Ingatkah kita bahwa menjadi ulet itu juga penting?

Bila mendengar kata ‘ulet’, ingatlah akan sebuah per. Per yang terbuat dari baja itu ulet. Dia selalu memantul kembali kepada bentuk asalnya setelah mendapatkan tekanan, pelintiran, atau hentakan.

1,705 views   |   5 shares
  • Setiap orang pasti punya keinginan: ingin kaya, ingin terkenal, ingin sehat, ingin kembali kuliah, dan sebagainya. Biasanya, seseorang akan berusaha mencapai keinginannya dengan mencoba memulai sesuatu. Misalnya, ingin kaya, maka Anda mulai menanam modal dengan membeli saham. Namun demikian, dalam dunia usaha, yang selalu terjadi adalah rugi dan laba. Kalau sedang laba, maka seseorang akan sangat bersemangat, tetapi apabila sedang rugi, maka dia mulai kehilangan semangat, lama kelamaan keinginan untuk menjadi kaya tersebut hilang, karena tidak sanggup menghadapi dan mencari jalan keluar agar kesulitan yang sedang dihadapi tersebut berbalik menjadi kesempatan untuk maju.

  • Ada satu kata yang selalu kita pakai, tetapi seringkali tidak tahu bagaimana menerapkannya. Kata itu adalah 'ulet'.

  • Bila mendengar kata 'ulet', ingatlah akan sebuah per. Per yang terbuat dari baja itu ulet. Dia selalu memantul kembali kepada bentuk asalnya setelah mendapatkan tekanan, pelintiran, atau hentakan. Demikian pula dengan seseorang yang ulet, dia tidak 'patah' karena tekanan kesulitan. Dia akan 'memantul' kembali dan keluar sebagai pemenang setelah menghadapi berbagai tekanan dan tantangan hidup.

  • Orang-orang dengan sifat demikian bukanlah orang yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang biasa seperti kebanyakan kita, tetapi mereka berhasil melakukan sesuatu yang luar biasa. Bila menghadapi kesulitan, mereka tidak menyerah dan menipu dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dia sedang tidak beruntung, atau orang lain memiliki kesempatan lebih baik.

  • Kita memang pandai dalam pembenaran dan dalih. Memang tidak ada salahnya, karena pembenaran dan dalih adalah salah satu mekanisme mempertahankan diri. Tanpa mekanisme semacam itu, manusia akan putus asa, dan merasa tidak ada gunanya lagi. Namun demikian, apabila pembenaran dan dalih terus menerus digunakan, apalagi digunakan terlalu dini, sama saja seperti gugur sebelum berperang.

  • Bagaimana agar kita menjadi manusia ulet? Berikut adalah sarannya:

    • Selalu bangkit kembali dan mencoba lagi setiap kali terpuruk, sehingga akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

    • Sadarilah bahwa manusia ulet adalah manusia biasa seperti kita semua dengan tantangan dan kesulitan. Bila menghadapi tantangan dan kesulitan tersebut ingatlah tiga hal: Bahwa Anda bukan 'korban' tetapi pemecah masalah; Bahwa mungkin tantangan tersebut justru merupakan berkat tersembunyi ke arah keberhasilan; Bahwa 'lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuki kegelapan'.

    • Bila memiliki tujuan atau keinginan atau yang sering disebut gol, yang perlu dilakukan adalah, bila gol Anda adalah 'menjangkau bintang', sesuatu yang kata orang 'tidak masuk akal', maka Anda harus memecah atau merinci gol 'menjangkau bintang' menjadi beberapa gol kecil atau langkah kecil yang terjangkau. Dengan demikian, maka Anda tidak akan 'gagal' sebelum memulai.

    • Ingatlah, kegagalan Anda bukan sama dengan kelemahan Anda. Jangan fokus kepada kegagalan Anda. Ingatlah bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, kata Henry Ford, pendiri kendaraan Ford yang terkenal itu. Kalau seandainya itu memang kelemahan Anda, tetap saja jangan mencoba memperbaikinya. Lebih baik mengembangkan kelebihan atau kekuatan Anda, karena dengan demikian seseorang itu menonjol. Tidak ada seorang pun yang hebat di segala bidang di dunia ini. Albert Einstein boleh jadi seorang ilmuwan yang dikagumi dunia, tetapi kenyataannya adalah bahwa dia adalah pemain biola yang jelek, betapapun dia mencobanya dan latihan terus menerus.

  • Advertisement
  • Mungkin itu adalah beberapa sifat yang perlu dipelajari agar kita menjadi manusia yang ulet dan berhasil dalam mencapai keinginan atau angan-angan kita.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Ingatkah kita bahwa menjadi ulet itu juga penting?

Bila mendengar kata ‘ulet’, ingatlah akan sebuah per. Per yang terbuat dari baja itu ulet. Dia selalu memantul kembali kepada bentuk asalnya setelah mendapatkan tekanan, pelintiran, atau hentakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr