Menjadi konsumen yang bijak

Iklan televisi adalah cara marketing terbaik untuk membuat orang tertarik dan membeli. Sebab, karena diulang-ulang maka masyarakat terbiasa dan memengaruhi alam bawah sadar pengenalan produk. Namun, bagaimana jika anak ikut terpengaruh?

576 views   |   1 shares
  • Jika Anda perhatikan dengan seksama, acara-acara televisi lokal dengan tayangan iklan yang durasinya cukup panjang kebanyakan kini memergunakan ikon anak-anak untuk memasarkan berbagai produknya. Tidak hanya produk yang memang ditujukan bagi anak, namun juga produk lain seperti kendaraan bermotor, hingga makanan cepat saji.

  • Dalam berbagai strategi marketing, anak-anak memang kunci penting untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Iklan-iklan yang 'disuarakan' oleh anak, memudahkan anak kecil yang menontonnya lebih cepat mengidentifikasikan diri terhadap produk tersebut, kemudian meminta kepada orangtuanya untuk membelikan. Dan hal ini tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak di kategori usia di atas 5 tahun, justru sudah 'menempel' di kepala, sejak bayi dan balita. Sebab justru di masa lima tahun pertama dalam hidup seseorang itu, otak sedang berkembang pesat.

  • Dr Oz dalam bukunya Raising Your Child menulis bahwa tiga tahun pertama dalam kehidupan manusia adalah masa-masa yang amat penting dijaga. Pasalnya, sebagian besar sambungan sinopsis yang harus terhubung, untuk menghasilkan kemampuan belajar seseorang, terbentuk selama tahun pertama kehidupan. Setelah itu, tibalah masanya "pemangkasan". Artinya, titik berat perkembangan otak beralih, dari pertumbuhan menjadi pemangkasan. Seperti proses pengelolaan hutan, untuk mendorong pertumbuhan pohon yang paling sehat dan kuat, maka tanaman kecil dan semak-semak perlu dipangkas. Nah, otak melakukannya dengan menghilangkan sambungan sinopsis yang berlebihan atau jarang digunakan.

  • Karena seorang bayi tidak perlu tahu caranya bernyanyi dangdut, maka sambungan soal itu bisa dipangkas. Sementara jika si bayi mendengar bahasa Inggris di rumahnya, maka sambungan untuk kemampuan berbahasa perlu diperkuat. Inilah alasan pentingnya seorang anak mendapatkan rangsangan yang tepat sejak lahir hingga usia tiga tahun, agar ia bisa memangkas sel-sel syaraf dengan bijak.

  • Jadi proses memangkas sambungan syaraf itu secara langsung terkait dengan lingkungan tempat anak-anak berada. Mudahnya, jika seorang bayi jarang diajak bicara, otaknya akan memutuskan bahwa ia tidak butuh sel syaraf bahasa. Begitu juga sebaliknya, kita akan memperkuat sambungan yang dianggap penting oleh otak karena dilakukan berulang-ulang. Bayangkan, jika yang diulang-ulang tersebut adalah iklan?

  • Di buku ini dr OZ juga secara spesifik mengatakan: "Bila seorang bayi ditaruh di depan televisi seharian, hanya akan ada sedikit sambungan di otaknya, dan penelitian membuktikan bahwa anak-anak akan kehilangan sinopsis lebih cepat jika televisi terus menerus menyala"

  • Advertisement
  • Sayangnya, menurut buku Buyology karangan Martin Lindstrom, buat pelaku industri, cara ini adalah gaya marketing yang legal. Tak akan ada larangan untuk mencekoki iklan kepada anak-anak. Sebab cara ini sebetulnya seperti menjual palu, yang bisa saja dipergunakan untuk memukul orang hingga meninggal. Namun fungsi sebenarnya, ya bukan itu. Artinya, tidak akan ada larangan menjual palu.

  • Maka, kita, konsumen, yang harus lebih waspada dan kritis. Mungkin, lebih baik jika kita mengganti kegiatan menonton televisi dengan hal lain yang lebih bermanfaat. Atau, misalnya terpaksa harus menonton, perhatikan dengan seksama tayangan yang disaksikan anak-anak. Akan lebih baik jika kita menyetelkan saja DVD film anak, atau tayangan alam seperti The national Geographic,dananimal planets.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjadi konsumen yang bijak

Iklan televisi adalah cara marketing terbaik untuk membuat orang tertarik dan membeli. Sebab, karena diulang-ulang maka masyarakat terbiasa dan memengaruhi alam bawah sadar pengenalan produk. Namun, bagaimana jika anak ikut terpengaruh?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr