula. Para saudara Paula pun langsung memutuskan untuk menjemput Paula bersama-sama di Ambon. Setiba di Ambon, mereka langsung mendatangi Paula. Dengan terkejut Paula mendengarkan semua cerita dari saudara-saudaranya. Sang bidan pun membenarkan cerita itu, dan meminta maaf padanya karena tidak menceritakan kebenaran ini, dikarenakan takut kehilangan Paula. Para saudara Paula mengajak Paula ikut dengan mereka ke Belanda, untuk mengunjungi keluarga asli Paula dan makam sang Ayah. Dan Paula pun menyetujuinya.

  • Saat mendarat di Belanda dan turun dari pesawat, Paula tak tahan menahan haru. Semua keluarga besarnya menyambutnya, ada tari-tarian dan musik juga, dia merasa bagaikan orang penting. Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Selama ini, dia hidup miskin dan penuh kesulitan, namun ternyata dia memiliki keluarga yang cukup. Saat itu adalah saat paling menggembirakan dalam hidupnya. Dia juga mengunjungi makam ayahnya. Selama di Belanda, Paula dibelikan pakaian, tas, sepatu, parfum dan masih banyak lagi oleh saudara-saudaranya. Dia merasa bagaikan putri dalam cerita dongeng. Dia sangat bersyukur memiliki banyak saudara yang begitu mengasihinya. Namun, meskipun dia telah mendapatkan kehidupan yang layak di Belanda, dia tetap lebih menyukai untuk hidup sederhana di Ambon. Upaya saudara-saudaranya untuk membujuk Paula tinggal dan membawa keluarga Paula dari Ambon ke Belanda gagal. Paula memilih untuk pulang ke Ambon. Meskipun Paula hidup jauh dari keluarga aslinya, mereka tetap saling berkomunikasi dan menjaga hubungan hingga sekarang.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Setelah 30 tahun terpisahkan ...

Ini adalah sebuah kisah nyata, yang menceritakan seorang wanita asal Ambon bernama Paula Yohana Dick. Setelah hidup bersama wanita yang dianggap sebagai ibunya selama puluhan tahun akhirnya dia tahu bahwa bidan Liline bukanlah Ibu kandungnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr