Kaki bengkak semasa hamil, bahayakah itu?

Meskipun dunia kedokteran saat ini sudah sangat maju, kehamilan tetap merupakan tantangan bagi si calon ibu mau pun si bayi.

3,701 views   |   5 shares
  • Meksipun dunia kedokteran saat ini sudah sangat maju, kehamilan tetap merupakan tantangan bagi si calon ibu mau pun si bayi. Apalagi saat mengandung anak pertama. Sebenarnya, apa saja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada wanita hamil?

  • Pre eklemsia

  • Pre eklemsia dapat terjadi pada wanita hamil, terutama di kehamilan pertama. Akibat perubahan hormon, calon ibu yang semula sehat-sehat saja mendadak terkena serangan darah tinggi. Ini biasanya terjadi pada bulan pertengahan dan terakhir kehamilan. Pusing dan muntah-muntah di bulan-bulan itu adalah gejala pertama dari pre eklemsia. Gejala mirip flu dan sakit pada bagian kanan atas perut. Begitu pula ketika diperiksa air seninya mengandung banyak protein. Tanda-tanda lain adalah berat badan naik dengan cepat, kepala pusing, dan ketajaman mata yang berubah. Tangan dan kaki juga bengkak sampai mata kaki tidak terlihat. Namun wanita hamil yang mengalami kaki dan tangan bengkak tidak selalu terkena pre eklemsia.

  • Bahayanya

  • Aliran darah si ibu ke plasenta terhambat sehingga bayi tidak mendapat jatah yang semestinya. Bila tidak terdeteksi secara dini, tali pusar dapat putus dan bayi meninggal ketika lahir. Si ibu dapat mengalami kejang-kejang, kerusakan pada ginjal serta hati. Tidak ada cara untuk menyembuhkan pre eklemsia. Dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan darah tinggi namun tidak selalu berhasil. Satu-satunya cara menghentikan pre eklemsia ialah mengeluarkan bayi dari kandungan.

  • Kisah nyata

  • Sepasang suami istri muda bergembira merayakan bulan ke-enam kehamilan anak pertama. Tetapi keesokan harinya, si calon ibu merasa kurang enak badan. Dia merasa sakit kepala dan muntah setiap lima menit. Ketika menelepon dokter, dia dinasihati untuk banyak istirahat dan diminta menelepon lagi bila gangguan itu tidak berhenti. Ternyata muntahnya makin sering.

  • Dia segera dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat. Dokter mengira ada yang tidak beres pada kandung kemihnya, tetapi ternyata hatinya mengalami pendarahan. Dia menderita gangguan yang lebih parah daripada pre eklemsia yang dikenal dengan sebutan HELLP. Si calon ibu mengalami pendarahan dalam yang dapat berakibat fatal. Bayinya harus segera dikeluarkan.

  • Banyak pertanyaan berkecamuk di kepala si calon ibu. Bagaimana ini dapat terjadi? Beberapa hari sebelumnya dia ke dokter untuk pemeriksaan rutin, mengapa dokternya tidak mengetahui semua ini?

  • Malam itu juga, dia menjalani operasi caesar untuk mengeluarkan bayinya yang beratnya hanya setengah kilo. Sang bayi tidak bisa diselamatkan, dan dokter-dokter sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sesudah keluar dari rumah sakit, si ibu masih harus menjalani check up ke dokter bedah hati dan ahli paru-paru. Sepuluh bulan kemudian, dia hamil lagi dan kali ini kehamilannya dipantau ketat oleh dokter. Dia mengonsumsi aspirin bayi sejak kandungannya berusia lima bulan. Ketika tiba waktunya, dia melahirkan bayi yang sehat tanpa komplikasi.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Kaki bengkak semasa hamil, bahayakah itu?

Meskipun dunia kedokteran saat ini sudah sangat maju, kehamilan tetap merupakan tantangan bagi si calon ibu mau pun si bayi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr