Anak-anak penurut seperti malaikat

Membesarkan anak agar hidup sebagai warga yang mematuhi aturan dan damai adalah tujuan setiap orangtua. Namun demikian, apabila hanya itu yang menjadi tujuan, maka mereka akan menjadi penurut yang tidak punya pendirian.

3,196 views   |   3 shares
  • Membesarkan anak atau anak-anak agar dapat hidup sebagai warga yang mematuhi aturan dan damai adalah tujuan setiap orangtua. Namun demikian, apabila hanya kedua hal tersebut yang menjadi tujuan, maka mungkin kita mencetak anak atau anak-anak yang penurut, sopan, selalu mengalah, ingin selalu menyenangkan orang lain, dan dimanfaatkan orang lain. Kemungkinan lain adalah anak-anak demikian akan menjadi orang dewasa yang hidup tertekan, tidak pernah mendapatkan apa yang diinginkan, tidak memiliki pendirian, dan susah mengambil keputusan. Dapatkah kita mengajar anak kita untuk survive di zaman yang penuh tantangan ini? Mohon pertimbangkan hal-hal berikut:

    1. Mulai dari diri sendiri, belajarlah bertindak dan berkata tegas. Anak-anak belajar dari orangtua mereka. Kalau orangtua tegas, maka anak-anak juga akan memiliki keberanian menjadi tegas. Memang tidak ada salahnya mengajar anak-anak untuk sopan dan patuh, tetapi jangan lupa bahwa pada saat-saat tertentu ketegasan juga sama pentingnya dengan kepatuhan, kesopanan, dan disiplin lain.

    2. Jadikan kepentingan diri dan keluarga sebagai sesuatu yang penting. Jangan lupa bahwa diri Anda juga sama pentingnya seperti orang lain itu.

    3. Belajar berkata 'tidak' untuk sesuatu yang bukan menjadi bagian tanggung jawab Anda atau kalau memang tidak sanggup melakukannya.

    4. Tunjukkan bahwa konfrontasi adalah sesuatu yang baik sejauh terkendali dalam aturan main tanpa kekerasan atau sakit hati. Perbedaan selalu terjadi, tetapi itu adalah tindak lain daripada hakikat bahwa setiap orang adalah unik.

    5. Pendirian seseorang adalah penting dan patut dihargai, walaupun mungkin terasa 'menyimpang' dari etika yang dianut kebanyakan orang. Pendirian baru menjadi masalah bila memaksakan pendiriannya kepada orang lain.

    6. Seseorang tidak mungkin dapat terus menerus tidak memiliki pendirian dan selalu mengalah kepada siapa saja hanya untuk dapat menyenangkan orang lain. Menumpuknya perasaan yang tak terpuaskan lama kelamaan akan membuat seseorang menjadi acuh tak acuh kepada lingkungannya atau akan membuatnya dipenuhi oleh kemarahan yang tak terkendali. Seringkali pelampiasan kemarahan semacam itu berupa kekerasan dan kebencian.

    7. Belajar untuk ulet dan berani mengambil risiko. Seseorang yang baik bukan seseorang yang selalu berpihak kepada empati. Seorang yang baik adalah orang yang tahu kapan untuk bertindak tegas, dan kapan bertindak lembut.

    8. Belajar mengambil keputusan tanpa dipengaruhi oleh 'apa kata orang lain nanti'. Setiap keputusan mengandung risiko yang harus Anda tanggung sendiri. Jadi, mengapa harus bergantung kepada 'lidah yang tidak bertulang'?

    9. Hendaklah menanamkan pikiran bahwa Anda tidak 'berhutang' penjelasan kepada orang lain atas apa saja yang sedang Anda putuskan. Bila Anda mengatakan 'tidak' untuk permintaan bantuan yang tidak sanggup atau tidak ingin Anda berikan, Anda tidak perlu menjelaskan alasannya. Misalnya, seorang teman mau meminjam uang kepada Anda. Memang Anda punya uang, tetapi itu adalah tabungan untuk tujuan tertentu anggota keluarga. Bila Anda menolak membantunya, Anda tidak perlu menjelaskan bahwa uang tersebut untuk kepentingan lain. Dia pasti akan 'mengejar' dengan berbagai dalih sehingga akhirnya Anda mengalah.

    10. Bejalar jangan merasa bersalah bila Anda tidak sanggup membantu seseorang, karena memang Anda bukan seorang yang maha kuasa, maha mampu, dan maha segalanya, sehingga Anda harus berada di segala tempat pada segala kesempatan.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Anak-anak penurut seperti malaikat

Membesarkan anak agar hidup sebagai warga yang mematuhi aturan dan damai adalah tujuan setiap orangtua. Namun demikian, apabila hanya itu yang menjadi tujuan, maka mereka akan menjadi penurut yang tidak punya pendirian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr