A S P A L

Sudah saatnya kita sama-sama beralih ke industri kecil, yang memproduksi produk-produk lokal milik kita sendiri. Karena dengan demikian, kita sudah berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian negeri, yang pada akhirnya menyejahterakan kita semua.

1,155 views   |   1 shares
  • Mari kita sedikit berkhayal. Andaikan siang ini, saat sedang santai di rumah bersama keluarga, Anda kedatangan dua orang pedagang tas. Pedagang pertama menawarkan tas bermerk terkenal dengan kualitas super dan harga yang amat miring. Pedagang kedua menawarkan tas tanpa merk, buatan lokal, dengan kualitas bahan kulit asli dan kain tenun. Keduanya tas dengan model terkini, dan dengan harga yang sama. Mana yang Anda pilih?

  • Kebanyakan dari kita, masih lebih memilih tas dengan merk terkenal yang mendunia. Sebab, merk tersebut jadi kebanggaan tersendiri. Meski tidak membeli yang asli, sebab harganya bisa beratus juta, namun kualitas super membuatnya terlihat amat mirip dengan barang aslinya. Keputusan ini, biasanya akan menurun. Sebab, anak-anak melihat pilihan Anda, dan hal tersebut akan tertanam di otaknya sejak dini, hingga nanti. Bahwa orangtuanya tidak memilih buatan lokal, karena tidak ada merknya. Lebih baik membeli barang dengan merk internasional di mal, meski harus berhutang dengan kartu kredit, ketimbang mendukung buatan tangan anak negeri. Dan begitu seterusnya.

  • Padahal usaha kecil seperti tas, baju, makanan dan barang lainnya ini memiliki peranan yang amat penting dalam lajunya perekonomian masyarakat. Selain membantu negara dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru, juga banyak tercipta unit tenaga kerja baru yang bisa mendukung pendapatan rumah tangga. Hal ini berujung pada pengentasan kemiskinan, tentunya. UKM Indonesia bahkan relatif bisa bertahan dalam perekonomian yang tak pasti, dibandingkan negara-negara maju di kawasan Asia Pasifik.

  • Maka, usaha ini semestinya menjadi sentral yang dapat diandalkan, mengingat kontribusi terhadap perkembangan perekonomian bangsa yanng cukup besar. Bahkan kekuatan ekspor di bidang ini selalu menunjuk pada angka yang membanggakan.UKM juga menyumbang lebih dari 88 persen penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jika perekonomian bangsa stabil, tentunya akan menguntungkan seluruh rakyat.

  • Sayangnya, kita sendiri kurang paham akan pentingnya mendukung keberadaan UKM. Padahal, dengan dukungan kita pun, UKM masih menghadapi begitu banyak kendala. Misalnya dari segi kualitas, karena modal yang kecil, para penggiat usaha mengalami kesulitan untuk menyediakan barang dengan kualitas terbaik. Pasar yang lebih menyukai barang bermerk, mengakibatkan UKM lebih banyak meniru atau memperbanyak barang yang digemari masyarakat kebanyakan.

  • Selain itu, hanya sekitar 10-20 persen saja dari seluruh UKM yang mampu merambah pasar melalui teknologi internet. Hal ini menjadi kendala tersendiri untuk pemasaran ke tingkat internasional. Kesulitan modal pun biasanya terjadi karena usaha yang dijalankan terlampau kecil, hingga tidak memenuhi syarat untuk dilayani kredit perbankan. Ironis, sebab UKM yang diakui perananannya dalam menggerakkan perekonomian seringkali merupakan pihak yang amat lemah posisinya.

  • Advertisement
  • Karena itu, selain dari pemerintah, pengembangan UKM pun perlu mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat, agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Anak bangsa ini sebetulnya amat hebat, karena ide-ide produk UKM biasanya inovatif dan unik. Hal yang lebih menyenangkannya lagi adalah, barang yang dibuat tidak banyak. Jadi, kita bisa menggunakan produk yang "tidak pasaran". Untuk itu, akan lebih baik jika mulai sekarang, kurangilah isi lemari dari barang-barang bermerk internasional, dan gantilah dengan buatan lokal.

  • Jika belum bisa berinvestasi, dengan memberikan modal pada usaha-usaha kecil ini, gemarilah produk-produknya. Siapkan waktu akhir pekan Anda dengan mengunjungi pameran-pameran produk lokal, yang sering diadakan setiap tahun.

  • Ajak anak-anak kita, generasi penerus bangsa, untuk mendukung buatan teman-temannya sendiri. Dorong mereka agar tidak malu memakai kain-kain khas Indonesia, dan aksesoris ciamik dari berbagai daerah di penjuru negeri. Sebab mungkin ini salah satu cara, agar perekonomian negara kita bangkit dari keterpurukan. Karena produk buatan tangan kita, yang dibeli dan dipergunakan oleh kita dan keluarga kita, pada akhirnya kembali jadi milik kita, dalam bentuk kesejahteraan di masa-masa mendatang.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

A S P A L

Sudah saatnya kita sama-sama beralih ke industri kecil, yang memproduksi produk-produk lokal milik kita sendiri. Karena dengan demikian, kita sudah berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian negeri, yang pada akhirnya menyejahterakan kita semua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr