Ajak si bayi mengeksplorasi makanan lain melalui MPASI

ASI diberikan eksklusif pada bayi, hingga usianya 6 bulan. Setelah itu, orangtua sudah harus mulai memperkenalkan bayi pada makanan pendamping ASI (MPASI). Ada banyak pendapat terkait makanan pertama bagi bayi. Lalu apa sebenarnya makanan terbaiknya?

1,472 views   |   2 shares
  • Bayi sejak lahir hingga berusia enam bulan hanya membutuhkan Air Susu Ibu (ASI) saja. Namun, saat usianya enam bulan, ia mulai perlu diperkenalkan pada makanan tambahan.

  • Menurut pakar gizi Wied Harry Apriadji, jenis makanan yang paling disarankan untuk MPASI awal adalah buah. Selama enam bulan pertama, bayi mengonsumsi ASI yang secara alami dilengkapi enzim pencerna susu, sehingga ASI tergolong makanan setengah tercerna (semi-digested food) yang bisa langsung dimanfaatkan oleh tubuh bayi.

  • Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih makanan awal yang mudah dicerna, agar sistem cerna bayi belajar mencerna makanan secara bertahap. Pilihannya adalah buah, karena mengandung karbohidrat sederhana, yakni gula buah yang bisa langsung diserap oleh tubuh. Buah juga dilengkapi enzim pencerna alami seperti ASI, sehingga makin mudah dicerna.

  • Wied Harry juga menyatakan bahwa memberikan bubur beras atau makanan lain yang mengandung karbohidrat kompleks kepada bayi pada masa MPASI awal akan sangat membebani fungsi cerna bayi. Sistem kerja bayi mendadak harus bekerja keras, membongkar molekul karbo kompleks menjadi karbo sederhana, agar kandungan patinya dapat dimanfaatkan tubuh.

  • Tetapi patut diingat bahwa makanan utama bayi tetaplah ASI. Jadi, tidak perlu khawatir, saat bayi masih belum mau makan banyak. ASI masih mencukupi segala kebutuhan gizinya. Tidak perlu memarahi atau merasa ketakutan saat anak malas makan. Cobalah lagi, dengan tenang. Ajak ia mengeksplorasi makanannya. Bercerita dan mengajaknya tertawa sambil makan akan membantu anak menikmati saat-saat makannya.

  • Penting untuk diperhatikan bahwa lidah bayi tidak mengenal rasa. Maka, tidak perlu merasa khawatir saat menyiapkan makanan yang tidak menggunakan gula dan garam. Biarkan ia mengenal rasa alami dari setiap bahan makanan, seperti rasa asli sayur-sayuran, daging, ikan, udang, ayam dan lain-lain.

  • Perkenalan akan rasa ini akan membentuk kebiasaan baik. Bayi tidak perlu makanan yang terlalu gurih atau terlalu manis di masa dewasanya. Karena sebetulnya, penggunaan gula dan garam yang berlebih adalah cikal bakal berbagai penyakit ketika dewasa.

  • Tidak perlu juga termakan bujuk rayu mudahnya memberikan makanan instan pada bayi. Memang praktis, namun, kita tidak pernah tahu apa saja yang terdapat di dalam makanan cepat saji tersebut. Akan lebih baik jika kita sendiri yang memilih bahan terbaik, kemudian memasak dan menyajikannya.

  • Tetaplah sabar dan menjalankan komitmen untuk memberikan makanan terbaik bagi anak. Tidak perlu terburu-buru dan kesal saat anak menolak makan. Ibu yang tenang akan membuat anak merasa nyaman. Dengan tenang, kita juga jadi lebih mampu mengenal anak, dan apa yang ia inginkan.

  • Advertisement
  • Tidak perlu khawatir hingga mengurangi asupan ASI demi anak mau makan. Tidak perlu juga memasak 10 jenis menu dalam satu hari, untuk dipaksakan kepada anak yang sedang menolak makan. Apalagi menyerah dan mulai memberikan makanan yang penuh rasa, karena saking ingin anak makan.

  • Biarkan ia melewati proses tersebut dengan tenang. Temani, bujuk dan doakan. Lakukan juga eksplorasi. Jangan pernah menyerah, berikan yang terbaik untuk anak. Mulailah dari makanan yang masuk pertama kali ke dalam perutnya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ajak si bayi mengeksplorasi makanan lain melalui MPASI

ASI diberikan eksklusif pada bayi, hingga usianya 6 bulan. Setelah itu, orangtua sudah harus mulai memperkenalkan bayi pada makanan pendamping ASI (MPASI). Ada banyak pendapat terkait makanan pertama bagi bayi. Lalu apa sebenarnya makanan terbaiknya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr